Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Hadiah Ayah Mertua


__ADS_3

Sambil menggendong Zayn, Bu Zeenat mengantar Nindi ke kamarnya, Kemudian mengantarnya ke ruang Bayi untuk menemui Ratna yang akan mengajarkan apa saja yang harus Ia kerjakan selama merawat Si Kembar.


Sementara Faraz kembali ke kamar.


Langkahnya terhenti di pintu yang baru separuh Ia buka. Ia tertegun melihat Alia yang tengah memerah ASI nya.


Dengan menelan salivanya, Faraz menutup pintu dan mendekati istrinya.


"Perlu bantuan?" tanya Faraz yang tak melepaskan pandangannya dari buah yang terlihat begitu segar seperti buah masak di pohonnya.


"Tidak, Nanti kalau Mas yang lakuin, Gak bakal terisi botolnya, Yang ada Mas minum sendiri." ucap Alia terkekeh.


"Kamu boleh menolak Mas sekarang, Tapi Mas pastikan sebelum Kita sampai di Kalimantan, Mas akan langsung memakan mu Hauppp." dengan memeragakan mulut dan tangannya memangsa Faraz menggigit kecil telinga Alia.


Alia mengernyitkan keningnya mencoba memahami maksud ucapan Faraz.


"Cepatlah satu jam lagi Kita berangkat."


"Hah! Malam-malam begini?"


"Iya, Besok Mas harus langsung kerja."


"Baiklah." Alia bergegas merapikan pakaiannya dan keluar membawa botol yang telah terisi ASI nya.


Sedangkan Faraz membawa koper keluar dari kamarnya dan meletakkannya di pintu keluar. Kemudian menyusul Alia ke Kamar si kembar.


Faraz membuka pintu perlahan dan melihat semua orang tengah berkumpul di ruang Bayi.


"Baiklah Ibu, Jika Ibu merasa lelah, Telfon Ibu ku untuk kemari." ucap Alia.


"Jangan khawatir Sayang, Sudah ada Ratna dan Nindi yang membantu Ibu."

__ADS_1


Alia terseyum dan mendekati Nindi.


"Kemarin Aku belum sempat terimakasih padamu, Sekarang Aku meminta bantuan mu lagi."


"Tidak apa-apa Nyonya, Selagi Saya bisa membantu, Saya akan terus membantu."


"Sekali lagi terimakasih ya Nin, Aku titip anak-anak." Alia memeluk Nindi dengan hangat. Kemudian mendekati Ratna.


"Kamu juga ya Ratna, Hati-hati."


"Iya Nyonya, Nyonya juga hati-hati."


"Baiklah, Kami pergi dulu Ibu." ucap Faraz memeluk Ibunya.


"Semoga sukses ya Sayang dan luangkan waktu sedikit untuk Alia setelah pekerjaan mu selesai."


"Ibu tenang saja."


Setelah menciumi si kembar, Faraz dan Alia meninggalkan kamar Mereka.


Ibu Zeenat mengantar Mereka sampai di depan pintu.


"Ibu." Alia kembali memeluk Ibu Zeenat.


"Kamu jangan khawatir, Ibu janji akan menjaga cucu Ibu dengan baik. Nikmatilah perjalanan mu."


Faraz merangkul Alia dan menitahnya ke mobil.


•••


Begitu sampai Bandara Alia tercengang karena harus menaiki pesawat yang tidak seperti Ia naiki saat pulang dari Jogja dan ke Lombok.

__ADS_1


Dengan wajah polosnya, Alia mendongakkan kepalanya melihat pesawat yang ada di depannya.


"Apa yang Kamu lihat Sayang, Ayo naik." Faraz tertawa sembari menarik tangan Alia menaiki anak tangga pesawat.


Setelah sampai atas, Alia kembali terdiam melihat isi dalam pesawat yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas mewah yang memiliki tampilan layaknya seperti Kamar, Lengkap dengan ranjang di dalamnya. Tidak hanya itu, Terdapat 2 pilihan meja makan, Yaitu formal dan kasual. Secara keseluruhan, Pesawat ini memiliki panjang sekitar 63.2 m.


"Kamu menyukainya?" Faraz memeluk Alia dari belakang dengan mencondongkan wajahnya kedepan untuk menatap wajah Alia.


"Mas ini, Di dalam pesawat ada yang seperti ini?"


"Ya,"


"Aku tidak pernah melihat ini, Bahkan di tv sekalipun."


"Sekarang Kamu bukan hanya akan sering melihatnya, Melainkan Kita akan pergi kemanapun menggunakan Pesawat jet ini."


"Hagh!"


"Ya, Ini Pesawat dari Ayah karena Kita telah memberinya Dua cucu laki-laki padanya."


Alia begitu terharu hingga Ia tak bisa berkata-kata lagi.


Rasanya masih seperti mimpi memiliki Suami dan kedua Mertua yang begitu menyayanginya, Padahal Dia hanya gadis biasa yang tidak memiliki apa-apa. Tapi orang tua Faraz tidak pernah mempermasalahkan statusnya, Malah selalu menghujaninya dengan kasih sayang dan cinta melebihi Putrinya sendiri.


"Ayolah Sayang, Aku tidak ingin melihatmu menangis, Aku ingin Kamu menikmati perjalanan Kita di dalam pesawat ini, Hanya Kita berdua." ucap Faraz yang sudah duduk di tepi ranjang sembari menepuk-nepuk sisi sebelahnya.


Alia mengernyitkan keningnya melihat Faraz yang menaik turunkan alisnya penuh arti.


Bersambung...


BACA JUGA PESONA MAJIKAN'KU YANG PASTI BIKIN KAMU PENGIN PUNYA SUAMI KAYA MAS REHAAN 🤣

__ADS_1


__ADS_2