
Langkah kaki Ganesha begitu tergesa. Dia di suruh oleh papanya untuk menyusul ke rumah Dora. Entah apa yang sebenarnya terjadi. Ganesha hanya diminta secepatnya datang ke rumah mantan tunangannya itu.
Saat tiba sana, terlihat wajah-wajah tegang orang tua Dora dan juga orang tuanya. Sepertinya mereka sedang dalam pembahasan penting. Apalagi, saat melihat Dora yang sedang menangis terisak dalam pelukan mamanya.
"Anez duduk!" suruh Galen.
"Iya, Pah!" sahut Ganesha seraya menghampiri orang tuanya.
"Katakan pada kami semua, apa benar kamu bertemu dengan Dora waktu perjalanan bisnis ke negeri Paman Syam? Kalian juga menghabiskan malam bersama, sampai akhirnya Dora mengandung anakmu," tanya Galen.
"Aku memang bertemu dengan Dora, tapi tidak sampai menghabiskan malam bersama," elak Ganesha.
"Kak Anez, kenapa Kakak memungkiri darah daging sendiri? Aku mencintai Kakak, makanya aku mau memberikan harta yang paling berharga pada Kakak." Dora berbicara di sela-sela isak tangisnya.
"Dora, aku tidak tidak ingat pernah menyentuhmu. Kamu jangan bersadiwara di depan orang tua kita," sentak Ganesha.
"Kak Anez jahat, dulu mengkhianati aku. Sekarang tidak mau mengakui anak sendiri. Kenapa Kakak tega sama aku? Hikz ... hikz ... hikz ...."
"Anez, Papa kecewa dengan kamu. Sangat kecewa. Kenapa kamu menjadi pecundang? Papa sudah melihat foto-foto kamu dengan Dora saat kalian berada di luar negeri. Berarti, foto-foto yang kemarin di apartemen pun kemungkinan benar," ucap Galen dengan nada dingin.
Foto apalagi maksud Papa? Masa foto saat aku dicium bisa jadi bukti kalau aku menghamili Dora. Kenapa Dora jadi licik begini? Padahal dulu, dia gadis yang baik, batin Ganesha.
"Aku tidak mau tahu, Kak Anez harus menikahi aku. Semakin hari, perutku akan semakin membesar," ketus Dora.
"Benar apa yang dikatakan oleh putri saya. Anda orang yang terhormat dengan relasi bisnis yang banyak. Apa Anda ingin nama baik Oenelon hancur karena menjadi seorang pecundang. Bukti sudah jelas kalau Anez adalah ayah dari bayi yang dikandung oleh putri saya. Saya tidak mau banyak berdebat, Saya beri waktu satu minggu untuk kalian mempersiapkan pernikahan Dora dan Anez. Kalau kalian tidak bisa melakukannya, maka Video itu akan tersebar," ucap Jack Giorgino, ayahnya Dora.
"Video apa maksud, Om?" tanya Ganesha kaget.
__ADS_1
"Apa kamu belum melihatnya?" tanya Galen yang ikut terkejut karena ternyata putranya belum mengetahui apa yang diperlihatkan oleh Jack padanya.
"Tidak, Pah."
Galen pun mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan video Ganesha dan Dora yang tidak pantas dilihat ditambah lagi dengan foto hasil USG Dora. Membuat Ganesha semakin mengerutkan keningnya merasa heran kenapa bisa wajahnya yang ada dalam video itu. Padahal dia belum pernah melakukan hal itu dengan Dora.
"Dora, kamu mau memfitnah aku? Kamu pikir, hanya kamu yang memiliki bukti? Aku pun memilikinya. Kamu lihat rekaman CCTV saat di pesta waktu itu. Kamu pergi ke sana dengan seorang lelaki yang sudah kita kenal. Apa kamu bersekongkol dengan Daniel untuk menghancurkan aku?" tanya Ganesha dengan menatap tajam Dora.
"Aku memang pergi dengan Daniel tapi aku tidur dengan kamu. Kak Anez, kalau Kakak masih tetap saja menolak untuk menikah denganku, maka aku akan menyebarkan video itu. Aku tinggal memberi perintah dan semuanya akan tersebar," sengit Dora tidak mau kalah dari Ganesha.
Sialan! Sepertinya Daniel campur tangan. Apa sebenarnya semua ini ide Daniel karena ingin balas dendam, gara-gara selalu aku yang memenangkan tender, batin Ganesha.
"Tenang Dora, kita bicarakan baik-baik. Jangan terbawa emosi! Semua masalah pasti ada jalan keluarnya," ucap Galen berusaha tenang.
Sepertinya aku harus mengalah dulu untuk meredamkan api yang mulai tersulut. Daripada nama baik Oenelon hancur dan semua investor pergi, batin Galen.
"Anez, apa Shopia belum pulang dari kantor?" tanya Prada dengan mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan.
"Shopia pergi, Mah." Ganesha menjawab pertanyaan mamanya dengan lesu.
"Apa katamu? Pergi? Maksud kamu pergi?" cerocos Prada.
"Shopia termakan kebohongan Dora. Mungkin selain mengirim pesan ke mama dan papa, Dora juga mengirim pesan pada Shopia. Jadi dia mengira kalau semua itu benar. Padahal sumpah Mah, Pah. Aku tidak pernah tidur dengan dia. Meskipun aku mabuk, setidaknya aku bisa mengingat sekilas kalau aku pernah tidur dengan dia. Tapi aku sama sekali tidak mengingatnya," beber Ganesha.
"Anez, Anez, kamu pacaran dengan Dora bertahun-tahun. Tapi kenapa kamu tidak bisa mengenali sifat pacarmu sendiri? Untung saja, waktu itu kalian gagal menikah. Sekarang pun, Mama berharap kalian tidak jadi menikah. Mama merasa sangsi kalau anak yang dikandung Dora itu anak kamu," ungkap Prada.
Ada benarnya juga apa yang dibilang Mama. Mungkin waktu itu, aku terlalu sibuk membenci Shopia yang selalu ikut saat kami kencan. Tapi kenapa juga, Dora selalu mengajak Shopia setiap kali kami janjian? batin Ganesha.
__ADS_1
"Anez, apa kamu kenal dengan Daniel?" tanya Galen.
"Kenal, Pah. Dia teman saat aku masih SMU. Dulu aku berteman baik dengan dia. Tapi entah kenapa, dia mendadak menjauhi aku," jelas Ganesha.
"Apa kamu pernah punya masalah dengan dia?"
"Aku tidak pernah punya masalah dengan teman-temanku. Memangnya kenapa? Apa Daniel perlu kita curigai?"
"Sepertinya begitu. Kita harus menyelidiki semua orang yang dekat dengan Dora."
"Baiklah, Pah. Aku akan menyewa detektif handal. Kemarin aku baru mendapatkan bukti tapi ternyata Dora memberikan bukti yang lain. Dia benar-benar picik," ucap Ganesha.
"Anez, beristirahatlah! Papa akan bantu kamu cari Shopia. Kenapa masalah kamu berat sekali, Nak. Apa mungkin soal di Villa waktu itu juga sudah direkayasa Dora. Tapi kenapa sekarang dia ingin balik lagi sama kamu?"
Setelah cukup menasehati putranya, Galen dan Prada pun beeerpamitan pulang ke rumahnya. Mereka dibuat pusing dengan masalah yang menimpa anaknya. Meskipun benar mereka menginginkan seorang cucu, tapi entah kenapa keduanya merasa kurang yakin kalau anak yang sedang dikandung oleh Dora adalah cucunya.
Sementara Ganesha langsung membersihkan diri dan bersiap untuk tidur. Tapi lagi-lagi, rasa kantuk itu seakan menguap entah ke mana. Dia membuka lemari baju yang biasa Shopia pakai. hanya sekat kosong yang dia lihat di sana.
Tangannya terulur membuka laci lemari. Tanpa sengaja Ganesha menemukan sebuah buku bergambar menara Eiffel dengan pita pembatas di dalamnya. Ganesha pun membawanya dan membaca lembar tiap lembar curahan hati Shopia.
Maafkan aku Shopia! Aku telah sangat menyakiti kamu. Aku baru tahu, kalau kamu pun terpaksa selalu mengikuti aku dan Dora. Bahkan saat kamu sakit pun, kamu tidak pernah menolak keinginan Dora.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....
__ADS_1