
Faraz menangkup wajah Alia dan mengecup keningnya.
Keduanya merasa lebih saling memahami dan mengasihi setelah peristiwa yang telah mereka alami.
"Kita tidur lagi?"
Alia menganggukkan kepalanya.
Tanpa persetujuan darinya, Faraz langsung mengangkat tubuh Alia dan menggendongnya masuk ke dalam.
•••
Pagi hari.
Faraz mulai menggerakkan matanya, Tangannya mencari-cari sosok di sampingnya. Ia segera membuka mata sepenuhnya ketika tidak menemukan sosok yang Ia cari.
Ia beranjak duduk dan melihat kesana-kemari. Namun tidak juga melihatnya sosoknya.
"Kemana Alia," ucapnya sambil meninggalkan ranjang King size nya.
Faraz menuruni anak tangga satu persatu dan memeriksa setiap sudut rumahnya. Langkahnya terhenti di dapur ketika melihat Alia tengah sibuk di depan kompor.
"Sayang apa yang sedang Kamu lakukan?"
"Faraz, Hi, Aku sedang menyiapkan sarapan untuk mu."
"Kenapa membuat dirimu lelah, Aku sudah menyuruh Ibu mendatangkan Chef kemari, Jadi Kamu tidak perlu repot-repot lagi, Ayo kembali ke kamar."
"Faraz, Aku sudah cukup beristirahat, Lagi pula Aku hanya membuatkan mu sandwich, Ini tidak akan melelahkan,"
Faraz terdiam dan menunggu Alia menyelesaikan pekerjaannya.
"Lihat deh, Aku kasih isi daging, sayuran, dan keju, Kamu paati suka." ucap Alia terseyum.
"Tunggu! Siapa yang belanja ini semua?"
"Mbak... Ee-Mbak siapa tadi Aku lupa, Katanya yang nungguin rumah ini katanya."
"Beneran bukan kamu?"
"Beneran Sayang, Masa bohong sih."
__ADS_1
"Pokoknya Aku tidak mau lagi Kamu pergi tanpa diriku maupun supir yang mendampingi mu, Okey?" Faraz mengankat tengkuk Alia dan menunggu jawabannya.
"Ya, Aku janji."
"Bagus, Sekarang berikan sarapan itu padaku."
Tapi Aku belum selesai menghiasnya.
"Untuk apa di hias, Mau dihias secantik apapun juga akan tetep di makan, Jadi untuk apa mempersulit pekerjaan kalau bisa dikerjakan dengan simple." ucap Faraz yang langsung menyantapnya.
Alia terseyum menggelengkan kepalanya.
•••
Kavita melihat keluar rumah melihat beberapa pelayan membawa beberapa koper masuk ke dalam mobil.
Dalam benaknya muncul pertanyaan, Mau kemana Mereka dan dimana Faraz, Kenapa sejak Ia pulang dari rumah sakit tidak pernah melihat Faraz maupun Alia.
Pandangannya teralihkan pada bu Zeenat yang menenteng koper dan memberikannya pada pelayan.
"Tolong yang itu di taruh di tengah saja, Itu barang-barang berharga milik Faraz, Jangan sampai ada yang hilang." ucap Bu Zeenat menginstruksikan pada Mereka.
"Barang-barang Faraz? mau kemana Faraz membawa begitu banyak barang?" batin Kavita.
Kavita menoleh ke belakang menatap Ibunya.
"Ibu tau darimana?"
"Semalem tetangga pada cerita."
"Aku fikir, Aku masih bisa mendapat kesempatan setelah Faraz menyelamatkan ku dan bayiku, Padahal Aku melihatnya begitu bahagia dan tulus menggendong bayiku, Tapi ternyata itu hanya perasaan ku saja " batin Kavita.
Sementara Dev di rumahnya tengah di interogasi oleh keluarganya.
Cuitan Maya di media sosialnya telah sampai di telinga Kakaknya dan mengadukannya ke Ayah dan Ibunya.
Seperti duduk di depan persidangan, Dev mendapat pertanyaan satu persatu dari keluarganya.
"Ini jelas sekali Dev, Meskipun bagian mata mu di blur tapi bibir dan semua ciri-ciri foto ini adalah dirimu," ucap Divya.
"Baju yang di kenakan juga terlihat seperti hadiah dari Ayah yang beli di Prancis." Sambung Ayah.
__ADS_1
"Dev! Katakan dengan jujur, Apa itu Kamu?" desak Ibu.
Dev mengalihkan pandangannya kesana kemari, Ia tidak tau harus jujur atau mengelak nya.
"Dev, Jawab!" bentak Ibu.
"Ya Itu benar, Tapi gadis itu berbohong."
PLAAKKKKK...
Satu tamparan dari Ayah mendarat di pipi Dev
"Memalukan, Masalah mu dengan Kavita saja belum selesai, Sekarang Kau mencari masalah baru lagi?" hardik Ayah.
"Ayah sudah ku bilang gadis itu berbohong, Dia hanya wanita malam, Tidak ada yang tau siapa Ayahnya, Dia hanya ingin memerasku."
"Kau sangat menjijikkan Dev, Apakah tidak ada Wanita baik-baik sampai Kau meniduri wanita malam?" sambung Divya.
"Ayah Ibu awalnya Aku tidak tau, Saat itu Aku mabuk."
"Tapi setelah tau, Kau masih berhubungan dengannya kan?"
Dev tidak bisa menjawab pertanyaan Ibunya.
"Pokoknya Ayah tidak mau tau, Selesaikan masalah ini secepatnya sebelum gadis itu mencoreng nama baik Kita dan berakibat fatal pada perusahaan."
Dengan kesal Dev meninggalkan rumahnya.
Ia mengendari mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Dalam hatinya terus mengumpat Maya yang membuat dirinya dalam masalah.
"Aaarrggghhh!!! Siallll...!!! Kenapa Aku bisa terjebak pada gadis seperti itu, Haaaarrggghhhh!!! Dev memukul stir mobilnya dengan kesal,
Dan di saat bersamaan sebuah truk tronton melintas di depannya hingga Dev tidak bisa mengendalikan mobilnya.
Cccccciiiiittttttt..... Brrrraaaakkkkk...!!!!
Kecelakaan pun tidak dapat di elakan, Mobil Dev yang menghantam Truk Tronton super panjang, Terpental beberapa meter hingga mobilnya terbalik.
Bersambung....
__ADS_1
AYO SEMANGATNYA, JANGAN PADA LOYO, JALAU READERNYA LOYO AUTHOR NYA JUGA KAGAK SEMANGAT UP 🤣