Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 117 Tragedi Pesta Ulang Tahun


__ADS_3

Selepas sarapan bersama, Shopia pun pergi bersama dengan istri rekan bisnis suaminya. Mereka sengaja meninggalkan suami-suaminya dan lebih memilih menikmati matahari pagi di tepi pantai dengan anak-anak mereka.


"Mbak Shopia cantik sekali putrinya, sudah berapa bulan?" tanya Devanya saat mereka sedang berjemur di kursi pantai.


"El baru delapan bulan Mbak," jawab Shopia.


"Oh, hanya beda dua bulan dengan kedua anak aku. Namanya siapa cantik?" tanya Devanya lagi.


"Namanya El Zatta, Tante."


"Nama yang cantik. Kalau ketemu dengan Opa Andrea, pasti akan diminta untuk jadi cicit menantunya," celetuk Devanya keceplosan.


"Opa Andrea siapa, Mbak?" tanya Shopia yang memnag kurang tahu tentang Keluarga Wiratama.


"Oh, itu opa suamiku. Opa itu, kalau lihat ada anak kecil yang lucu dan gemesin. Pasti akan diminta untuk menikah dengan cucu atau cicitnya."


"Memang masih jaman ya Mbak main jodoh-jodohin begitu?"


"Harusnya sih udah gak jaman, tapi gak tahu, opa suka sekali menjodohkan anak-anaknya. Bahkan Bang Elgar pun dipaksa menikah dengan seorang gadis yang umurnya jauh di bawah dia. Dasar Opa emang." Devanya tersenyum sendiri membayangkan keluarga suaminya di kendalikan oleh Opa Andrea. Namun, meskipun begitu anak cucunya menerima karena memang pilihan opanya tidak pernah keliru.


Terus saja kedua wanita cantik itu berbincang seraya memperhatikan anak-anak mereka yang sedang bersama dengan pengasuh mereka menyusuri jalanan di tepi pantai seraya mendorong stroller. Sampai akhirnya Shopia melihat Nike sedang berjalan sambil bergandengan tangan dengan seorang laki-laki tampan.


Nike dengan siapa? Apa itu pacarnya ya! Syukurlah, kalau memang Nike sudah memiliki pacar. Dia tidak akan mengejar Mas Anez lagi. Memang benar semua musibah pasti ada hikmahnya. Mungkin ini hikmah dari ujian yang aku dan Mas alami. Pengganggu dalam pernikahanku akhirnya menyerah dan memilih laki-laki lain. Semoga kamu bahagia Nike, bersama dengan laki-laki yang tulus mencintai kamu, batin Shopia.


"Mbak Shopia melihat apa? Sepertinya serius sekali melihat ke arah sana," tegur Devanya yang melihat Shopia tidak merespon ucapannya.


"Itu, Mbak Deva. Adiknya sahabat Mas Anez ternyata sudah punya pacar," jawab Shopia kikuk.


"Maksud Mbak Shopia, Nike? Aku pikir dia akan jadi dengan Bang Elgar, tapi ternyata Opa kurang setuju jadinya cepat-cepat menikahkan Bang Elgar dengan putri keluarga Bramantyo." Devanya terkekeh sendiri setiap kali mengingat sepupu suaminya. "Maaf Mbak Shopia, aku selalu ingin tertawa jika teringat dengan mereka."


"Memangnya kenapa, Mbak?" tanya Shopia jadi penasaran.

__ADS_1


"Bang Elgar yang udah dewasa, selalu bisa dikerjai oleh istrinya yang belasan tahun. Sudah akh, Mbak. Aku jadi berdosa pagi-pagi sudah ghibahin orang." Lagi-lagi Devanya tertawa geli dengan ucapannya sendiri. Membuat Shopia jadi ikut tersenyum.


"Sayang, sepertinya kamu bahagia sekali berbincang dengan Mbak Shopia," tegur Keano yang baru saja datang menghampiri istrinya.


"Itu, Bang. Artis Abang yang pernah dekat dengan Bang Elgar, sekarang udah punya pacar," jelas Devanya.


"Oh, gak apa. Anak-anak mana?" tanya Keano celingukan mencari keberadaan anak kembarnya.


"Itu sedang berjemur dengan Mbak-nya!" tunjuk Devanya pada ketiga pengasuh yang di depannya berderet stroller bayi.


"Suruh ke mari! Kita pulang sekarang."


"Baik, Bang! Mbak Shopia, masih mau di sini apa pulang juga?" tanya Devanya saat akan memanggil pengasuh anak-anaknya.


"Kami juga pulang, Mbak. Sudah siang," jawab Shopia.


...***...


Perputaran waktu terasa begitu cepat, tanpa terasa kini El Zatta sudah genap satu tahun. Nyonya Prada begitu antusias menyiapkan pesta ulang tahun yang pertama untuk cucunya. Dia pun mengundang semua putra putri rekan bisnis dan sanak keluarga untuk menghadiri pesta ulang tahun cucunya, yang diadakan di sebuah restoran yang sengaja dia booking.


Devanya pun menyempatkan datang bersama dengan kedua anak kembarnya. Meskipun Keano tidak bisa menemani karena sedang berada di luar negeri.


"Selamat ulang tahun ya El cantik," ucap Devanya.


"Terima kasih, Mbak. Silakan dinikmati pestanya!" Shopia tersenyum manis menyambut kedatangan Devanya.


Satu persatu tamu yang datang memberi ucapan selamat. Namun, kemeriahan pesta mendadak senyap saat NIke tiba-tiba saja berlari ke parkiran mobil dan memburu Tuan Yongki dan Nyonya Mary yang baru saja keluar dari mobil.


"Mama ... Papa ... Awas!!!" teriak Nike.


Dor!

__ADS_1


Timah panas itu langsung mengarah pada Tuan Yongki, Namun NIke yang sudah sampai di dekat laki-laki itu langsung menghalangi dengan tubuhnya. Meskipun Tuan Yongki jahat kepadanya, tetapi dia tidak rela kalau ada orang yang menyakiti laki-laki itu. Laki-laki yang pernah dia kira ayah kandungnya.


"NIKE!!!" panggil Nyonya Mary seraya berlari ke arah gadis itu yang jatuh ke dalam pelukan Tuan Yongki.


"Gadis bodoh! Kenapa kamu mempertaruhkan nyawamu untuk orang yang tidak kamu kenal?" tanya Tuan Yongki seraya menggendong Nike dan membawanya masuk ke dalam mobil. Dia langsung membawa gadis itu ke rumah sakit bersama dengan Nyonya Mary.


Sementara Piero yang masih ada di restoran segera memburu penembak jitu yang ingin menarget papanya. Namun, sepertinya dia kalah gesit dengan orang itu. Akhirnya Piero pun menghubungi polisi untuk mengusut siapa pelaku penembakan pada papanya.


"Piero, bagaimana pelakunya? Apa sudah tertangkap?" tanya Ganesha menghampiri sahabatnya yang terlihat kusut.


"Belum Anez, sepertinya penembakan itu sudah direncanakan dengan matang. Mereka sepertinya sengaja menjadikan acara ulang tahun putri kamu agar semua orang tahu, kalau orang itu tidak bisa diremehkan."


"Tapi kenapa Papa kamu yang menjadi target?" tanya Ganesha bingung.


"Papa habis menjebloskan koruptor kelas kakap ke dalam jeruji besi," jawab Piero lesu.


"KIta minta tolong Elgar saja untuk mengungkapnya, biar cepat tertangkap," usul Ganesha.


"Iya. Anez, aku akan ke rumah sakit sekarang. Kamu lanjutkan saja pestanya!"


"Tidak Piero! Pestanya mau aku bubarkan, aku khawatir mereka menarget yang lainnya juga."


Akhirnya semua orang pun pulang dengan tanda tanya di benaknya. Mereka penasaran, siapa orang yang sudah berani menembak pengacara kondang itu. Sampai akhirnya seorang artis yang sedang naik daun yang menjadi korbannya.


Begitupun dengan Devanya yang langsung menceritakan semuanya pada Keano, sehingga laki-laki itu langsung terbang ke negaranya karena merasa khawatir pada anak dan istrinya. Sementara Shopia dan El langsung di bawa ke rumah Keluarga Oenelon. Tidak ketinggalan juga dengan Sania dan putrinya. Mereka merasa ketakutan dengan apa ayng terjadi di pesta ulang tahun El Zatta.


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....

__ADS_1


Sambil nunggu Shopia dan Ganesha update, yuk kepoin juga cerita keren yang satu ini.



__ADS_2