Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
PROMO


__ADS_3

Buat yang suka membaca sambil belajar silahkan mampir ke Sequel pertama Perjalanan Cinta Sang Duda (Kisah Cinta Zayn) yang berjudul "Bersaing Cinta Dengan Ustadz"



SEPENGGAL BAB.


Setelah Bus meninggalkan hotel, Zayn mulai menulis dalam lembaran buku dan memberikan pada Ning Faza dari celah kursi.


"Hsst..." lirih Zayn menarik sedikit hijab Ning Faza yang terjuntai ke celah kursi.


Ning Faza yang merasa ada yang menarik hijabnya menoleh ke kiri dan melihat selembar kertas disodorkan padanya. Dengan tangan sedikit gemetar Ning Faza mengambil kertas itu dan membuka isinya.


"Seperti yang Abi katakan, Ini kesempatan yang baik untuk kita berdoa. Aku telah berdoa agar nafas ku menyatu dengan nafasmu, Maka kini giliran mu agar raga kita menjadi satu dalam halalnya pernikahan." Ning Faza memejamkan mata merasakan desiran aneh yang mengalir dalam tubuhnya. Belum sempat Faza membuka mata, Zayn kembali menarik hijabnya dan memberikan selembar kertas berikutnya.


"Aku menghabiskan waktu merayu Allah atas keingian yang tak mampu kupenuhi sendiri. Karena untuk menyatukan dua hati harus ada usaha dari kedua belah pihak, Maka dari itu bantu Aku merayu Allah Ning."


Baru selesai Faza membaca, Kertas ketiga kembali Ia dapatkan.


Faza kembali membukanya tanpa tau jika di bangku sebelah, Calon suaminya tengah memperhatikannya.


"Laa uriedu syaian minad dunnya, Fa anaa asyuru annanie akhotztu nashibie minanl farahi hiena uhibbuki."


(Aku tidak mau sesuatu dari dunia ini, Karena Aku sudah merasa mengambil semua jatah kebahagiaanku saat Aku mencintaimu)


Faza tidak bisa lagi menahan senyumnya, Ia meletakkan ketiga lembar surat itu di dadanya sambil memejamkan mata merasakan rasa cintanya yang tidak bisa lagi Ia sembunyikan.


Zayn terseyum bahagia karena dapat melihat reaksi Ning Faza yang terpantul dari kaca di sebelahnya.


Sedangkan Ustadz Adnan yang ada di bangku sebelah, Dapat melihat dengan jelas senyum dari keduanya yang menunjukkan layaknya dua insan yang tengah di mabuk cinta.


"Haruskah Aku mengikhlaskan Ning Faza untuk nya?" batin Ustadz Adnan yang tidak bisa lagi memungkiri rasa cinta dari calon istrinya begitu terlihat untuk pria yang tak lain adalah Santrinya sendiri.


Masih terus memperhatikan Faza, Ustadz Andan melihat Faza terseyum begitu bahagia sambil bergelayut di tangan Mbak Anna dan menyandarkan kepalanya di pundaknya.

__ADS_1


Perjalanan yang begitu menyenangkan bagi Zayn dan Faza dan menyesakkan untuk Ustadz Andan akhirnya berakhir di Makam Sunan Ampel yang terletak di Kampung Ampel, Kota Surabaya. Tepatnya di Jalan Petukangan, Ampel, Kecamatan Semampir.


🌻🌻🌻


Buat Yang Suka Hotties silahkan mampir ke Sequel Kedua (Perjalanan Cinta Zia) yang berjudul "Mengejar Duda Teman Papa"



SEPENGGAL BAB


"Kenapa Zia lakukan ini pada Om?" dengan memegang kedua sisi pipi Zia, Bryan menengadahkan wajah Zia ke arahnya dan langsung melu'mat bibirnya.


Dengan rasa kesal, Sedih dan pikiran yang kacau Bryan meluapkan pada lum'atan yang kasar hingga Zia kesulitan bernafas.


"Eumh!" Zia memukul-mukul lengan Bryan agar melepaskannya.


Namun Bryan tak peduli dan terus mengesap bibir Zia dengan gerakan mendorong hingga tubuh Zia terbanting di atas ranjang.


Keduanya terdiam sesaat dan saling memandang satu sama lain.


Lilitan dan esapan hingga menimbulkan decapan khas mengiringi panasnya ciuman yang semakin lama semakin berga'irah seolah meluapkan kerinduan yang terpendam selama lebih dari satu minggu mereka tak bertemu.


Setelah puas menyesap bibir dan lidah Zia, Bryan menurunkan kecupannya ke tengkuknya.


Seolah mempersilahkan Bryan untuk terus melakukannya, Zia menengadahkan kepalanya hingga memperlihatkan leher jenjangnya.


Mendapat lampu hijau Bryan terseyum dan mengecup setiap inci dengan meninggalkan tanda cinta yang begitu banyak di sana. Kemudian Bryan menangkup wajah Zia dengan menyatukan kening dan hidung mereka.


"I love you Zia, I love you so much." ucap Bryan dengan suara parau.


Zia memejamkan mata dan memegang tangan Om Bryan yang berada di tengkuknya.


Kemudian Bryan kembali melanjutkan aksinya dengan memutar tubuh Zia menjadi di atasnya.

__ADS_1


Bryan terseyum penuh arti melihat Zia yang tidak nyaman dengan posisi demikian.


"Zia merasakan sesuatu?" goda Bryan.


Seketika Zia memerah dan mencoba bangkit dari atas tubuh Bryan.


Namun Bryan ikut bangkit dan membuat posisi Zia berada di pangkuan Pria dewasa tersebut dengan kedua kaki melingkar di pinggangnya.


Rok sekolah dengan model memayung sebatas lutut memperlihatkan kedua kaki mulusnya membuat siapapun pasti akan menelan salivanya. Tak terkecuali dengan Bryan yang mulai nakal dengan memegang paha Zia untuk lebih merapatkan tubuhnya.


Zia yang sudah mulai mabuk dengan sentuhan-sentuhan yang Om Bryan berikan, Dengan sendirinya melingkarkan kedua tangannya di leher Om Bryan, Posisi seperti ini sangat memudahkan Bryan mendaratkan bibirnya kemanapun ia suka, Tak terkecuali ke kedua bulatan kenyal yang tersembunyi di balik seragam sekolahnya.


"Om... Ahh..." lenguh Zia menahan rema'san kuat tangan kekar Om Bryan.


Mendengar lenguhan kekasih kecilnya, Bryan terseyum dan memeluk erat tubuh mungilnya.


Begitupun dengan Zia yang tidak bisa lagi menyembunyikan perasaannya jika sebenarnya ia juga masih sangat mencintai Om Duda yang selalu membuatnya tak berdaya.


"Jangan pernah lagi tinggalin Zia Om," ucapanya sedih.


🌻🌻🌻


📌 Dan Terakhir Sequel ke-tiga dari perjalanan cinta Zayd yang baru rilis hari ini, Silahkan mampir ke "Mengejar Janda Yang Terluka"



Tidak sulit kok untuk mencari, Cukup klik profil Author dan baca satu persatu.


Semoga suka dengan semua Sequel "Perjalanan Cinta Sang Duda"


Dan buat Novel ini, jangan unfavorit dulu ya, Ntar kita bikin cerita saat 3Z ngumpul atau bikin kebucinan Papa Faraz 😀


TERIMAKASIH UNTUK YANG SELALU SETIA MENGIKUTI.

__ADS_1


I LOVE U ALL 😚♥️♥️♥️


__ADS_2