Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Happy Anniversary


__ADS_3

"Seharusnya Aku yang bertanya, Katakan bagaimana Kamu bisa membuatku begitu candu hingga dalam satu tahun Aku telah memberimu tiga anak dalam perutmu" ucap Faraz sembari menyapu tengkuk Alia.


Alia tertawa mendengar ucapan Faraz sembari meliuk menahan gelinya.


"Mas terlalu gragas, ha-ha-ha."


"Apa itu gragas?"


"Apa lagi, Ya seperti Mas ini, Selalu ingin menyantap, Alias rakus, ha-ha-ha."


"Oh, Jadi begitu, Kalau begitu Mas akan kembali menyantap mu." Faraz langsung menciumi wajah Alia bertubi-tubi.


Alia menahan dada Faraz untuk menghentikannya.


"Apa Kamu takut?"


Alia mengangguk pelan dengan kedipan matanya sesaat.


"Aku akan berhati-hati." Faraz langsung menyibak baju Alia dan mengusap perutnya yang mulai membuncit. Kemudian di ciuminya perut yang berisi dua calon bayinya tersebut.


Alia menggigit bibir bawahnya dan mulai meliuk-liuk.


Faraz terseyum menatap wajah Alia yang mulai tera*ngsang dengan sentuhan-sentuhan jari-jemarinya yang bergerak aktif menjelajahi setiap lekuk tubuh Alia yang sudah lama tidak Ia jamah.


Alia meremad kuat rambut Faraz saat Faraz sudah menurunkan bibirnya ke pangkal pahanya.


"Shhh... Ahhh..." Alia menarik kuat rambut Faraz agar Ia menjauh dari sana.


Faraz terseyum dan merangkak naik melu*mat bibir Alia dan langsung melesapkan lidahnya ke dalam rongga mulutnya.

__ADS_1


Sambil terus melu*mat Faraz membuka satu persatu pakaian yang melekat pada tubuh Alia. Kemudian Ia melepaskan dan membuka pakaian yang Ia kenakan hingga tak tersisa sehelai benang pun.


Faraz kembali melu*mat bibir Alia dengan penuh gai*rah yang membuncah.


"Eummm... Aahhhh...." erangan keduanya saling bersautan di sela hisa*pan dan lilitan lidahnya.


Setelah puas menikmati pagutannya, Faraz membuat tubuh Alia miring membelakanginya. Kemudian Faraz menaikkan paha Alia dan mengarahkan miliknya.


"Nggg... Ehhmmm..." Faraz mengerang saat melesakkan miliknya ke dalam milik Alia yang terasa begitu sempit setelah hampir lima bulan Ia tidak merasakannya.


Sedangkan Alia memegang paha Faraz sembari memejamkan mata menikmati miliknya yang terasa begitu penuh.


Faraz mendiamkan sejenak miliknya menikmati denyutan hangat dari dalam sana. "Sshhh... Aahhh..."


Kemudian Faraz meraih paha Alia dan menahannya agar paha Alia terbentang lebar sehingga memudahkan dirinya memacu milik Alia dari belakang dengan posisi miring.


Sambil terus memacu, Sesekali Faraz menyapu tengkuk Alia dan menggesek-gesekkan bulu-bulu halus di dagunya.


"Ssshhh.. Ahhh... Uhmm..." Faraz mencengkeram buah dada Alia yang berguncang dengan indahnya seiring hentakannya.


"Ohh... Aaahh... Maaasss..." Alia dan Faraz menegang dan melepaskan hasratnya secara bersamaan.


"Aaa... Ahhh... Aaa.. Aarrhhh..." Alia menggigit bantal yang ada di depannya, Sedangkan Faraz mengerang di punggung Alia yang telah basah di penuhi keringat .


Mereka mengatur nafasnya Kemudian Alia membalikkan tubuhnya agar mereka saling berhadapan. Mereka saling memandang dengan senyum kepuasan. Faraz mengusap perut Alia Kemudian Alia merapatkan tubuhnya dan membenamkan wajahnya di dada Faraz,


Faraz terseyum memeluk Alia dan mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang Kemudian mengecup pucuk kepalanya.


•••

__ADS_1


Keesokan harinya Faraz kembali mengunggah moment spesialnya dengan Alia.


Sebuah foto dengan menempelkan telinganya di perut Alia dengan senyuman lebar di atas ranjang yang masih di hiasi dengan mawar merah dan balon-balon di atasnya.


Foto itu juga di lengkapi dengan ception yang begitu romantis untuk sang istri


"Cinta mu adalah cinta yang terbaik karena Kamu telah membantuku bangkit dari keterpurukan dunia ini, Karena itu, Aku ingin kelak dapat bersamamu kembali beserta Anak-anak Kita di Surganya Allah.


Happy Anniversary Sayang. Sehidup Sesurga, Aamiin." di lengkapi dengan emot kiss and love.


Kavita begitu merasa nyeri melihat dan membaca postingan tersebut.


Kehidupan yang begitu sangat sempurna yang seharusnya menjadi miliknya. Namun kini menjadi milik wanita lain. gumamnya dalam hati.


Kavita menoleh ke ranjangnya mendengar Dev yang tengah mengajak bermain Anaknya yang sudah bisa tertawa mengeluarkan suara khas bayi berusia hampir enam bulan, Bukan itu saja Devita juga sudah bisa berguling dari telentang ke tengkurap dan sebaliknya. 


Kavita terdiam menatap Dev. Ia memperhatikan kondisi fisik suaminya yang tidak lagi sempurna. Namun dengan ketidak sempurnaannya itu Dev berubah menjadi lebih baik padanya, Dev yang belum bisa bekerja kini juga selalu memanfaatkan waktunya untuk bermain dengan putri kecilnya.


Kavita beranjak dari duduknya dan menghampiri Mereka.


Kavita duduk di belakang Dev dan menyandarkan kepalanya di punggung Dev dengan berbagai perasaan yang ada di dalam hatinya.


Dev terhenyak dan menoleh kebelakang.


Kemudian menggengam tangan Kavita yang berada di dadanya.


Perlahan Dev memutar tubuhnya dan merangkul Kavita ke pelukannya.


Seperti memahami apa yang Kavita tengah rasakan Dev hanya membiarkan Kavita menumpahkan perasaannya di dadanya.

__ADS_1


Bersambung...


BACA JUGA MAS DUDA YANG TAK KALAH MERESAHKAN DI NOVEL "PESONA MAJIKAN'KU" DI JAMIN KETAGIHAN WKWKWK 🤣


__ADS_2