
Faraz yang mendengar penyesalan Kavita merasa sesak dan terharu.
Ia mengingat saat-saat indah bersama Kavita, Faraz juga mengingat sakitnya merindukan Kavita, dan bagaimana Faraz susah payah melupakan kavita tapi tetap tidak bisa melupakannya, Faraz hanya mengingat semua itu tanpa mengingat betapa banyak kesakitan yang Kavita berikan kepadanya.
"Kavita..." lirih Faraz yang membalas pelukan Kavita dengan sangat erat.
°°°
"Prrrrraaaaaaaankkkk.... Tidak sengaja Alia memecahkan piring di tangannanya.
"Ada apa Alia?" tanya Bu Fareeda kaget.
"Maaf kan Aku Ibu... Aku kurang berhati-hati,"
"Baiklah, Lain kali hati-hati, Ibu akan melanjutkan pekerjaan dan kamu cepat bersihkan ini." ucap Ibu lalu meninggalkan Alia.
Alia mengangguk dan mulai membersihkannya.
"Awww....." jari tangan Alia tergores pecahan piring
"Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini, Apa yang terjadi?" batin Alia.
Alia terus merasakan kegelisahan di hatinya.
Seperti akan ada hal buruk terjadi padanya.
Hal ini pun di sadari oleh Ibu nya.
"Alia...."
"Ee.. ya Bu,"
"Ada apa, Kenapa kamu terlihat gelisah?"
"Aku tidak tau Ibu tapi hatiku benar-benar gelisah,"
"Perasaan seperti itu biasa terjadi menjelang pernikahan, tenanglah, mungkin seharian ini kamu merasa lelah, sekarang kamu istirahatlah," ucap Ibu memenangkan Alia.
Alia mengangguk kecil dan pergi ke kamarnya.
°°°
Faraz melepaskan pelukannya.
Ia menatap Kavita dan mengusap lembut wajahnya,
Kavita memejamkan mata merasakan sentuhan lembut tangan Faraz.
__ADS_1
"Pulanglah... Ini sudah larut malam," ucapan Faraz membuat kavita terkejut.
Faraz menurunkan tangannya dan berbalik badan meninggalkan Kavita tanpa mengatakan apapun.
Kavita hanya bisa meneteskan air matanya Melihat kepergian Faraz tanpa memberikan jawaban.
Faraz yang keluar diam-diam melalui balkon kamarnya kembali menyelinap masuk ke kamarnya melalui tangga.
Faraz terduduk di balik pintu dan menyangga kepalanya dengan kedua tangannya,
Faraz benar-benar merasa bingung keputusan apa yg harus Ia Ambil.
Waktu telah menunjukan pukul 03.00 dini hari tapi Faraz masih tetap duduk dalam lamunannya sampai akhirnya Faraz tertidur di lantai.
°°°
Pagi Hari.
"Faraaaaz.... Faraaaaz......" Sayu-sayu Faraz mendengar namanya di panggil.
Perlahan Ia membuka matanya.
Faraz melihat sekelilingnya dan tersadar Ia tidur terduduk di lantai.
"Faraaaaz.... Faraaaaz.... Cepat bangun..... Jangan sampai kamu terlambat," ucap Ibu dari balik pintu.
Faraz pun langsung bangun dan membuka pintu.
"Ya baiklah," ucap Faraz dengan malas.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Ibu yang melihat wajah kusut Faraz.
"Aku baik-baik saja Ibu, Aku akan mandi sekarang,"
Ibu pun mengangguk dan meninggalkan kamar Faraz.
°°°
Di sisi lain Alia sudah bersiap denga gaun pengantin nya.
Alia menatap cermin dan merasa jantungnya berdegup dengan sangat kencang.
Pertemuan mereka yang hanya beberapa kali dan selalu terjadi pertengkaran membuat Alia merasa cemas memikirkan bagaimana setelah menikah dengan Faraz,
"Alia..."
Kedatangan ibu mengagetkan Alia
__ADS_1
"Ibuuu..." Alia tersenyum kecil menyapa Ibunya.
"Kamu benar-benar terlihat sangat cantik," puji Ibu.
Alia hanya tersenyum tipis.
"Bersiaplah karena pengantin Pria mu akan segera datang,"
Alia menghelai nafas panjang dan berusaha menghilangkan kecemasannya.
Sedangkan Faraz tengah berdiri di depan cermin dengan beberapa orang yang membantu ia mengenakan pakaian pengantinnya.
"Apa semuanya sudah siap?" tanya ibu yang baru datang.
"Ya semua sudah siap Nyonya,"
"Baguslah.. kalau begitu cepat kita berangkat,"
Faraz masih berdiam diri seperti patung.
"Faraz cepatlah..." Ibu menarik tangan Faraz dan menuntunya keluar.
Fataz melangkah penuh kebimbangan,
Ibu Zeenat terus menuntun Faraz nenuju Mobilnya.
Netra Faraz tak sengaja melihat Kavita berada di sebrang jalan rumahnya.
Faraz yang sejak tadi menunduk lesu langsung mengangkat wajahnya dan menatap Kavita.
Ia terlihat bersemangat begitu melihat kavita, namun Ibu terus menuntunya masuk ke mobil.
Faraz pun menjadi tidak bisa diam dan terus melihat Kavita dari kaca spionnya.
"Faraz apa yang kamu fikiran, kenapa kamu begitu gelisah?" tanya Ibu.
Faraz tak menjawab pertanyaan Ibunya dan terus menatap Kavita.
"Faraaaaz...!" Netra Ibu tak sengaja melihat Kavita dari spion.
"Jadi Dia yang membuat mu resah?" tanya Ibu dengan kesal.
"Ada apa?" tanya Ayah yang duduk di kursi depan.
"Lihatlah Putra mu Zhehzad Dia masih saja menatap mantan istrinya yang telah mencampakkannya begitu saja," ucap Ibu kesal.
"Faraz, berhenti membuat kebodohan, dan fokuslah pada pernikahan mu," tegas Ayah.
__ADS_1
"Tidak Ayah... Tidak Ibu... Aku tidak bisa menikah dengan nya, tolong jangan paksa Aku," ucap Faraz.
Bersambung....