
Mendengar Sang Bos memanggilnya Nona membuat gadis itu menahan tawanya, Dia tau Bos nya itu sedang menahan kekesalannya makanya sengaja memanggilnya Nona.
"Sekarang bagaimana." gumam Zayd meraba-raba saku celana dan jasanya untuk mencari ponselnya. Namun ia tidak menemukannya. Zayd pun menepuk keningnya dan mengingat ponselnya ada di tas yang Ia lempar saat ingin menghentikan pintu lift menghimpit karyawannya.
"Kamu bawa ponsel?" tanya Zayd pada Gadis itu.
Gadis itu mengangguk kepalanya dan memberikan ponselnya.
Namun ponsel gadis itu tidak terdapat sinyal sehingga Zayd tidak bisa menghubungi siapapun.
"Ini tidak berguna." Zayd mengembalikan ponsel itu tanpa menatapnya.
Kemudian keduanya terdiam dan tidak tau apa yang harus Mereka lakukan.
Gadis itu yang memang memiliki karakter periang mulai membuka pembicaraan untuk menghilangkan kebosanan Mereka yang entah sampai kapan Mereka terjebak di dalam lift tersebut.
Namun begitu banyak yang sudah Ia bicarakan dan mencoba membuat lelucon tak mampu membuat Bos nya itu tertawa.
"Heum, Sepertinya yang Mereka bicarakan tentang Anda benar," ucap gadis itu lalu duduk di lantai.
Mendengar kata-kata itu membuat Zayd bereaksi dan menatapnya.
"Apa yang Mereka bicarakan tentang ku?" Zayd yang masih berdiri menoleh kearah gadis itu yang duduk memeluk lututnya.
"Jika gigi Anda telah gripis makanya Anda malu untuk tertawa."
"Kau berani mengatakan itu?" Zayd mendekat di depan gadis itu sambil berjongkok menatapnya.
"Bukan Aku yang mengatakannya, Tapi Mereka."
"Dan Kau percaya?" ucap Zayd yang mulai meninggikan suaranya.
"Aku percaya karena Aku anak baru di perusahaan ini, Dan sejak satu Minggu Aku di sini, Aku juga tidak pernah melihat Anda tertawa."
"Apa Aku harus tertawa memperlihatkan gigiku seperti iklan pasta gigi?"
Gadis itu terpingkal mendengar jawaban Zayd.
Zayd yang melihat tawa gadis itu hingga matanya menyipit membuatnya tertarik untuk terus menatapnya, Ini tatapan pertamanya pada seorang gadis yang Ia lakukan atas keinginannya sendiri.
Tawanya yang lebar memperlihatkan giginya yang rapi dan lesung pipi yang membuat tawanya semakin manis.
Zayd terus menatapnya sampai gadis itu tersadar dan menghentikan tawanya.
"E-e.. Maafkan Aku Tuan, Aku hanya bercanda, Aku hanya ingin membuat Anda tidak merasa bosan terjebak disini, Aku mohon jangan pecat Aku ya Tuan." gadis itu merubah mimik wajahnya yang awalnya ceria menjadi memelas dan terlihat sangat menggemaskan di mata Zayd hingga membuat Zayd dengan sendirinya terseyum memperlihatkan giginya.
__ADS_1
"Hahhh! Anda tertawa?" ucap Gadis itu yang seakan tak percaya karena berhasil membuat Bos dinginnya itu tertawa.
"Yeyyy Tuan Zayd tertawa, Seperti anak kecil gadis itu melompat bahagia karena merasa telah berhasil memecahkan batu es hingga tubuhnya menabrak Zayd, Dengan cepat Zayd langsung mendekap tubuh gadis itu hingga kedua mata Mereka bertemu.
Tanpa perasaan gadis itu langsung melepaskan dekapan Bosnya.
"Maafkan Aku, Hehe.." ucap Gadis itu yang kembali duduk di lantai dengan santainya.
Zayd kembali mengukir senyum dan ikut duduk di sampingnya.
"Siapa nama mu?"
Gadis itu menatap Zayd, Ia seakan tak percaya Bosnya yang seperti kulkas berjalan ini menanyakan namanya.
"Kamu punya nama?"
"Tentu," Gadis itu menaik turunkan alisnya dan menunjuk pin nama yang tersemat di seragam baju kerjanya.
"Alea Andreana," ucap Zayd dalam hati.
Dengan senyum tipisnya Alea menaik turunkan alisnya.
Zayd menggelengkan kepalanya dan menjatuhkan bo'kongnya ke lantai dan bersandar di dinding Lift.
•••
Keduanya saling melempar senyum dan saling mengenalkan diri masing-masing.
"Senang bisa bekerja sama denganmu." ucap Zayn.
"Justru Aku yang merasa sengat senang karena akhirnya Aku bisa bekerjasama denga Model popular sepertimu." ucap Clarissa sembari meletakkan kedua tangannya di pundak Zayn dengan gestur menggoda.
"Kamu mengenalku?"
"Siapa yang tidak mengenal Zayn Athallah Faraz Shaikh yang begitu di gilai banyak kaum hawa."
"Apa Kamu salah satunya?" goda Zayn membelai wajah Clarissa.
"Tentu." kini tangan Clarissa telah melingkar di leher Zayn dengan tatapan nakalnya.
"Aku fikir Kamu tidak mengenalku, Kamu datang dan masuk ke ruang ganti tanpa menyapaku."
"Aku hanya ingin Kamu memperhatikan ku."
Zayn tertawa dan merasa senang karena ketertarikannya pada Carissa di sambut dengan baik olehnya.
__ADS_1
Malam Hari 🌙
Zia tengah bersedih dengan memeluk gulingnya memikirkan Pria yang mencuri hatinya telah memiliki Anak dan istri.
Padahal ini pertama kalinya Ia merasakan apa yang namanya jatuh cinta. Namun belum juga cinta itu tumbuh, Ia harus merasakan patah hati karena sang pujaan hati telah memiliki istri.
Ceklekkk...!!!
Zia menyembunyikan kesedihannya melihat Papanya memasuki kamarnya.
"Sayang.."
"Kok Papa tungguin gak keluar-keluar dari kamar? Ada apa, Kamu lagi ada masalah?"
"Lagi gak mood aja Pa."
"Kemarin semangat banget, Kok sekarang jadi murung begitu."
"Sepi aja Pa, Kak Zayn dak Zayd belum pulang." kilah Zia.
"Sama Papa Ama mama aja yuk."
Zia mengangguk dan beranjak duduk.
"Oh ya Pa, boleh tanya gak?"
"Apa?
"Om Bryan udah nikah ya?"
"Udah, Tapi istrinya sudah meninggal."
"Hah, Apa! Jadi istrinya sudah meninggal?"
"Kok Kamu kelihatan seneng denger ada orang meninggal?"
"E-e Bukan gitu Pa, Aku hanya terkejut saja, Tadi Om Bryan cuma bilang udah nikah, Gak bilang istrinya udah meninggal."
"Udah meninggal lama, Anaknya aja seumuran Kakak mu."
"Apa! Kalau umur Anak Om Bryan sudah 18th Om Bryan umur berapa, Kok gak kelihatan tua?"
"37 atau 38 Papa lupa, Emang kenapa sih tanya-tanya, Jangan bilang Kamu naksir sama Om Bryan."
"Hagh! Ya, Enggak lah Pa, Masa naksir sama Om Om." Zia memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan perasaannya.
__ADS_1
Bersambung...
📌 JANGAN LUPA NAMPIR KE NOVEL TERBARU AUTOR "SUAMI YANG KU BELI" YANG SEDANG MEMASUKI PERJUANGAN SUAMI YANG TENGAH BERUSAHA MEREBUT HATI ISTRINYA KEMBALI YANG SUDAH DI DZOLIMI 😂