
Keesokan harinya Faraz mendatangi kantor Rendy untuk meminta bantuannya mengungkap kejadian di pesta pernikahannya.
Setelah menunggu sekitar 15 menit akhirnya Rendy keluar dari ruang meeting. Faraz segera mendekati Rendy yang terlihat bersama beberapa orang lainnya.
"Rendy..."
"Faraz Kau disini?"
Faraz menganggukkan kepalanya.
"Tunggu sebentar Aku antar klien dulu ke depan."
Faraz pun kembali menunggu.
Setelah 10 menit Rendy kembali kedalam menemui Faraz.
"Ada apa Faraz, Tumben-tumbenan kemari?"
"Aku butuh bantuanmu."
Setelah mendengar semua penjelasan dari Faraz Rendy pun setuju untuk membantu Faraz. Mereka segera meninggalkan kantor dan bergegas ke rumah Rendy.
Setelah menempuh perjalan sekitar 45 menit, Akhirnya Mereka sampai di rumah.
Rendy langsung mengajaknya ke ruang CCTV dan memeriksa tanggal kejadian. Setelah mengamati dari awal resepsi sampai semua tamu undangan pulang dan hanya menyisakan teman-teman terdekat Rendy Mereka melihat Faraz yang mencoba untuk pulang. Namun di halangi oleh beberapa orang Pria dan Wanita yang mengajaknya kembali duduk, Seorang Wanita lain duduk mengapit Faraz dan mencekoki dengan minuman di tangannya, Sedangkan Pria lainnya duduk di depannya agar Faraz tidak beranjak dari duduknya.
"Coba kembali-kembali." ucap Faraz seperti melihat ada sesuatu yang mencurigakan.
Sesuai keinginan Faraz Rendy pun memundurkan beberapa menit sebelum Faraz di cekokin minuman.
Mereka melihat seorang Pria memasukan sesuatu kedalam minuman sebelum Wanita memberikannya pada Faraz. Namun mereka tidak bisa melihat wajahnya karena wajah itu menunduk sehingga tidak dapat di lihat oleh CCTV.
"Oh astaga Aku tidak tau jika Mereka melakukan ini di rumahku."
"Bagaimana Kamu tau, Kamu langsung ke kamar begitu tamu undangan pulang, Dasar tidak sabaran." ucap Faraz kesal.
"Kamu kayak gak pernah jadi pengantin baru aja, ha-ha-ha."
Faraz hanya menggelengkan kepalanya dengan terus mengamati CCTV.
__ADS_1
"Tapi kata pelayan kalian pulang jam tigaan, Apa itu benar?"
"Bagaimana Aku tau, Aku sudah tidak begitu ingat. Seorang Wanita mengantarku dan itu menjadi masalah besar untuk ku dan istriku."
"Siapa wanita itu?"
"Dia bilang namanya Nindi, Sekertaris Barry, Apa Kamu mengundangnya?"
"Tidak, Tapi Aku mengizinkan semua undangan membawa pasangan."
Faraz yang sejak tadi terus mengamati CCTV kembali menemukan petunjuk. Dia melihat Nindi berdiri di samping Pria yang menuangkan sesuatu ke minumannya.
"Tidak salah lagi, Pria itu pasti Barry.
Dia benar-benar merencanakan ini dengan baik, Dia menyuruh dua Wanita berbeda untuk menjalankan rencananya."
"Lalu apa yang akan Kamu lakukan?"
"Kamu pasti tau kan siapa saja yang ada dalam Video itu?"
"Ya, Tapiii..."
"Baiklah akan ku berikan nomer telpon Mereka."
"Terimakasih banyak Ren."
Setelah mengumpulkan bukti dari rumah Rendy, Faraz melanjutkan dengan menghubungi satu persatu nomor yang Rendy berikan. Setelah melakukan dialog cukup alot akhirnya Mereka mengatakan hal yang sebenarnya dan mengajak Faraz bertemu untuk menyerahkan bukti berupa Video dengan imbalan uang yang mereka inginkan.
Tidak puas sampai di situ, Faraz berniat menemui wanita yang memberinya minuman. Karena tidak mau mengulangi kesalahan Faraz memutuskan untuk pulang terlebih dahulu dan membicarakannya pada Alia, Agar tidak terjadi salah paham.
"Mas udah pulang." ucap Alia menyambut kedatangan Faraz.
"Ya." Faraz mengecup kening Alia sekilas.
"Anak-anak sudah tidur?"
"Baru saja Mereka tidur."
"Syukurlah, Ada yang ingin Mas bicarakan dengan mu."
__ADS_1
"Apa?"
"Kemarilah." Dengan lembut Faraz meraih tangan Alia dan mengajaknya duduk, Faraz pun menceritakan semua yang terjadi secara detail tanpa ada yang di sembunyikan.
"Berikan nomernya, Akan ku hubungi." ucap Alia meminta nomor Wanita yang Ia lihat di story'Faraz.
Faraz pun memberikannya dan mempersilahkan Alia yang menghubungi Wanita itu.
Tuuuuttt... Tuuuuttt.. Tuuuuttt...
Setelah menunggu cukup lama Wanita itu tidak kunjung mengangkat ponselnya.
"Dia tidak mengangkatnya."
"Coba Kamu hubungi Nindi, Mungkin Dia kenal Wanita itu."
"Baiklah." Alia mencoba menghubungi Nindi. Namun ponselnya tidak dapat di hubungi.
"Ponselnya tidak aktif."
"Lalu sekarang bagaimana?"
"Tadi Mas udah bertemu orang-orang yang ada di pesta itu kan? Mas coba hubungi salah satu dari Mereka, Siapa tau salah satu dari Mereka mengetahui rumah Wanita itu."
"Ya, Kamu benar." Faraz pun mencoba menghubungi salah satu dari Mereka dan akhirnya Faraz di beritahu alamat Wanita itu.
"Bagaimana Mas?"
"Sudah dapat."
"Syukurlah."
"Sayang, Aku ingin masalah ini selesai secepatnya, Aku ingin Kita kembali menjalani kehidupan kita dengan tenang dan bahagia, Jadi bolehkah Aku mendatangi rumah wanita itu sekarang juga?"
"Pergilah dengan pengawal, Aku akan terus mencoba menghubungi Nindi, Siapa tau Dia juga memiliki bukti lain."
"Baiklah, Kamu hati-hati ya.." ucap Faraz yang kembali meninggalkan rumah.
Bersambung...
__ADS_1
BACA JUGA PESONA MAJIKAN'KU YANG LAGI MENIKMATI MASA-MASA PENGANTIN BARU 🥰