
Pagi Hari.
Faraz mulai membuka matanya, sayu-sayu Faraz melihat tangannya yang memeluk Alia tanpa Ia sadari, Faraz segera mengusap Matanya dan membuka mata dengan sempurna,
Ia kembali melihat Alia yang terlihat begitu nyaman tidur di dadanya.
Faraz mengangkat tangannya dan berniat membangunkan Alia, namun ia mengurungkan niatnya,
Faraz terdiam dan tersenyum mengingat saat ditengah malam ia terjatuh menimpa Alia, hingga Alia membuat makanan untuknya hingga mengipasinya sampai Ia tertidur.
Faraz memegang kedua pundak Alia dan menurunkan Alia di sampingnya.
Kini Faraz berada di sisi Alia.
Untuk sesaat Faraz menatap wajah Alia yang masih tidur dengan nyenyak,
"Pasti kamu ngantuk banget semaleman ngurusin Aku," batin Faraz terkekeh kecil.
Faraz terus mengamati wajah Alia,
Wajah yang cantik, dengan bulu mata lentik, hidung mancung, bibir merah alami membuatnya semakin terlihat cantik natural, Faraz yang melihat semua itu tanpa Ia sadari mengangkat tangannya,
Namun belum sempat Faraz menyentuh wajah Alia, Alia mulai membuka matanya hingga membuatnya terlonjak dan langsung duduk membelakangi Alia.
Alia yang baru membuka matanya merasa bingun menatap Faraz duduk membelakanginya.
"Kamu sudah bangun?"
"Sudah dari tadi," ucap Faraz tanpa menoleh.
__ADS_1
"Ada apa dengan mu, Kenapa terdiam, tidak seperti biasanya," tanya Alia sembari duduk dan merenggangkan kedua tangannya.
"Ee... **.... ti... tidak... Tidak apa-apa, Kamu yang Kenapa, kenapa kamu tidur di...." Faraz tak melanjutkan ucapannya.
"Tidur di...?" Alia Bingung.
"Ya kamu tidur di... di... ituu..." Faraz kembali tak melanjutkan ucapannya.
"Di.. di... di.. itu..? kenapa kamu hanya bicara di di di saja memangnya Aku tidur di ma... na...?" Alia tersadar Ia sedang duduk di ranjang sempitnya.
"Jadi semalam Aku tidur disini?" tanya Alia membelalakkan matanya.
Faraz menganggukan kepalanya.
" Tapi... Jika Aku tidur disini, Kamu tidur dimana?"
Faraz mencebikan bibirnya sembari mengangkat kedua bahunya.
"Oh ya ampun sepertinya semalam Aku ketiduran saat mengipasi Faraz, tapi kenapa Faraz bersikap aneh, biasanya Dia selalu marah-marah, kenapa Aku tidur bersamanya Dia tidak marah?" batin Alia.
"Sekarang apa kamu sudah ingat?" tanya Faraz mengagetkan Alia.
"Aku hanya ingat Aku ngantuk sekali saat mengipasi mu, setelah itu Aku tidak ingat, tapi jika Aku tidak disini kamu dimana?"
"Disini juga lah," ucap Faraz santai.
"Tidak mungkin, ranjang ini kan sempit, pasti Kau akan marah pada ku jika Aku tidur di samping mu,"
"Bukan di samping, tapi di dada ku." Faraz terseyum smirk.
__ADS_1
"Apa!" Alia yang mendengarnya langsung mengalihkan wajahnya dan menutup dengan tangan kanannya sembari mengusap-usap alisnya.
"Kenapa Kamu menyembunyikan wajah mu?"
"Haghhh!!!" Alia kaget karena Faraz bicara tepat di depan wajahnya.
Faraz menertawakan reaksi Alia.
"Cupu.. Cupu... Lihatlah wajahmu kembali memerah, Apa jantungmu juga kembali berdetak kencang?" tanya Faraz mendekatkan telinganya ke arah dada Alia.
"Buciiiin! Ini tidak lucu!" Alia mendorong Faraz dan berlari keluar.
"Cupuuu.... Kamu tidak bisa menyembunyikan nya dari ku," triak Faraz tertawa menggelengkan kepalanya.
Alia bersembunyi di dalam kamar mandi.
Alia memegang dadanya dan merasakan debaran jantungnya yang berdetak dengan sangat kencang.
"Kenapa jantung ku berdebar sangat kencang setiap kali Faraz mendekati ku, Apa yang di katakan Faraz benar?" ucap Alia dalam hati.
°°°
Faraz menghentikan tawanya, dan kembali tersenyum mengingat saat Ia menurunkan tubuh Alia dari dadanya.
Namun senyuman itu pudar ketika tiba-tiba Ia mengingat penghianatan yang dilakukan oleh Kavita.
"Tidak! Aku tidak akan membuka hatiku untuk gadis cupu itu atau gadis manapun,
Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti hatiku lagi, Sudah cukup selama ini Aku menderita karena cinta, sekarang tidak lagi!" ucap Faraz yang kembali merasa kesal.
__ADS_1
Bersambung....