Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Berita menghebohkan


__ADS_3

"Kavita..." Faraz melambaikan tangan ke depan wajah kavita yang masih terpaku menatapnya.


"Hah!" Kavita tersadar dari lamunannya.


"Apa yang kamu fikiran?"


"Tidak ada... Ee... Faraz ini sudah malam, Kita pulang sekarang."


"Ya, baiklah."


Mereka pun berjalan pulang ke rumah masing-masing.


Sesampainya di depan rumah mereka saling menoleh sebelum memasuki gerbang.


"Faraaaaz...."


"Ya..."


"Bisakah kita bertemu lagi?"


"Ya... Tentu." ucap Faraz tersenyum


"Baiklah... Sampai jumpa."


"Sampai jumpa Kavita,"


Kavita pun tersenyum dan masuk kedalam.


Faraz masuk kerumahnya dengan perasaan yang sangat bahagia.


Ia memeluk ibunya yang tengah serius menonton televisi.


"Ibuuuu...."


"Dari mana saja kamu, dan apa yang membuatmu begitu bahagia?"


"Aku baru saja...."

__ADS_1


"Breaking news, Faraz Shehzad Shaikh seorang model terkenal dan juga Putra dari Pengusaha terkenal Shehzad Shaikh...."


Faraz dan Ibu terkejut dan langsung melihat TV karna namanya di sebut dalam sebuah berita.


"Faraz Shehzad Shaikh adalah pengusaha muda sukses yang merangkap sebagai model yang beberapa tahun ini berkiprah di Malaysia telah membuat kehebohan di salah satu restoran Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan salah satu karyawan nya.


Sumber mengatakan bahwa Faraz telah bermalam bersama salah satu karyawan di restoran itu (Gambar Alia pun terpampang nyata di layar televisi) Kita masih belum mengetahui apa sebenarnya hubungan mereka karena yang media tau Faraz masih mempunyai istri sah ya itu Kavita Semwal Jafri, kita tunggu saja berita selanjutnya..."


Zeenat langsung mematikan televisi, ia benar-benar shock mendengar berita yang baru Ia dengar.


"Apa yang mereka beritakan?" ucap Zeenat yang merasa sesak.


"Siapa yang berani mencemarkan nama baik ku seperti itu." ucap Faraz kesal.


"Bukan nama baikmu tapi nama baik Alia!" tegas Ibu.


"Apa maksud ibu?"


"Apa? Kamu fikir Siapa yang paling di permalukan dalam berita ini?"


Faraz terdiam menundukkan kepalanya.


Di rumahnya Kavita juga melihat berita yang sama.


"Tadi Faraz bilang Dia belum menemukan seseorang tapi berita ini...?"


Kavita merasa ada yang aneh dengan perasaannya setelah melihat berita ini.


Alia juga melihat berita yang sama, ia meneteskan air matanya karena merasa nama baiknya sudah tercemar.


"Bagaimana ini bisa terjadi Alia?" tanya Ibu dengan tatapan kosongnya.


"Ibu Aku tidak tau, Tapiii..." Alia mengingat saat Bu Zeenat menanyakan kebenaran jika Faraz tidur di kamar Alia dengan keras hingga orang-orang menatapnya.


"Tapi apa Alia..?"


"Saat di restoran Nyonya Zeenat berbicara dengan keras saat mengetahui Faraz tidur di kamar ku, mungkin seseorang menjual berita ini." ucap Alia menangis.

__ADS_1


"Sekarang kamu lihat apa yg terjadi atas kebodohan mu Alia, sekarang kamu bukan saja anak orang miskin tapi kehormatan mu sebagai seorang wanita juga telah tercoreng, semua akan tau berita ini, bagaimana jika tidak ada Pria yang mau menikahi mu," ucap Ibu menangis.


"Ibu maafkan Aku, Aku tidak tau jika niat baik ku menolongnya akan berakhir seperti ini," Alia menangis dan bersimpuh di kaki ibunya.


°°°


"Kamu harus menikahi Alia!" tegas Zeenat.


"Apa!" Faraz begitu terkejut mendengar permintaan ibunya.


"Apa yang Ibu katakan, Kenapa Aku harus menikahinya, Aku tidak melakukan apapun,"


"Gara-gara perbuatan mu sekarang nama baik Alia tercoreng,"


"Ibu... Bukan nama Dia saja, Nama ku juga."


"Tapi masyarakat hanya akan memandang rendah si wanita, bukan Pria,


Apa lagi selama ini kamu hidup di luar negeri, mungkin mereka akan berfikir ini sudah biasa untukmu tapi untuk Alia? Hal seperti ini di negara kita masih tabu Faraaaaz..." jelas ibu.


"Apa yang akan orang-orang nilai tentang Alia, mereka pasti akan berfikir Alia bukan gadis baik-baik." lanjut Ibu.


"Ibu dari awal ini kesalahan gadis itu, jika Dia tidak membawaku ke rumahnya ini semua tidak akan terjadi, pokoknya Aku tidak mau menikah dengan gadis cupu itu." tegas Faraz lalu pergi meninggalkan Ibunya.


"Faraaaaz... Faraaaaz... Kamu harus menuruti permintaan Ibu!"


"Ada apa Zeenat, kenapa berteriak?" tanya Shehzad yang baru pulang.


"Shehzad..." Ibu pun menceritakan semuanya.


"Apa menurutmu keputusan ku salah?" tanya Zeenat.


"Jika kamu sudah bertemu dengan gadis itu dan kamu yakin Dia gadis baik Aku akan mendukung keputusan mu." ucap Shehzad.


"Ya Aku sudah melihatnya, Dia bukan hanya cantik tapi Dia juga gadis yang sangat baik, apa lagi Dia Putri dari sahabat ku,"


"Ya, kalau begitu sekarang kita tinggal meyakinkan Faraz agar Dia mau menikahi gadis itu,

__ADS_1


Sekarang kamu beristirahatlah besok kita bicarakan lagi,"


Bersambung....


__ADS_2