
"Jangan ikut campur! Ini perintah langsung dari Ayah Nona Alea, Jadi ini bukan kriminal." ucap salah seorang Pria yang tengah bertarung dengan Zayd.
"Seharusnya Kalian katakan pada Majikn kalian, Jika menyakiti Putri sendiri juga salah satu kejahatan."
"Banyak bacot! Bhug! Bhug! Bhug!"
Zayd memegangi hidungnya yang di tonjok berkali-kali.
Belum sempat Zayd bangkit, Zayd kembali mendapat serangan dari belakang. Namun Alea yang melihatnya segera berlari menghalangi Zayd dari terkena pukulan balok kayu.
"Aaaaa!" Alea menahan rasa sakit di punggungnya.
"Alea." Zayd memeluk tubuh Alea yang merosot ke bawah.
"Aku tidak papa Tuan," ucap Alea menahan rasa sakitnya.
Zayd melepaskan Alea dan segera bangkit menghajar Mereka semua.
"Bhug! Bhug! Bhug!" tanpa ampun Zayd memukul Mereka semua dengan balok kayu yang tadi digunakan untuk memukul Alea.
Setelah Mereka tersungkur, Zayd membopong tubuh Alea dan membawa ke mobilnya.
"Aku tidak papa Tuan."
"Apa Aku bertanya?" dengan memakaikan seatbelt Mereka saling menatap dari jarak yang sangat dekat.
Alea mengusap darah yang mengalir dari hidung Zayd.
Sontak membuat Zayd merasa canggung dan mengalihkan wajahnya.
•••
__ADS_1
Bryan yang melihat Zia lewat di depan kamarnya segera menyergap dan menariknya masuk dalam kamarnya.
JEBRETTT...!!!
"Om Bryan..." Zia menatap Bryan gugup.
Bryan mendorongnya ke dinding dan menatap lekat Zia yang kini berada di bawah kungkungannya.
"Kenapa Zia lakukan ini pada Om? Kenapa Zia benar-benar tidak lagi datang pada Om padahal ujian sudah selesai?"
"Bukankah ini yang Om inginkan, Bukankah Om tidak suka jika Aku datang?"
"Tapi kini Om sudah terbiasa dengan kehadiranmu, Selama hampir dua minggu ini Om begitu sangat merindukanmu, Tapi Om menahan diri sampai Kamu menyelesaikan ujianmu, Agar Kamu fokus belajar, Sekarang Om tidak bisa lagi menahan diri Zia, Om benar-benar merindukanmu." dengan nafas yang memburu Bryan menangkup wajah Zia dan mencoba meraih bibir ranumnya.
Namun Zia melepaskan diri dan melangkah membelakangi Bryan.
"Ada apa Zia, Apa Zia tidak lagi mencintai Om?"
"Zia, Jangan bersikap seperti ini pada Om."
"Apa pengaruhnya, Bukankah Om tidak mencintai Zia?"
"Zia..!!!" Bryan kembali mendorong tubuh Zia ke dinding.
Zia yang tingginya hanya sebatas dada Bryan, Harus menengadahkan kepalanya ke atas agar bisa menatap kedua mata Om Bryan.
Bryan merasakan desiran dalam dirinya yang begitu kuat saat menatap dalam Zia yang jaraknya hanya beberapa centi.
"Lalu menurut Zia apa yang sedang Om lakukan disini?"
Zia hanya diam menatap Pria yang selama ini Ia kejar hingga melupakan harga dirinya.
__ADS_1
Bryan mengangkat tubuh Zia dan membuat kedua kakinya melingkar di pinggangnya. Kemudian memeluknya dengan erat merapat ke dinding dan meraih bibir Zia yang sejak tadi begitu menggodanya.
"Eumm, Ohhhhh..." nafas gemuruh penuh gai'rah menguasai Bryan yang tidak bisa lagi memendam rasa cinta dan hasratnya.
Zia yang masih begitu polos tidak berkutik saat berada dalam tautan bibir Pria dewasa tersebut.
Dengan tidak melepaskan tautannya, Bryan membaringkan tubuh Zia ke ranjang, Kini tubuh mungil Zia berada di bawah kungkungan tubuh kekar Om Duda pujaan hatinya.
"I love u Zia," ucap Bryan mengusap kepala Zia penuh kasih sayang.
"Om..?" Zia menatap Bryan dengan tatapan tak percaya.
"Kamu sudah berhasil membuat Om tidak bisa tidur nyenyak, Kamu sudah berhasil membuat Om terseyum sendiri dan Kamu sudah berhasil membuat Om resah karena sikap dinginmu, Om sangat mencintaimu Zia."
"Om..." dengan perasaan haru, Zia melingkarkan kedua tangannya ke leher Bryan dan membuat Bryan jatuh ke ceruk lehernya.
Zia tidak pernah menyangka akhirnya usahanya selama ini tidak sia-sia.
Bryan mengankat kepalanya dan kembali menatap Zia.
Begitupun dengan Zia yang kini menatap Bryan dengan tatapan kebahagiaan. Seperti sama-sama menginginkan, Keduanya kembali menyatukan bibirnya.
Ciu'man penuh cinta dan nafsu antara remaja dan Pria dewasa yang sudah lama menduda membuat ciu'man Mereka terasa begitu panas menguasai diri masing-masing.
Bryan yang sudah begitu piawai membuat Zia melayang-layang merasakan ciu'man pertamanya.
Desa'han lirih lolos dari bibir Zia membuat Bryan semakin berga'irah. Namun aksi panas Mereka terhenti saat keduanya mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Bryan dan Zia yang masih dengan posisinya saling menatap panik melihat pintu yang terus saja di ketuk
Bersambung...
__ADS_1
📌 BERKOMENTARLAH YANG BIJAK, BUAT YANG TIDAK SUKA DUDA DAN REMAJA SKIP SAJA. SAYA RASA BUKAN NOVEL SAYA SAJA YANG MENGISAHKAN REMAJA DAN DUDA YANG JARAKNYA 20TH JATUH CINTA, NOVEL LAIN JUGA BANYAK YANG JARAKNYA JAUH HINGGA ADA YANG 25TH. BAHKAN DI DUNIA NYATA SEKALIPUN BANYAK YANG JARAKNYA PULUHAN TAHUN MENIKAH DAN MENJADI KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH. KARENA USIA BUKAN PENENTU JODOH DAN KEMATIAN SESEORANG ‼️