Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Tiba Di Rumah Alia


__ADS_3

Kavita terduduk di jalan dan menangisi kepergian Faraz.


Semakin lama mobil Faraz kian menjauh dari pandangannya.


Ia bangun dengan lemah dan mengingat temu janjinya dengan Dev.


Sepanjang perjalanan Faraz menjalankan mobilnya dengan kesal.


Alia yang melihat kekesalan Faraz mencoba bertanya padanya.


"Apa yang terjadi, Apa ada Masalah?" tanya Alia


"Bukan urusanmu!" jawab Faraz dengan kesal.


"Apa Dia mantan istri mu?" tanya Alia lagi.


"Kenapa kamu terus bertanya!" bentak Faraz sambil mengerem mendadak.


"Awwhhh..." Alia memegangi kepalanya yang terbentur.


Faraz terdiam melihat kepala Alia yang memar.


"Kenapa kamu tidak memakai sabuk pengaman mu?" bentak Faraz lagi.


"Apa bedanya Aku pakai sabuk pengaman atau tidak, Aku celaka sekalipun kamu juga tidak akan peduli kan?" ucap Alia kesal.


"Pakai sabuk pengaman mu!" tegas Faraz.


Alia hanya terdiam kesal.


"Aku bilang pakai sabuk pengaman mu sekarang juga!" triak Faraz.


Alia tetap diam tak mau memakainya.


"Cupu! kenapa kamu begitu keras kepala!" Faraz langsung membuka sabuk pengamannya dan turun dari mobilnya.


Ia pun membuka pintu sisi dimana Alia duduk dan langsung menarik sabuk pengamannya dengan kasar hingga wajah Mereka hampir beradu.


Alia dan Faraz terdiam dan saling menatap dari jarak yang sangat dekat.


Keduanya dapat melihat dengan sangat jelas setiap inci dari wajah masing-masing


Beberapa saat kemudian mereka di kejutkan oleh suara klakson yang ada di belakang mobil mereka.


Faraz dan Alia pun saling mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


Belum sempat Faraz memasangkan sabuk pengamannya, klakson terus berbunyi hingga membuat Faraz semakin kesal.


"Kenapa hari ini semua orang membuatku kesal!" ucap Faraz sambil memasangkan sabuk pengaman untuk Alia.


Klakson kembali berbunyi berkali-kali.


"Ya!!! Aku sudah mendengarnya!" triak Faraz kembali menjalankan mobilnya dengan kesal.


°°°


Kavita sampai di resto dimana Dev sudah menunggunya.


"Kavita Akhirnya kamu datang juga, Aku sudah menunggu mu dari tadi," ucap Dev yang langsung ingin memeluk Kavita.


Kavita segera menepisnya dan duduk dengan wajah muramnya.


"Ada apa, Kenapa kamu terlihat sedih?


"Aku merasa kurang sehat, Sekarang katakan apa yg ingin kamu katakan?" tanya Kavita dingin.


"Apa kamu sudah membuat keputusan?"


Kavita mengingat ucapan Faraz dan berfikir sudah tidak ada harapan lagi kembali kepada Faraz.


"Kavita, Dulu Kamu sangat ingin menikah denganku, Sekarang Orang tuaku sudah menyetujuinya, Lalu apa yang membuatmu ragu?"


"Apa yang terjadi padamu, Aku fikir Kau hanya marah padaku karena Aku tidak menghubungi mu dalam beberapa hari, Tapi setelah Aku perhatikan sejak Faraz menikah Kau tidak lagi seperti dulu," ucap Dev kesal dan meninggalkan Kavita.


"Astaga apa yang terjadi denganku, Faraz sudah marah pada ku, Aku tidak boleh membuat Dev marah juga, jika Faraz dan Dev sudah tidak mau lagi dengan ku, bagaimana dengan bayiku nanti," ucap Kavita yang langsung mengejar Dev.


"Dev... Maafkan Aku, Aku sedang benar-benar banyak fikiran, Aku tidak tau apa yang harus ku lakukan, Aku benar-benar bingung dengan kehamilan ku Dev," tangis Kavita.


Dev pun luluh dan memeluk Kavita,


"Ikut dengan ku, Kita lupakan sejenak masalah kita," ucap Dev mengajak Kavita masuk ke mobilnya.


°°°


Menjelang sore Faraz dan Alia sampai di rumah orang tuanya.


Faraz turun dari mobil, dan melihat Alia belum juga turun.


Faraz membukakan pintu untuk Alia.


"Kenapa tidak turun, apa setelah Kau tinggal di rumah besar ku, Kau tidak ingin lagi kerumah kecil mu?"

__ADS_1


Alia sangat kesal mendengar pertanyaan Faraz.


"Meskipun rumah ku kecil tapi Aku lebih nyaman di rumahku sendiri dari pada di rumah besar tinggal dengan Pria pemarah sepertimu!" ucap Alia kesal.


"Kalau itu benar lalu kenapa kamu tidak turun?" tanya Faraz dengan kesal.


"Buccccinnn tidak bisakah Kau melihat ku kesulitan membuka sabuk pengaman mu ini?" tanya Alia kesal.


"Ternyata Aku tidak salah memanggil mu Cupu yah?" ejek Faraz menertawakan Alia.


"Sabuk pengaman ini sama ngeselinya seperti dirimu!"


Dengan kesal Faraz membungkukan badanya membukakan sabuk pengamannya.


Alia melirik Faraz yang wajahnya begitu dekat dengan nya


"Sudah! Cepatlah turun," ucap Faraz mengagetkan Alia.


Tiba-tiba banyak anak-anak berlari memeluk Faraz


"Faraz... Faraz... Faraz..." ucap anak-anak itu.


"Eee... Apa-apaan ini, Kalian kotor sekali," ucap Faraz yang merasa risih dengan kehadiran mereka.


Namun anak-anak itu tidak memperdulikannya dan terus memeluk Faraz.


Ooh ya Ampun itu Faraz Shehzad Shaikh," kini giliran para ibu-ibu yg heboh melihat kedatangan Faraz.


Mereka langsung mendekati Faraz dan mengambil foto bersama Faraz lewat ponsel masing-masing.


Alia menahan tawanya melihat Faraz yang terlihat sangat kesal menghadapi para tetangganya


Alia menghentikan tawanya dan menyusup ketengah-tengah kerumunan.


"Oke cukup ya anak-anak, ibu-ibu, lain kali kalian bisa minta foto lagi dengannya, tapi sekarang Dia sudah terlihat sangat lelah, jadi mohon pengertiannya... Oke semuanya?"


Alia langsung menarik tangan Faraz dan berlari masuk ke rumahnya.


"Akhirnya kamu menyelamatkan ku dari orang-orang itu,


Lihatlah pakaian ku jadi kotor, dan baunya Uweeek,


Apa orang-orang disini tidak pernah mandi?" gerutu Faraz.


"Apa kamu tidak bisa jika tidak menghina orang lain?

__ADS_1


Seharusnya tadi Aku tidak menyelamatkan mu dari orang-orang itu," jawab Alia kesal.


bersambung...


__ADS_2