Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Mengejar Cinta Om Duda


__ADS_3

🍃 Pagi Hari 🌻


Perlahan Zayd membuka mata dan melihat Alea tidur bersandar di pundaknya. Ini kali pertama Zayd begitu dekat dengan seorang gadis selain gadis-gadis Zayn yang pernah Ia temui.


Rambut harumnya bisa Zayd rasakan saat Zayd menoleh kesamping tepat berada di atas kepalanya.


Perlahan Alea membuka mata dan mengangkat kepalanya ke arah berlawanan, Hingga membuat wajah Mereka sejajar dan begitu sangat dekat.


Keduanya terpaku dan saling memandang satu sama lain.


Zayd menatap wajah cantik di depannya dengan tatapan yang belum pernah Ia lakukan pada gadis manapun.


Kemudian menurunkan pandangannya pada bibir mungil nan padat Alea yang sedikit terbuka.


Seperti virus yang telah merasuki fikirannya, Kata-kata Zayn yang mengatakan betapa nikmatnya bertukar air liur membuat Zayd merasa penasaran dan mendekatkan bibirnya.


Alea mengernyitkan keningnya dan menarik mundur wajahnya.


Namun Zayd masih merasa penasaran dan kembali mencondongkan tubuhnya.


Belum sempat Zayd melakukannya, Mereka di kagetkan oleh pintu lift yang terbuka.


Zayd mengalihkan pandangannya dan melihat beberapa teknisi yang akan memperbaiki Lift.


"Tuan Zayd, Maafkan Kami Tuan, Kami tidak tau Anda terjebak di dalam."


Tanpa mengatakan apapun, Zayd pergi meninggalkan Lift.


Alea berdiri dan mengambil jas Zayd yang di tinggalkan begitu saja.


•••


"Selamat pagi..." sapa Zain kepada Kedua orang tuanya dan Adik gadisnya yang tengah menikmati sarapan.


"Pagi Zayn, Kemana Zayd?" tanya Faraz.


"Memangnya Dia gak ada di kamarnya?"


"Di tanya malah balik tanya,"


"Zayn pulang malem Pa, Jadi gak tau juga Zayd kemana."


"Gak biasanya loh, Biasanya meskipun lembur pasti Dia pulang," ucap Alia.

__ADS_1


"Mungkin Dia sedang mencoba mencari seorang gadis," ucap Zayn tertawa.


"Emang Kak Zayn," celetuk Zia.


"Kamu sendiri gimana, Sejak pulang dari Bali juga cengar-cengir sendiri, Sedih sendiri dan..."


"Kak Zayn." Zia membungkam mulut Zayn dari belakang.


"Zia, Apa itu benar?" tanya Alia.


"Zia kamu masih sekolah loh jangan pacaran dulu."


"Kenapa, Dulu kata Mama Papa belum genap 16th juga sudah pacaran."


"Aliaaa..." Faraz menatap Alia dengan mengeratkan rahangnya.


Alia menggelengkan kepalanya sembari mencebik sedih. Sementara Zia dan Zayn menertawakan ke-dua orang tuanya.


•••


Pulang sekolah Zia mampir ke kantor Om Bryan untuk menemuinya.


Perasaan rindu yang tidak bisa Ia tahan lagi, Membawanya ke sana meskipun cuaca di luar sedang hujan deras.


Zia meminta supir mengantarnya sampai gerbang dan menyuruhnya pulang, Kemudian Zia berlari masuk di tengah hujan, Namun langkahnya di hentikan oleh Satpam untuk mempertanyakan alasannya datang ke kantor.


"Tunggu sebentar." Satpam masuk ke Pos dan menghubungi Tuan Bryan.


Bryan yang mengangkat ponselnya Menyalakan CCTV di layar komputernya, Bryan begitu terkejut melihat Zia yang sedang berdiri di samping Pos Satpam di tengah derasnya hujan.


"Zia..." Bryan berlari dari ruangannya dan segera menghampiri Zia.


"Zia apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya Bryan yang langsung memakaikan jasnya.


Belum sempat Zia menjawab, Bryan menitah Zia masuk ke kantornya dan mengajak ke ruangannya.


Zia menggengam kerah jas Om Bryan yang menutup tubuhnya hingga sepanjang lutut.


Kemudian Bryan mengambilkan handuk dan memberikannya pada Zia.


"Keringkan rambutmu biar tidak masuk angin."


Zia mengangguk dan duduk di sofa.

__ADS_1


Kemudian mulai mengeringkan rambutnya.


"Zia ngapain hujan-hujan ke sini?"


"Pingin mampir aja Om, Kebetulan lewat sini, hehe."


"Terus Papa Faraz tau nggak kalau Zia kemari?"


"Nggak Om, Jangan bilang-bilang Papa ya."


"Jangan bilang Zia tau alamat kantor Om dari kartu nama yang Zia curi dari Papa,"


"Hehehe." Zia hanya menggaruk-garuk kepalanya.


Bryan terseyum menggelengkan kepalanya.


Kemudian duduk di depan Zia dengan meja setinggi lutut sebagai penghalangnya.


"Zia udah tau kan Om sudah tau dan memiliki Putri yang satu tahun lebih tua dari Zia?"


Zia mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat.


"Zia masih sangat muda, Masih harus belajar dan memiliki pandangan luas untuk hal cinta,"


"Maksud Om?"


"Maksud Om, Zia bisa mencari Pria yang sebaya dengan usia Zia."


"Kok Om tau kalau Zia suka sama Om?"


Bryan tertawa melihat mimik wajah Zia yang begitu polos meskipun Ia langsung menebak jika Zia menyukainya.


"Dari mana Om tau?"


"Om sudah cukup berpengalaman memahami karakter gadis yang menyukai Om."


"Emang banyak banget ya yang suka sama Om?"


Bryan hanya tertawa mendengar pertanyaan Zia.


Sedangkan Zia merasa sedih karena melihat Om Bryan yang terlihat sama sekali tidak tertarik padanya.


Bersambung...

__ADS_1


Tebar Pesona Om Duda dulu 😍♥️♥️♥️



__ADS_2