
Zia keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Papanya yang terlihat kesal. Zia yang begitu dekat dengan sang Papa dan selau bisa mencairkan hatinya langsung memeluk Papanya.
Mendapat pelukan hangat dari putri kesayangannya, Faraz memaksakan senyumnya dan membelai rambut Zia.
"Apa Papa merasa lebih baik?" tanya Zia mendongak ke atas menatap wajah Papanya.
"Ya, Papa akan selalu baik jika Zia memeluk Papa seperti ini."
"Zia sangat menyayangi Papa, Maafin Zia jika belum bisa menjadi anak yang berbakti pada Papa."
"Kenapa Zia jadi bicara seperti itu?"
"Zia sedih aja liat Papa kecewa."
"Sudahlah Sayang lupakan itu semua, Bukankah kita kesini untuk liburan?"
Zia melepaskan pelukannya dan menganggukkan kepalanya.
"Panggil Mama dan kedua kakak mu kemari."
Zia mengangguk dan pergi sesuai perintah.
Tidak lama kemudian Alia dan kedua putranya turun ke bawah.
Faraz melihat Zayn masih terlihat murung mendekati dan menyentuh pundaknya.
"Maafkan Papa jika membuat mu merasa tidak adil, Tapi percayalah ini yang terbaik untuk mu."
"Kita lihat saja nanti." ucap Zayn yang masih terlihat kesal.
•••
Hari ini Faraz hanya mengajak keluarganya untuk berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di kota tersebut untuk membeli keperluan ulang tahun Anak-anaknya yang akan tiba tepat di pergantian malam ini. Faraz sengaja meminta izin satu minggu pada pesantren agar Zayn juga bisa merayakan ulang tahun bersama saudara kembar dan keluarganya.
Setelah lebih dari setengah hari bekeliling ke pusat perbelanjaan yang hanya tiga lantai tersebut, Mereka mampir ke rumah makan lesehan untuk makan siang.
Tak terasa sampai hotel sudah hampir pukul 15.00 wib.
Mereka kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat menyimpan tenaga dan rasa ngantuk untuk acara nanti malam.
Malam Hari 🌙
__ADS_1
Zayn dan Zayd tengah bersiap di kamarnya.
Zayd merasa gelisah karena sejak Zayn satu kamar dengannya Ia tidak bisa lagi menemui Alea sesuai rencananya.
Kegelisahan itu di lihat oleh Zayn yang memang cukup pandai mbaca gerak-gerik saudara kembarnya tersebut.
"Pergilah." ucap Zayn.
"Hah!"
"Temui kekasihmu, Aku tidak akan memberitahu Papa."
Zayd masih terdiam seakan tak percaya dengan kata-kata saudara kembarnya tersebut.
"Percayalah, Anggap saja ini hadiah ulang tahun dariku."
"Zayn..." Zayd memeluk Zayn dengan haru.
"Selamat ulang tahun," ucap Zayn menepuk-nepuk punggung saudara kembarnya.
"Selamat ulang tahun juga untuk mu, Terimakasih banyak Zayn."
Zayd mengangguk dan pergi meninggalkan kamar.
Zayn melihat kepergian Zayd dan kembali terdiam, Meskipun ada rasa iri pada Zayd. Namun kasih sayang dalam hatinya tidak hilang begitu saja.
Sedangkan di lantai bawah, Faraz dan Alia tengah mengatur persiapan terakhir, Mereka meminta pihak hotel untuk menghias tempat dengan cukup meriah dan akan membayar semua pengunjung yang datang untuk makan sebagai rasa syukur atas bertambahnya usia ketiga anaknya.
Faraz meraih Alia kesisinya dan merangkul pundaknya, Alia terseyum dan menyandarkan kepalanya di bahu sang suami, Mereka tidak menyangka pernikahan yang di awali dengan perjodohan dan kebencian akan mendapat banyak kebahagiaan, Bahkan hingga usia Mereka yang tidak lagi muda dan Anak-anaknya yang semakin dewasa tidak memudarkan cinta dan keromantisan Mereka.
"Apakah kita juga akan semakin tua?" tanya Faraz.
"Tentu, Tapi itu tidak masalah asal jiwa yang Mas miliki tetap muda." ucap Alia tertawa.
"Aku akan terus mengasahnya."
"Hahahaha..." Alia tertawa menepuk perut Faraz.
Tok... Tok... Tok...
Alea membuka pintu dan mematung melihat Zayd.
__ADS_1
"Ada apa dengan mu?" tanya Zayd.
"Tuan Zayd?"
"Tentu, Siapa lagi?"
Alea langsung memeluk Zayd, Zayd membalas pelukannya dengan gerakan maju untuk menutup pintunya.
"Aku takut salah orang sejak melihat Anda ada dua."
Zayd terseyum mendengar ucapan kekasihnya.
"Zayd hanya ada satu, Dia adalah Zayn kembaran ku."
"Tapi Anda begitu mirip."
"Lupakan itu, Aku tidak bisa berlama-lama di sini, Aku hanya ingin tau keadaan mu."
"Aku baik, Hanya saja merasa bosan."
"Maafkan Aku, Ini tidak sesuai rencana ku."
"Baiklah, Tidak masalah Tuan."
"Kamu tidak akan mengucapkan selamat ulang tahun untuk sebelum Aku pergi?"
"Hah! Hari ini ulang tahun Anda?"
Zayd mengangguk kepalanya.
"Selamat ulang tahun Tuan Zayd, Semoga apa yang Anda inginkan segera tercapai."
"Hanya kamu yang ku inginkan." Zayd mengusap kasar wajah dan menarik rambutnya agar Alea menengadah keatas lalu mencium bibirnya.
"Aku mencintaimu Alea, Aku sudah mengatakannya pada Papa, setelah Kita pulang ke Jakarta, Aku akan mengatakan kebenaran mu pada keluarga ku, Aku siap menghadapi apapun untuk mu."
Alea menjadi haru dan kembali memeluk Zayd dengan erat
Bersambung...
📌 Buat yang nungguin Zayn jatuh cinta, Baca di novel "Bersaing Cinta Dengan Ustadz" 🤗♥️
__ADS_1