Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 34 Diculik


__ADS_3

Perlahan Shopia melepaskan pelukan suaminya. Dia berbalik untuk memastikan siapa orang yang telah memeluknya. Dia langsung menghembuskan napasnya kasar saat mengetahui siapa orang yang telah memeluknya.


"Kenapa? Apa kamu tidak suka aku ada di sini," tanya Ganesha dengan menatap lekat istrinya.


Aku akan sangat suka kalau memang hubungan kita seperti suami istri pada umumnya, batin Shopia.


"Mas, tahu dari mana aku ada di sini? Apa Mas Piero memberitahu? Atau Mas mendesak Zara agar memberitahu keberadaan aku?" Bukannya menjawab, Shopia justru balik bertanya.


"Tidak penting kamu tahu dari mana. Yang terpenting, aku bisa menemukan kamu kembali. Shopia, jangan pernah lari dariku! Karena aku pasti akan menemukan kamu."


"Mas, untuk apa mencari aku? Bukankah Mas akan menikah dengan Dora? Sekarang dia sedang mengandung anak Mas."


"Karena kamu istriku dan aku tidak akan pernah melepaskan kamu sampai kapan pun. Kalau soal Dora, anak itu bukan anakku. Aku yakin kalau aku belum pernah menyentuhnya seperti aku menyentuh kamu."


Ganesha langsung mengungkung Shopia. Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melepaskan hasratnya. Sampai akhirnya, Shopia hanya bisa pasrah saat Ganesha mulai membuainya. Dia tidak bisa memungkiri kalau rasa rindu itu ada di hatinya. Meskipun dia ingin mengelaknya, tetapi tubuhnya tidak bisa berbohong kalau dia pun merindukan suaminya.


Sampai hari sudah larut malam, barulah Ganesha mendapatkan pelepasannya. Dia pun segera turun dari tubuh Shopia dengan senyum yang mengembang dari kedua sudut bibirnya. "Shopia, kamu tidak bisa bohong, kalau kamu pun merindukan aku."


"Aku tidak mau membahasnya," ucap Shopia dengan memalingkan wajahnya.


Dia langsung turun dari tempat tidur dan menuju ke kamar tidur. Namun dengan sigap Ganesha membopong tubuh istrinya. Tentu saja hal itu membuat istrinya menjadi kaget.


"Awww ... Mas apa-apaan?!" sentak Shopia kaget.


"Kita mandi bersama, kamu pasti lelah bermain denganku lebih dari satu jam. Aku pun lelah tapi aku sangat menyukai setiap permainan kita."


Ada apa dengan Mas Anez? Apa dia sudah mulai mencintai aku? Tapi rasanya tidak mungkin dia bisa berubah secepat itu. Karena aku tahu, cintanya pada Dora sangat besar. Sampai dia mau melakukan apapun demi Dora. Seandainya waktu itu aku tidak pernah terjebak dengan Mas Anez. Tidak mungkin Mas Anez akan melihat ke arahku, batin Shopia.


Sementara jauh dari rumah Shopia, seorang wanita cantik merasa sangat geram saat dia dikirim rekaman video drone oleh kekasihnya. Terlihat di sana, Ganesha memasuki rumah Shopia dengan tergesa. Sampai hari sudah malam, tetapi laki-laki itu tidak keluar rumah juga.

__ADS_1


Dia pun langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi orang yang dia suruh untuk mengawasi pergerakan Shopia dan mencari waktu agar bisa menculik mantan sahabatnya itu. Dora tidak rela saat dia menyadari kalau hati Ganesha sudah berbalik pada Shopia.


"Hallo, cepat lakukan rencana kita! Aku tidak mau tahu, secepatnya Shopia harus dihilangkan dari kehidupan Anez," suruh Dora saat panggilan teleponnya sudah tersambung.


"Kamu, tenang Sayang. Aku melihat Anez keluar dari rumah Shopia. Baiklah, saatnya ku bergerak. Mungkin saat aku datang ke rumahnya, dia akan mengira kalau itu Anez."


"Ya sudah! Pokoknya, aku tidak mau mendengar kalau rencana kita gagal."


"Iya, Sayang! Aku tutup teleponnya dulu oke?"


Orang itu langsung menutup ponselnya dan segera melajukan mobilnya menuju ke perumahan Shopia. Karena dia tidak bisa mengawasi Shopia dari jarak dekat, makanya orang itu memakai drone untuk mengintai targetnya.


Benar saja, dia berpapasan dengan mobil Ganesha saat d pintu masuk perumahan. Dia hanya tersenyum kecut melihat laki-laki yang dibencinya itu tidak menyadari kehadirannya di sana. Tanpa meninggalkan rasa curiga pada satpam komplek perumahan Shopia, dia dengan santai melajukan mobilnya.


Dia langsung memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu gerbang. Dengan berjalan santai, dia langsung masuk ke rumah Shopia. Dia pun berjalan mengendap-endap mencari keberadaan wanita yang menjadi targetnya. Saat melihat Shopia sedang berada di dapur, dia pun langsung menghampirinya.


Prang!


Shopia langsung menjatuhkan gelas susu yang dipegangnya, saat orang itu membekapnya dengan obat bius. Sampai akhirnya Shopia tidak sadarkan diri. Orang itu pun langsung membawa Shopia ke mobilnya dan segera meninggalkan rumah wanita cantik itu.


Sementara Ganesha yang pergi ke minimarket dua puluh empat jam, terus saja tersenyum mengingat percintaannya tadi dengan Shopia. Dia sangat senang karena sangat mudah meluluhkan hati istrinya.


Dia terus saja memasukkan barang-barang yang ingin dibelinya dan yang diminta oleh Shopia ke dalam keranjang. Saat dirasa sudah cukup, dia pun segera menuju ke kasir. Setelah dia membayar semua belanjaannya, Ganesha pun segera menuju ke warung tenda yang menjual ayam bakar. Karena tadi Shopia menginginkannya.


"Mas, ayam bakar dua," pesan Ganesha.


"Baik, Mas. Ditunggu!"


Lumayan lama dia menunggu antrian ayam bakar. Saat sudah mendapatkannya. Ganesha pun segera pulang menuju ke rumah istrinya. Dia sudah membayangkan akan makan malam yang tidak biasa dengan Shopia. Karena memang, baru kali ini dia membeli makanan di warung tenda seperti permintaan Shopia.

__ADS_1


Namun, saat dia tiba di rumah istrinya, Ganesha langsung mengerutkan keningnya melihat pintu pagar rumah Shopia yang terbuka lebar. Ditambah lagi, pintu rumah wanita itu juga dalam keadaan terbuka. Dia langsung bergegas masuk ke dalam rumah dan memanggil istrinya.


"Shopia! Shopia! Shopia! Kamu di mana?"


Ganesha terus mencari Shopia dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Namun, saat tiba di dapur, dia melihat pecahan gelas dengan tumpahan susu yang mengotori lantai. Seketika Ganesha menjatuhkan barang bawaannya dengan pikirannya yang tidak menentu.


"Shopia ke mana? Bukankah rumah ini ada CCTV? Aku harus mengeceknya." Ganesha langsung berlari menuju ke kamar Shopia.


Dia mengambil ponsel Shopia yang tergeletak di atas nakas. Ganesha benar-benar geram melihat ada seorang lelaki yang membawa Shopia masuk ke dalam mobil. Tanpa berpikir panjang, dia langsung ke luar dari rumah Shopia.


Ganesha segera menghubungi Piero, meminta bantuan padanya. Bukan hanya Piero tetapi papanya pun dia mintai tolong. Sementara Ganesha melajukan mobilnya menuju ke rumah Dora. Dia yakin kalau mantan tunangannya itu dalang di balik penculikan istrinya.


Ting tong ting tong ....


Berkali-kali Ganesha menekan bel rumah Dora. Sampai akhinya keluar seorang wanita muda membukakan pintu gerbang rumah megah itu. Dia merasa heran melihat kedatangan calon suami majikannya saat hari sudah larut.


"Bi, Dora ada?" tanya Ganesha datar.


"Ada, Den. Silakan masuk! Bibi panggilkan dulu," suruh pembantu rumah Dora.


Ganesha hanya mengikuti wanita muda itu. Wajahnya semakin mengeras saat melihat Dora turun dari tangga rumahnya. Dia langsung menghampiri gadis yang berbalut baju satin itu. Hanya dalam satu gerakan, Ganesha mencengkram rahang Dora keras.


"Katakan! Dimana istriku? Kenapa kamu berbuat kotor dengan menculiknya? Kamu pikir, aku tidak akan mengenali mobil yang membawa Shopia pergi. Itu mobil yang dulu pernah aku berikan padamu, tapi kenapa kamu pakai untuk menyakiti keluargaku."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2