Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Setelah Malam itu


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan Faraz telungkup di pangkuan Alia.


Tubuhnya kian lemah karena darah terus mengalir tanpa henti.


Sedangkan Alia terus menangis menyesali apa yang telah terjadi.


Faraz mengernyitkan dahi katika merasa pipinya basah.


"Cupuuu... Berhentilah menangis, Air mata mu membasahi pipi ku," ucap Faraz tanpa membuka matanya.


Alia mengusap air matanya kemudian mengusap pipi Faraz yang terkena tetesan air matanya.


"Pak, tolong lebih cepat lagi," pekik Alia.


"Sebentar lagi kita sampai," saut si Supir.


"Bucin... Apa Kau masih mendengar ku?"


"Apa Kau fikir Aku sudah mati?" ucap Faraz dengan suara lemahnya.


Alia terseyum di tengah kesedihannya.


"Kau masih bisa bergurau dalam keadaan seperti ini," ucap Alia.


Faraz tak lagi menjawab ucapan Alia.


°°°


Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah sakit.


"Bucin buka matamu, kita sudah sampai,"


Faraz membuka matanya dan beranjak duduk.


"Aaaa..." Faraz menahan rasa sakitnya.


"Pak.... Tolong panggilkan perawat kemari," pekik Alia.


"Baik Mbak," Pak Supir segera memanggil perawat.


"Bucin bertahan lah," ucap Alia memegang kedua bahu Faraz.


Faraz memejamkan matanya merasakan pandangannya yang semakin kabur.


Dan tak lama kemudian Pak supir kembali dengan beberapa perawat,


Dengan sisa-sisa tenaganya Faraz di bantu oleh para perawat turun dari mobil dan naik ke brankar.


"Pak terimakasih banyak telah menolong kami," ucap Alia pada Pak Supir.


"Sama-sama semoga suaminya cepat sembuh," ucap Supir lalu pergi


"Silahkan Anda mengurus Administrasi nya, Dan kami akan segera. menanganinya," ucap salah satu suster.


Alia mengangguk dan berlari ke ruang Administrasi.

__ADS_1


Sedangkan Dokter langsung menangani Faraz di meja operasi.


Setelah membersihkan dan membius area luka, dokter menutup luka menggunakan lem kulit.


Alia sudah di depan ruang operasi.


Ia benar-benar merasa khawatir dengan keadaan Faraz.


Namun jam tangan yang menunjukan pukul 02.13 dini hari, Alia memutuskan untuk tidak memberitahu keluarganya dulu.


Di dalam kegelisahannya pintu operasi pun terbuka.


Alia segera menghampiri Dokter untuk menanyakan keadaan suaminya.


"Dokter, bagaimana keadaan Suamiku?" tanya Alia cemas.


"Lukanya cukup dalam, namun Anda tidak perlu khawatir karena lukanya tidak sampai mengenai organ bagian dalam tubuhnya." jelas Dokter.


"lalu sekarang bagaimana keadaan Suamiku Dok?"


"Setelah operasi selesai sepertinya Dia langsung tertidur," ucap Dokter terseyum.


Alia membalas dengan senyum tipisnya.


"Baiklah, silahkan kalau mau melihat suami Anda, saya tinggal dulu,"


"Terimakasih Dok,"


Dokter pun pergi, sementara Alia langsung melihat keadaan Faraz.


Dengan kesedihan dan rasa penyesalan Alia menatap wajah Faraz yang harus tidur dengan telungkup.


°°°°


Pagi Hari.


Faraz membuka matanya dan melihat Alia yang tertidur menggenggam tangan nya.


Faraz yang tidak ingin mengganggu Alia tidur, dengan sangat berhati-hati melepaskan tangan Alia dari tangannya.


namun hal itu tetap membuat Alia terusik dan membuka matanya.


"Bucin, Kau sudah bangun?"


"Ya," jawab Faraz singkat.


"Mau kemana?" tanya Alia yang melihat Faraz berusaha bangun.


"Tubuh ku terasa kaku sekali, Aku ingin pulang sekarang," ucap Faraz.


"Tapi bagaimana dengan luka mu?"


"Aku tidak papa, cepat urus kepulangan ku," tegas Faraz.


"Kau yakin?"

__ADS_1


"Ya, Aku tidak suka rumah sakit, yang ada Aku akan semakin sakit disini," ucap Faraz.


"Baiklah, Kau tunggu disini, Aku akan memanggil Dokter,"


Faraz mengangguk dan melemaskan otot-otot nya.


Tak lama kemudian Alia datang dengan Dokter.


"Selamat pagi Faraz Shehzad Shaikh," sapa Dokter dengan ramahnya.


"Anda mengenal ku?" tanya Faraz.


"Tau dari Anak, tiap hari ngepoin Instagram Anda terus," ucap Dokter sembari mengganti perban Faraz.


Faraz terseyum tipis


"Bisakah Saya pulang hari ini Dok?"


"Ya tentu, Kau sudah terlihat segar, dan luka mu juga bisa rawat jalan, jadi tidak masalah jika Anda ingin pulang sekarang." jelas Dokter.


"Terimakasih banyak Dok," ucap Faraz.


"Baiklah kalau begitu, selesaikan administrasi nya,"


"Baik Dok," ucap Alia.


setelah menyelesaikan administrasi, Faraz dan Alia menyempatkan diri berfoto bersama Dokter dan beberap suster sebelum akhirnya mereka meninggalkan rumah sakit.


~~


Mereka pun sampai ke rumah.


Alia yang tidak melihat Ibu, langsung membawa Faraz kekamar.


"Duduklah..." titah Alia.


Faraz duduk dengan perlahan.


Alia duduk menatap wajah Faraz yang lebam akibat tonjokan para preman itu.


"Maaf kan Aku Faraz... Ini semua gara-gara Aku, Jika Aku tidak mengajakmu keluar ini semua tidak akan terjadi," tangis Alia yang langsung memeluk Faraz.


Faraz terhenyak mendapat pelukan tiba-tiba dari Alia,


Ia menundukkan pandangannya dan melihat Alia menyandarkan kepalanya di dadanya.


Tidak seperti biasanya, kali ini Faraz membiarkan Alia menangis di dadanya tanpa protes sedikit pun.


Bersambung...


Maaf lama, Author lagi berduka kehilangan FB 🤧


Add FB Author yang baru ya biar Author semangat 🤗


FB : I'tsmenoor , IG @_itsmenoor 🙏

__ADS_1


__ADS_2