Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Hukuman Untuk Zayn


__ADS_3

"Turun!" tegas Shehzad membukakan pintu mobil untuk Zayn.


Alia yang mendengar suara Ayah mertuanya bergegas keluar.


Alia melihat Putra sulungnya yang tertunduk di titah sang Ayah mertua yang terlihat begitu marah.


"Ayah ada apa ini?"


"Apa Faraz belum pulang?"


"Belum Ayah, Masuklah dulu."


Dengan rasa bingung Alia mengikuti Ayah mertuanya yang terus menyeret Putranya.


"Ayah ada apa?"


"Kita tunggu Faraz pulang."


"Maa.." Zayn mencoba mendekati Ibunya namun Opa Zhehzad menghentikannya.


"Tetap di tempat mu, Jangan mencoba meminta perlindungan dari Mama mu sebelum Papa mu datang!"


Zayn kembali menundukkan kepala, Sementara Alia merasa tegang dan hanya bisa bertanya-tanya dalam hati apa yang sebenarnya Putranya lakukan sehingga membuat Ayah mertuanya terlihat begitu marah.


•••


Setelah menunggu kurang dari dua puluh menit, Alia mendengar mobil Faraz, Alia pun beranjak bangun dan keluar untuk menyambut kedatangannya.


"Mas..."


"Sayang..." Faraz mengecup kening Alia sekilas.


Alia meraih tangan sang suami dan mengusap dadanya.


"Ada apa?" tanya Faraz yang melihat wajah Alia begitu tegang.


"Ada Ayah, Ayah terlihat begitu marah pada Zayn."


"Tenanglah." Faraz menggengam tangan Alia dan menuntunnya masuk bersamanya.

__ADS_1


"Ayah..." Faraz memeluk Ayah sekejap dan duduk menatap Putranya yang tertunduk meremad-remad jari jemari tangannya.


"Apa lagi yang di lakukannya?" tanya Faraz menatap tajam sang Putra.


"Ayah memergokinya tengah check-in di hotel bersama seorang gadis."


"Apa!" Faraz kembali berdiri dan begitu kaget dengan apa yang Ia dengar, Begitupun dengan Alia yang tidak kalah terkejutnya.


"Ya, Entah apa yang akan terjadi jika Ayah tidak memergokinya."


Zia yang mendengar keributan keluar dari kamarnya dan melihat perdebatan Mereka.


Sedangkan Zayd yang baru sampai melihat kembarnya di tampar oleh Papa nya dengan begitu kerasnya.


PLAAKKKKK...!!!


Zayn memegangi pipinya yang mendapat tamparan dari sang Papa untuk pertama kalinya.


Alia menutup mulutnya dengan sedih melihat Sang Putra di pukul di depan matanya.


Begitupun dengan Zayd dan Zia yang melihat kemarahan Sang Papa yang tidak seperti biasanya.


"Jadi Devita juga mengadu tentang penggrebekan di Club." batin Zayn yang semakin kesal pada Devita.


"Papa lebih percaya sama Kamu daripada omongan Devita, Tapi apa, Kau merusak kepercayaan Papa."


Zayn hanya menundukkan kepalanya mendengar setiap Omelan sang Papa.


"Papa tidak masalah Kamu bergaul dengan banyak Wanita, Papa juga pernah ada di posisi mu, Tapi Kamu harus ingat batasan, Jangan pernah melakukan itu sebelum menikah." Faraz terdiam dengan apa yang baru Ia ucapkan sendiri.


"Zayn jangan bilang kalau Kamu sudah pernah melakukan itu?" Faraz kembali mencengkeram kerah jaket Zayn.


"Jawab Zayn!"


"Tidak Pa,"


"Tidak apa, Jawab dengan jelas!" triak Faraz.


"Zayn belum pernah melakukannya sampai sejauh itu Pa, Zayn hanya..."

__ADS_1


"Hanya apa!" triak Faraz.


Zayn menundukkan kepalanya.


"Hanya saling memuaskan tanpa melakukan itu." Zayn menunduk malu dengan apa yang baru saja Ia katakan.


"Menjijikkan!"


PLAAKKKKK...!!! kali ini Alia yang menampar Putranya.


"Mama..." Zayd berteriak dan berlari mendekati Mereka.


"Zayd kali ini jangan membela Kakak mu!" tegas Faraz.


"Tapi Pa.."


"Tidak Zayd, Selama ini Kamu selalu membelanya, Melindunginya dan menyembunyikan semua keburukannya, Sekarang Kamu lihat apa yang terjadi?"


Zayd menundukan kepalanya.


"Dan Kamu Zayn, Tidak ada lagi Dunia model."


"Apa maksud Papa?"


"Papa Akan memasukan mu ke pesantren."


"Apa!"


"Pesantren? Untuk apa, Aku..."


"Untuk memperbaiki akhlak mu, Karena percuma saja jika Kamu pintar tapi tidak memiliki moral."


"Lalu bagaimana dengan kontrak yang sudah Aku tandatangani?"


"Papa masih cukup mampu untuk membayar penalti."


Zayn menggelengkan kepalanya mendengar hukuman yang di berikan oleh Papa nya.


Bersambung...

__ADS_1


📌 BACA JUGA SUAMI YANG KU BELI KALAU NUNGGU SANG DUDA LAMA UP 🤗


__ADS_2