Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 118 Pengakuan Tuan Yongki


__ADS_3

Lampu ruang operasi terlihat masih menyala. Tuan Yongki dan Nyonya Mary nampak cemas menunggu operasi itu berlangsung. Kedua paruh baya itu merasa was-was dengan apa yang akan terjadi pada Nike, karena peluru itu mengenai dadanya.


"Papa, apa Papa tahu siapa Nike?" tanya Nyonya Mary saat mereka sudah sangat lama saling membungkam.


"Bukankah dia adik tirinya Shopia?" tanya Tuan Yongki dengan melihat ke arah istrinya.


"Papa benar, tapi yang sebenarnya, dia itu Vero. Anak yang telah Papa buang," ucap Nyonya Mary pelan. Dia berharap dengan memberitahu suaminya, pandangan Tuan Yongki pada Vero akan berubah.


"Apa maksud kamu Mary?" Tuan Yongki terlihat kaget. Namun sebenarnya itu hanya akting dia.


"Nike itu Vero, anak yang sudah Papa jual pada teman kuliah Papa."


"Tidak mungkin. Bagaimana dia bisa ada di sini dan masuk kembali dalam kehidupan kita?"


"Takdir, Pah. Sejauh apapun Papa membuangnya, tetapi saat takdir mengatakan kalau Vero harus menjadi bagian dari hidup kita, maka Papa tidak kan bisa mencegahnya dia kembali pada Mama dan Piero."


Tuan Yongki menghela napas dalam sebelum dia berbicara, "Sebenarnya Papa sudah tahu kalau Nike itu Vero. Karena selama ini, dia tidak lepas dair pengawasan Papa."


"Apa? Jadi Papa sudah tahu semuanya?" Kini Nyonya Mary yang terlihat kaget mendengar kejujuran Tuan Yongki.


"Iya, sebenarnya uang yang Thomas berikan saat dia mengambil Vero, Papa berikan ke panti asuhan tempat dia ditiitpkan dulu. Papa sengaja menculik Vero dan memberikannya pada Thomas agar Piero dan Anez tidak berebut saat mereka dewasa nanti. Karena Papa melihat Piero selalu terlihat murung jika melihat Vero lebih dekat dengan Anez. Selain itu juga, Papa benci dengan ayahnya Vero yang selalu berbuat ulah."


"Papa, tapi tetap saja perbuatan Papa itu membuat Vero jadi memiliki trauma masa kecil. Apa Papa tidak tahu, dia harus menjalani terapi untuk menghilangkan rasa takutnya saat melihat Papa."


"Papa tidak tahu, karena setelah Thomas meningal Papa tidak pernah memantau keadaan dia lagi."


Baru saja Tuan Yongki selesai bicara, terlihat Piero setengah berlari ke arah mereka. Laki-laki itu terlihat tergesa sekali dengan wajah paniknya. Bersamaan dengan lampu ruang operasi padam dan keluar seorang dokter yang terlihat letih.


"Bagaiamana keadaan putri saya, Dok?" tanya Nyonya Mary.

__ADS_1


"Beruntung timah panasnya tidak mengenai jantung. Posisinya, hanya berjarak satu jari dari jantung. Tapi sekarang sudah bisa kami keluarkan. Hanya tinggal menunggu pengaruh obat biusnya hilang," jelas dokter itu.


"Apa kami bisa melihatnya?" tanya Piero.


"Pasien akan segera dipindahkan ke ruang ICU untuk observasi. Nanti Tuan dan Nyonya bisa melihatnya saat sudah dipindahkan ke sana."


"Baik, Dok. Terima kasih" Kompak Piero dan kedua orang tuanya.


"Kalau begitu, saya permisi mau memeriksa pasien yang lain," pamit dokter itu.


"Silakan. Dok!" ujar Piero dengan menganggukkan kepalanya sedikit.


Tidak berapa lama kemudian, terlihat Nike tertidur di atas brangkar. Dia di dorong oleh oleh perawat menuju ke ruang ICU. Barulah Piero dan kedua orang tunya bergantian melihat keadaan Nike yang masih belum sadarkan diri.


"Nike, terima kasih sudah menyelamatkan Papa. Maaf atas semua yang telah Papa lakukan padamu. Papa sadar kalau perbuatan Papa itu sangat keterlaluan," ucap Tuan Yongki saat di berada di melihat keadaan Nike di ruang ICU.


Perlahan tangan gadis itu bergerak. Dia pun mencoba membuka matanya. Samar-samar terlihat wajah Tuan Yongki yang sedang menundukkan kepalanya. Rupanya, pria paruh baya itu merasa sangat bersalah dengan apa yang telah dia lakukan pada gadis itu.


"Vero, kamu sudah sadar, Nak. Sebentar Papa panggilkan dokter!" Tuan Yongki akan beranjak pergi dari duduknya. Namun, Nike langsung memegang tangannya. Tuan Yongki pun mengentikan langkahnya dan melihat ke arah gadis itu.


"Te-ri-ma ka-sih, Pa-pa!" ucap Nike dengan terbata.


"Papa yang harus mengucapkan terima kasih pada kamu. Kenapa kamu mau menolong Papa? Padahal Papa sudah jahat sama kamu. Kenapa kamu tidak membenci, Papa?"


"Karena aku ingin, selalu jadi anak Papa, jadi putri Mama dan adik kesayangan Kak Piero. Aku tidak ingin melihat mama dan kakak sedih karena Papa terluka."


Tuan Yongki tidak bisa berkata-kata mendengar keinginan hati Nike. Keinginan sederhana dari seorang anak yang ingin memiliki sebuah keluarga yang utuh. Namun, dengan tega dia menghancurkan kebahagian itu.


Tidak berapa lama tenaga medis berdatangan setelah Tuan Yongki menekan tombol panggilan dan meminta memberitahu kalau Nike sudah sadar. Dia pun langsung keluar dari ruang ICU untuk memberikan ruang pada mereka.

__ADS_1


Piero dan Nyonya Mary segera memburu Tuan Yongki untuk menanyakan kabar tentang Nike. Mereka merasa khawatir kalau laki-laki itu menyakiti Nike yang tidak berdaya. Meskipun Piero sudah tahu dari mamanya tentang pengakuan papanya, tetap saja dia merasa was-was jika papanya itu hanya berbohong.


"Papa, bagaimana keadaan, Nike?" tanya Piero.


"Dia sudah sadar. Sekarang dokter sedang memeriksanya," jawab Tuan Yongki.


"Papa tidak apa-apakan Nike, kan?" tanya Piero lagi.


"Memang harus Papa apakan? Kamu pikir Papa orang yang tidak berperasaan yang akan menyakiti seseorang yang sudah menolongnya?"


"Papa memang tidak berperasaan karena dengan tega sudah menjual seorang anak kecil yang tidak berdosa. Meskipun memang benar Papa membenci kedua orang tua anak itu, tapi dia tidak terlibat dengan kesalahan orang tuanya."


"Sudahlah Piero! Semuanya sudah terjadi. Kamu mau jungkir balik pun tidak akan mungkin mengembalikan kejadian yang sudah berlalu."


...~Bersambung~...


Kepoin juga yuk Kak, karya terbaru Author, JANDA SEBELUM MENIKAH


Blurd :


Karena cintanya yang begitu besar, Summer Lavigne rela menyerahkan kesuciannya pada kekasihnya Rain Noviar Lazuardi. Namun, saat dia ingin mengatakan tentang kehamilannya pada Rain, Summer harus menelan pil pahit. Tanpa sengaja dia melihat Rain menikah dengan sahabatnya sendiri Yasmin karena perjodohan.


Tidak ingin dijadikan sebagai istri kedua, Summer pun memilih untuk pergi jauh dari kehidupan Rain. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali dalam sebuah platform novel online.


Di saat yang bersamaan, Summer sedang dekat dengan seorang lelaki yang begitu baik padanya. Hingga hatinya yang telah gersang, seperti tersirami dengan kehadiran lelaki itu.


Mungkinkah Summer akan kembali pada Rain? Ataukah memilih cinta yang baru?


Bagaimana pula cara putra mereka menyatukan kembali kedua orang tuanya? Mungkinkah usahanya akan berhasil?

__ADS_1


Yuk ikuti terus kelanjutan ceritanya!



__ADS_2