Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Mencoba Menjelaskan


__ADS_3

Faraz tercengang mendengar ucapannya.


Ia seakan kehilangan keseimbangannya, Memikirkan hal buruk yang terjadi pada Mereka.


"Omong kosong! Kemarin Kamu mengatakan Kamu hanya tidur di sofa dan tidak ada yang terjadi apapun di antara Kita, Lalu apa lagi kebenaran yang ingin Kamu bicarakan?"


"Memang itu benar, Tapi Saya ingin mengatakan kebenaran lainnya."


"Kebenaran-kebenaran, Kebenaran apa! Katakan dengan jelas!" hardik Faraz.


"Tuan Faraz, Teman-teman Anda memaksa Anda mabuk bukan tanpa alasan."


"Maksud mu?"


"Teman-teman Anda, Ee... Maksudku Tuan Barry.


Sebenarnya Mereka disuruh oleh Tuan Barry untuk membuat Anda mabuk. Setelah itu Tuan Barry menyuruh Saya mengantarmu untuk..."


"Untuk...?"


"Untuk membuat Anda seolah-olah tidur denganku."


"Apa!"


"Ya."


"Untuk apa Barry melakukan itu?"


"Apa lagi, Tuan Barry ingin menjatuhkan nama baik Anda dan bisa memenangkan tender yang sedang Kalian perebutkan.


"Lalu Kau melakukan itu padaku?"


"Tidak, Setelah Saya melepaskan pakaian Anda, Saya...


Saya melihat Foto Anda dan istri Anda tengah hamil besar, Saya tidak sanggup untuk melakukannya."

__ADS_1


"Hhhhuuuuuffff..." Faraz menghelai nafas lega.


"Sekarang masalahnya adalah, Tuan Barry memecat Saya karena Saya tidak mau menjalankan rencananya."


Faraz terdiam bingung.


"Tuan, Bisakah Anda memberikan Saya pekerjaan? Saya benar-benar sangat membutuhkannya."


"Bukankah kemarin Kamu mengatakan Kamu sepupunya Rendy?"


"Itu juga tidak benar, Jika Saya sepupu Tuan Rendy, Sekarang Saya tidak akan kesana kemari mencari pekerjaan. Saya hanya gadis biasa yang bekerja di perusahaan Tuan Barry dan di ajaknya ke pesta pernikahan Tuan Rendy untuk melancarkan rencananya."


"Apa jaminannya jika semua yang kamu katakan itu benar?"


"Tuan, Jika Saya berniat jahat, Saya sudah mengatakan pada istri Anda jika Kita tid..." Wanita itu tidak melanjutkan ucapannya, Ia benar-benar merasa malu untuk mengucapkan hal keji itu.


Faraz pun merasa canggung dan mengalihkan pandangannya.


"Apa ada kebenaran lainnya?" tanya Faraz tanpa menatapnya.


"Semoga saja, Aku tidak akan membiarkan mu jika setelah ini Kamu mengatakan hal lainnya lagi."


"Tidak Tuan, Sekarang Saya mengatakan hal yang sejujurnya, Tidak ada lagi yang Saya sembunyikan."


"Baiklah Siapa nama mu?"


"Nindi Tuan, Nindi Amelia."


"Baiklah, Aku akan membicarakan ini kepada istriku, Nanti akan ku beri tahu jika ada pekerjaan." Faraz mengambil kartu nama di meja kerjanya dan memberikan kepadanya.


•••


Sesampainya di rumah Faraz melihat Alia yang baru saja menidurkan Zayn. Sedangkan Zayd terlihat sudah tidur pulas.


Faraz menarik nafas dalam-dalam dan memeluk Alia dari belakang.

__ADS_1


Tanpa mengatakan apapun Faraz terus mempererat pelukannya sembari membenamkan wajahnya di bahu Alia. Ia benar-benar merasa takut jika hal buruk terjadi pada pernikahannya.


Alia merasa aneh dengan sikap Faraz yang tidak seperti biasanya.


Ia memutar tubuhnya dan menatap Faraz yang menunduk sedih.


"Ada apa Mas?"


Faraz hanya menggelengkan kepalanya dan kembali memeluk Alia.


"Apa ada masalah di kantor?"


"Jangan katakan apapun sekarang, Mas hanya ingin memelukmu."


Alia terdiam dan hanya mengelus punggung suaminya untuk membuatnya tenang.


Setelah mandi dan makan malam perasaan Faraz pun mulai merasa lebih tenang, Faraz menarik nafas dalam-dalam dan bersiap menceritakan apa yang terjadi di kantor.


"Sayang bisa Kita bicara sebentar?"


Alia memandang Faraz aneh dan menganggukkan kepalanya pelan.


Setelah duduk berhadapan di tepi ranjang, Faraz mengusap pipi Alia dan menciumnya sekilas.


"Ada apa Mas, Kenapa Mas sejak pulang terlihat aneh?"


"Mas ingin mengatakan tentang.... E-e tentang..."


"Oweee... Oweee... Oweee..."


"Sebentar ya Mas." Alia pun beranjak dan mengambil Zayd tiba-tiba menangis.


"Hhhhuuuuuffff..." Faraz menyangga kepalanya sembari memijitnya.


Bersambung...

__ADS_1


BACA JUGA PESONA MAJIKAN'KU YANG TIDAK KALAH MENEGANGKAN 😀🙏


__ADS_2