Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 99 Kemanjaan El Zatta


__ADS_3

Keesokan harinya, saat fajar mulai menyingsing. Terdengar suara ketukan pintu di kamar Shopia. Membuat sepasang suami istri yang tidur berpelukan itu menjadi terganggu tidurnya. Apalagi, disela-sela suara ketukan itu terdengar suara putrinya yang menangis.


Shopia langsung bangun dari tidurnya dan segera memakai baju tidurnya kembali yang berserakan di bawah tempat tidurnya. Dirasa sudah rapi, barulah Shopia membukakan pintu kamarnya. Terlihat di sana perawat sedang menggendong putrinya yang menangis.


"El kenapa?" tanya Shopia seraya mengambil alih putrinya dari perawat itu.


"Ma-ma Pa-pa ...." El Zatta terus saja menangis sesenggukan seraya memanggil mama papanya. Meskipun belum lancar, tetapi apa yang dikatakannya cukup dimengerti.


"Gak tahu Mbak. Dia tidak mau berhenti nangis. Gak biasanya El nangis tidak mau berhenti," adu Mira.


"Biar El sama saya saja Mbak, Mbak Mira bersih-bersih saja dulu," suruh Sophia.


"Baik Mbak, terima kasih!" sahut Mira lalu dia pun berlalu pergi menuju ke kamarnya.


Sementara Sofia segera menghadapi suaminya yang kembali tertidur dengan bergelung selimut dan memeluk erat guling. Saat Sophia sudah ada di samping Ganesha barulah laki-laki itu membuka matanya. Dia mengulurkan tangannya menyambut kedatangan El.


"Putri papa kenapa, pagi-pagi kho udah nangis?" tanya Ganesha.


"El kangen sama Papa," ucap Sophia seraya menirukan suara El.


"Sini sama Papa. Biar Mama mandi duluan atau kita mandi bersama saja," usul Ganesha.


"Mas ikh! Nanti bukan mandi kalau barengan tapi yang lain-lain yang Mas lakuin," protes Shopia dengan memutar bola matanya malas.


"Enggaklah! Kan ada El, mana berani Papa gitu-gituan di depan princess Papa yang cantik ini," ucap Ganesha dengan menggelitik perut El dengan dagunya membuat El yang masih terisak menjadi tertawa kegelian.


"Pa-pa ...."


"Iya, Sayang. Bobo lagi sama Papa ya! Nanti El mandi sama Papa mau?" tanya Ganesha setelah Shopia pergi ke kamar mandi.


Seperti yang sudah mengerti, El menggelengkan kepalanya menolak ajakan Ganesha. Gadis kecil itu menyelusupkan badannya ke dalam pelukan Ganesha dan kembali tertidur di dalam dekapan Papanya. Melihat semua itu, Ganesha hanya tersenyum tipis lalu kembali memejamkan matanya.


Sementara Shopia hanya tersenyum tipis saat dia sudah selesai mandi, melihat anak dan suaminya yang kembali tertidur. Dia pun segera merapikan penampilannya sebelum beranjak pergi meninggalkan dua orang yang berarti dalam hidupnya. Shopia sengaja tidak mengganggu anak dan suaminya, khawatir El akan menangis kembali.

__ADS_1


"Mbak, ini makanan untuk sarapan pagi El," ucap Mira seraya menunggu semangkuk bubur bayi yang sengaja dibuat khusus untuk El Zatta.


"Sudah siap ya! Pakai menu lengkap, kan?" tanya Shopia untuk memastikan.


"Iya, Mbak. Ini pakai beras, daging, brokoli, tahu, bawang merah, bawang putih dan sedikit keju untuk memberikan rasa asin," ungkap Mira.


"Itu cukup Mbak. Oh, iya Mbak Mira, nanti ke aku antar ke rumah Mama ya! Soalnya aku dan Mas Anez mau ke butik sebentar. Nanti sepulang dari butik, aku jemput lagi."


"Kalau di sini saja bagaimana Mbak?" tanya Mira.


"Mama kangen dengan cucunya. Biar Mbak Mira juga tidak terlalu lelah menjaga El sendiri," jelas Shopia. "Oh Iya, buburnya disimpan saja dulu, soalnya El tidur lagi dengan papanya. Ini mau bikin sarapan dulu buat Papanya El."


"Baik, Mbak. Saya mau siapkan dulu perlengkapan untuk El," ucap Mira kemudian bergegas ke kamar anak dan menyiapkan perlengkapan El selama bayi cantik itu berada di rumah omanya.


Sementara Shopia mulai menyiapkan sarapan untuk suaminya. Hanya roti sandwich dengan segelas susu yang menjadi menu sarapan Ganesha. Setelah Shopia melahirkan, Ganesha memang kembali ke menu semula sebelum istrinya itu hamil oleh anak pertamanya.


Sementara untuk dia sendiri, Shopia membuat nasi goreng seafood kedukaannya. Dengan udang, baso, telur, teri nasi, dan sedikit sayur sawi yang menjadi pelengkap utamanya. Setelah semuanya selesai, dia pun membawa semua makanan untuk sarapan pagi ke kamarnya. Shopia berencana makan di balkon dengan menikmati matahari pagi bersama dengan anak dan suaminya.


"Wangi sekali nasi gorengnya," ucap Ganesha saat dia sudah keluar dari kamar mandi.


"Mau sarapan nasi goreng, Mas?" tanya Shopia dengan membalikkan badannya melihat ke arah Ganesha.


"Tidak! Mas hanya ingin menyicip saja." Ganesha mengecup singkat bibir Shopia yang berdiri tepat di depannya. Dia langsung memakai bajunya tanpa memperdulikan Shopia yang terkejut dengan kecupannya yang singkat. "Kenapa bengong? Masih kurang?"


"Enggak, Mas senang sekali mencuri ciuman disaat aku belum siap. Aku tunggu di balkon ya!" ujar Shopia seraya berlalu pergi meninggalkan suaminya.


Ganesha hanya tersenyum tipis melihat kepergian istrinya. Laki-laki bertubuh tegap itu segera merapikan penampilannya agar bisa secepatnya menyusul Shopia. Namun, baru saja dia akan beranjak pergi, terdengar suara tangisan putrinya yang terbangun dari tidurnya. Ganesha pun segera menggendong El dan membawanya ke balkon.


"Mi-mi ...." pinta El dengan mengulurkan tangannya pada Shopia.


Shopia tersenyum menyambut kedatangan putrinya. Dia pun segera mengambil alih El dan memberikan sumber kehidupan untuk putri kecilnya. Sementara Ganesha memakan sarapannya seraya menyuapi Shopia.


Selesai menikmati sarapan paginya, Ganesha segera membereskan bekas makan mereka. Lalu dia sendiri yang menyimpannya ke dapur karena El tidak mau lepas dari mamanya. Gadis kecil itu seakan enggan jauh dari mama dan papanya.

__ADS_1


"Shopia, Mas ke kantor dulu ya! Nanti menjelang jam makan siang Mas jemput kamu ke sini. El Sayang, Papa berangkat dulu ya!" pamit Ganesha lalu mencium anak dan istrinya bergantian.


Mendapatkan ciuman dari papanya, El pun melepaskan sumber kehidupannya. Dia meminta digendong oleh Ganesha sebelum papanya berangkat ke kantor. Ganesha hanya tersenyum melihat kemanjaan putrinya seraya mengambil alih El dari Shopia.


"Shopia, tolong bawa tas kerja Mas. Biar Mas yang gendong El ke bawah," ucap Ganesha.


"Iya, Mas!" sahut Shopia seraya mengikuti langkah kaki suaminya. Namun, dia langsung menuju ke ruang kerja Ganesha yang ada di samping kamarnya untuk mengambil tas kerja suaminya.


Prang!


Tanpa sengaja Shopia menyenggol foto pernikahannya dengan Ganesha hingga kaca dalam pigura itu pecah tak berbentuk. Dia pun segera mengambil fotonya dan membereskan pecahan kaca itu. Shopia hanya menghela napas dalam seraya menatap dalam foto pernikahannya.


"Semoga Tuhan selalu melindungi keluarga kita Mas," gumam Shopia.


Mama muda itu segera bergegas turun ke bawah dengan membawa tas kerja suaminya. Setibanya di ruang tengah, terlihat Piero sudah duduk bersama dengan Ganesha. Shopia pun langsung tersenyum ramah pada asisten suaminya itu.


"Mas Piero mau sarapan dulu tidak?" tanya Shopia.


"Terima kasih, Shopia. Aku sudah sarapan di rumah," jawab Piero.


"Shopia, Mas berangkat dulu ya! El Sayang, Papa kerja dulu ya, Nak!" pamit Ganesha seraya memberikan El pada Shopia.


"Hati-hati ya, Mas!" Shopia pun mencium punggung tangan Ganesha sebelum suaminya pergi bekerja.


...~Bersambung~...


...Jangan lupa sawerannya ya kakak! Klik like, comment, rate, gift dan favorite....


...Terima kasih....


Sambil nunggu Shopia update, yuk kepoin juga karya keren yang satu ini.


__ADS_1


__ADS_2