
Dev kembali ke kamarnya dengan kesal,
Ia yang sejak kemarin mencoba menghubungi Kavita namun tidak di angkat kembali mencoba menghubunginya.
"Arrrgghhhh!!! Dia tidak juga mengangk ponselnya," Dev meremas rambutnya dengan kasar.
Drrtttt... Drrtttt....
Dev yang mendengar getaran ponselnya langsung mengangkat dengan penuh semangat.
"Akhirnya Kau menelfon ku," ucap Dev.
"Dev..."
Dev tersentak mendengar jika yang Ia dengar bukanlah suara Kavita.
Ia langsung melihat layar ponselnya dan benar saja yang tertulis di layar bukanlah Kavita melainkan Maya.
Dev kembali menempelkan benda pipih itu ke telinganya.
"Berrraninya Kau menghubungiku," ucap Dev mengeratkan giginya.
"Dev Aku..."
"Aku Apa! Aku sudah pernah mengatakannya padamu jangan pernah hubungi Aku terlebih dahulu dan jangan pernah melewati batasmu!"
Dev langsung mematikan ponselnya dengan kesal.
"Kavita, Andai saja Kau tidak menolak melayaniku," gumamnya dengan kesal
~~
Keesokan harinya.
Alia yang kembali ke kamar setelah melakukan aktivitas rumahnya terseyum melihat Faraz yang masih tertidur pulas di bawah selimut tebalnya.
Ia segera Naik ke tempat tidur dan mengusap lembut kepala Faraz.
Alia terseyum menatap wajah Faraz yang terlihat begitu tampan meskipun pada saat Ia tidur.
Alia mendekatkan wajahnya dan mengecup lembut kening Faraz Kemudian kembali menatapnya.
Tanpa mengatakan apapun tiba-tiba Faraz menempelkan jari telunjuk di bibirnya sendiri dengan mata yang masih terpejam.
__ADS_1
Sontak hal itu membuat Alia merona dan langsung menjauhkan wajahnya.
"Mau kemana!" Faraz membuka matanya dan menarik kembali Alia ke sisinya hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa centi.
"Kau sudah mencuri cium dariku, Lalu sekarang ingin melarikan diri?"
"Ee-e-Aku..." Alia merasa gugup di buatnya.
"Sekarang kembalikan ciuman yang telah Kau curi dariku," Faraz semakin mendekatkan bibirnya dan melingkarkan tangannya di pinggang Alia.
"Faraz matahari sudah terbit, Cepat bangun dan temani Aku membeli kebutuhan untuk di bawa ke Lombok,"
"Cck... Apa yang ingin Kau bawa, Kau tidak perlu membawa apapun, Jika Kau membutuhkan sesuatu Kita tinggal membelinya disana, Ayolah sebentar saja," rengek Faraz.
"Hanya cium," tawar Alia.
"Ya baiklah, Tapi saat nanti Kita di Lombok, Aku tidak akan membiarkanmu bangun dari ranjang." Faraz menyeringai lebar melihat Alia yang terlihat tercengang mendengar ucapan Faraz.
"Kenapa masih terdiam, Ayolah."
"E-e-ya."
Faraz yang melihat Alia terus saja ragu-ragu menciumnya langsung membalikkan tubuhnya dan mel*mat bibir Alia dengan menindihnya.
"Eummm..." Alia memukul-mukul punggung Faraz agar melepaskannya.
Sontak Faraz langsung melepaskan pagutannya.
"Awwhhh Sssttt... Alia apa yang Kau lakukan, Kenapa menggigit ku?" tanya Faraz menutup mulutnya sembari merasakan sakit di lidahnya.
"Ini salah mu sendiri, Kenapa Kau begitu agresif sampai tidak memberiku kesempatan untuk bernafas," ucap Alia terkekeh.
"Karena Aku sudah tidak sabar lagi jika harus menunggu Kita ke Lombok," ucap Faraz yang kembali mendekatkan bibirnya.
Alia tertawa dan menepis wajah Faraz.
Faraz terseyum dan kembali menatap Alia, Kemudian mengecup lembut punggung tangannya.
~~
Mereka sampai di pusat perbelanjaan.
Meskipun di rumah mengatakan tidak Namun Faraz menuruti keinginan Alia untuk membeli apa yang Alia butuhkan,
__ADS_1
Faraz terus mengikuti kemanapun Alia melangkah seperti Anak yang tengah mengikuti Ibunya.
"Faraz jangan cuma mengikuti Aku terus, pergilah dan cari kebutuhan mu,"
"Kebutuhanku saat ini hanya dirimu," ucap Faraz merapatkan tubuhnya.
"Faraaaaz..." Alia yang merasa malu sekaligus berbunga mendorong tubuh Faraz menjauh hingga tanpa sengaja menabrak seseorang di belakangnya.
"Ee-Maafkan Aku," ucap Faraz yang dengan sigap menoleh kebelakang dan menangkap tubuh Wanita itu yang nyaris terjatuh.
Seketika Faraz terdiam melihat wanita itu Adalah Kavita.
"Kavita,"
"Faraz,"
"Kau tidak papa?" tanya Faraz membantu Kavita berdiri dengan benar.
Kavita menatap heran Faraz yang terlihat tanpa beban apapun.
Ini sangat berbeda dengan hari kemarin yang menanyakan kata-kata yang menusuk hatinya.
"Kavitaaa..." Faraz membuyarkan lamunan Kavita dengan suara lembutnya.
"Ee-e-Aku tidak papa," ucap Kavita memaksakan senyumnya.
"Baiklah hati-hati," ucap Faraz sedikit mengulas senyum.
Alia mengernyitkan dahi melihat sikap lembut Faraz pada Kavita, Beda dari sebelumnya yang selalu emosional ketika melihat maupun mendengar nama Kavita.
"Kavita menganggukkan kepalanya pelan dan pergi meninggalkan Mereka.
Faraz kembali menoleh ke Alia dan menaikan dagu dan alisnya melihat Alia yang tersenyum menatapnya.
"Apa yang Kau fikirkan?" tanya Faraz kembali mendekati Alia.
"Aku sedang berfikir, Sepertinya Suamiku mendengar nasehat istrinya,"
"Ya, Kau benar, Ternyata jika Kita memaafkan dan mencoba bersikap baik pada orang yang menyakiti Kita akan terasa sangat menenangkan, Seperti tidak ada beban apapun," ucap Faraz merangkul pundak Alia.
"Aku senang melihat mu seperti ini Faraz, Aku janji Akan benar-benar membuatmu melupakan kesedihan mu dan memenuhi hari-hari mu dengan kebahagiaan," ucap Alia dalam hati.
Bersambung...
__ADS_1
MAAF HARI KEMARIN CUMA UP 1X KARENA KEMARIN BENAR-BENAR SIBUK, HARI INI PUN MASIH SIBUK, TAPI DI USAHAKAN NTAR MALAM UP LAGI.
JADI TERUS LIKE KOMEN DAN SEMANGATNYA DI TUNGGU 😘❤️