
Di kamar lain Zia juga tengah bersiap, Dengan kebaya modern berwarna putih model remaja membuat Zia nampak seperti Barbie hidup. Zia berlenggak lenggok di depan cermin membayangkan bagaimana jika Ia memakai gaun pengantin. Membayangkan hal itu membuat Zia ingin menemui Om Bryan yang berada di kamar sebelahnya.
Tok... Tok... Tok...
Bryan membukakan pintu kamarnya dan langsung terpana melihat Zia yang terlihat begitu cantik di matanya.
"Om..." Zia melambaikan tangannya ke wajah Om Bryan yang tiba-tiba mematung.
"Oh..." Bryan langsung menurunkan pandangannya kemudian melihat ke kanan kiri lorong hotel.
"Ada apa?" tanya Zia bingung.
"Sssstttt!" Bryan langsung menarik Zia masuk dan memeluknya.
"Om..."
"Sayang, Kamu terlihat begitu cantik dan mempesona, Jika Aku melihatmu seperti ini, Rasanya Aku ingin menikahimu sekarang juga."
Zia mengalihkan wajah Om Bryan yang ingin menyerap lehernya.
"Jangan membuat Zia berantakan, Pernikahan Kak Zayd akan segera di mulai."
"Baiklah, Tapi setelah mereka menikah, Zia harus janji untuk menghabiskan malam mu bersama Om."
__ADS_1
"Gak mau, Ntar Om yang ingin malam pertama lagi," ucap Zia tertawa.
"Tau aja anak kecil." Bryan mencubit pipi Zia dengan gemas.
Zia hanya tertawa senang menggoda kekasih dudanya.
Baru saja Bryan ingin mendekati wajah Zia, Pintu kamarnya di ketuk.
Bryan langsung mengurungkan niatnya dan membuka pintu dan melihat Zayn berdiri di sana.
"Om, Papa sudah menunggu kita di bawah."
"Baiklah, Kita akan segera ke bawah."
"Ya ampun, Aku terjebak dengan ucapanku sendiri." batin Bryan yang langsung tersentaj kaget melihat Zayn yang menerobos masuk ke dalam.
"Kak Zayn!" Zia menatap Zayn gugup. Namun kegugupannya langsung hilang melihat Zayn yang malah tertawa mencubit pipi Zia.
"Dasar anak nakal, Ayo kita berangkat." Zayn langsung menarik tangan Zia bersamanya. Di depan Om Bryan Zayn menghentikan langkahnya dan menggodanya.
"Bersabarlah sedikit Om, Nanti kita akan dapat gilirannya." ucapnya tertawa.
Om Bryan terseyum menggelengkan kepalanya dan mengikuti Zayn yang terus menggandeng adik perempuannya.
__ADS_1
Setelah semua berkumpul, Supir membawa mereka ke rumah Alea di mana akad nikah akan di gelar, Hanya butuh waktu dua puluh menit mereka sampai di rumah megah dengan suasana meriah yang juga di hadiri oleh para tamu undangan.
Zayd semakin merasa tegang menghadapi pernikahannya yang sudah di depan mata.
Zayn yang melihat Zayd tegang merangkul pundak saudara kembarnya dan menitahnya masuk. Kemudian Faraz mengikutinya di belakang lalu di ikuti oleh Bryan dan Zia yang terlihat begitu serasi meskipun usia keduanya terpaut jauh.
Kedatangan mereka menarik perhatian para tamu yang datang hingga sebagian besar mereka menoleh ke arahnya. Namun bukan tatapan terpesona akan ketampanan dan kecantikan keluarga Faraz. Melainkan tatapan aneh penuh tanda tanya.
Hal ini di lihat oleh Faraz yang mulai merasa ada yang tidak beres.
Belum juga kebingungannya terjawab, Suara lantang dari dalam Speaker kembali mengagetkannya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Alea Andreana Hawley Harjanto binti Barry Hawley Harjanto dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."
DEG..!!!
Faraz dan keluarganya melihat ke sisi kanan pelaminan yang terdapat meja ijab lengkap dengan penghulu, Kedua mempelai dan juga orang tua yang mendampinginya.
Semua terperangah melihat apa yang mereka saksikan, Terutama Zayd yang tidak percaya melihat kekasih pujaannya tengah menandatangani buku pernikahan dengan pria lain di hadapannya.
Sementara keluarga Faraz masih begitu shock dengan apa yang Ia lihat, Barry terlihat menyeringai lebar melihat wajah-wajah tersakiti di hadapannya.
Bersambung...
__ADS_1