Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 101 Blong


__ADS_3

Deretan gaun yang berjejer rapi membuat Shopia kebingungan harus memilih yang mana. Karena semuanya terlihat indah dan elegan. Ganesha yang ikut memilihkan gaun-gaun itu, mendadak menjadi orang yang rewel karena saat Shopia mencobanya terlihat seksih di matanya. Ganesha tidak ingin orang lain menikmati keindahan tubuh istrinya.


"Tante, apa tidak ada model yang lain? Yang lebih sopan dari ini," tanya Ganesha pada desainer sekaligus pemilik butiknya.


"Tentu saja ada, ayo ikut Tante Shopia! Tante baru saja menyelesaikan satu rancangan gaun yang terlihat simple dan elegan. Sepertinya cocok dengan pribadi kamu," ajak Arabella, pemilik ER's Boutique.


Shopia tersenyum seraya mengikuti langkah kakinya. Dia begitu tercengang saat masuk ke sebuah ruangan tempat penyimpanan gaun-gaun indah koleksi butik itu. Sampai akhirnya, dia pun menemukan sebuah gaun yang berlengan pendek dengan model umbrella sehingga tidak terlihat lekuk tubuhnya.


"Bagaimana Shopia, apa kamu suka?" tanya Arabella.


"Iya Tante, Mas Anez pasti akan menyukainya."


"Coba kamu pakai dulu, lalu perlihatkan pada Anez."


"Baik Tan!" sahut Sophia.


Shopia pun mengikuti apa yang Arabella katakan. Dia mengganti bajunya dengan gaun itu di kamar pass. Lalu segera memperlihatkannya pada Ganesha.


"Mas, bagaimana kalau yang ini? Gaunnya tertutup dan warnanya juga kalem," tanya Shopia.


"Boleh, kamu cantik sekali memakai baju itu," ucap Ganesha dengan mata yang tidak berkedip.


"Mas, aku ganti dulu ya! Biar kita secepatnya pulang," ujar Shopia.


"Sebentar! Mas belum memberi kamu hadiah." Ganesha langsung menarik tangan istrinya hingga tarikannya membuat Shopia menabrak dadanya dengan keras. Laki-laki tampan itu, tidka menyia-nyiakan kesempatan untuk segera mencium istrinya. Sampai sebuah suara membuat keduanya saling melepaskan diri.


"Hm ... Maaf Anez tante mengganggu," sesal Arabella yang baru saja datang ke ruang tunggu.


"Tidak apa Tan, Mungkin kami akan mengambil gaun yang ini." Shopia tersenyum manis pada Arabella.

__ADS_1


"Syukurlah kalau kamu merasa cocok, nanti Tante akan kasih diskon dua puluh persen, jika kamu jadi mengambilnya."


"Terima kasih,Tante!"


Sophia dan Ganesha melakukan pembayaran atas gaun yang dibelinya. Mereka pun bergegas menuju ke mobilnya. Di sana sudah ada sopir pribadi yang tadi mengantarkan mereka ke butik. Tanpa bicara lagi Ganesha dan Sofia langsung masuk ke mobilnya. Begitupun dengan pak Hamid yang sedari tadi menunggu mereka sambil menyandar di kap mobil.


"Silakan masuk Tuan, Nyonya!" ujar Pak Hamid seraya membukakan pintu mobil untuk Ganesha.


"Terima kasih, Pak!" Shopia tersenyum pada laki-laki paruh baya yang seusia papanya itu.


Pak Hamid hanya tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. Dia pun segera berlari ke pintu depan setelah memastikan majikannya duduk dengan nyaman. Laki-laki paruh baya itu segera menyalakan mesin mobil dan keluar dari parkiran butik.


Awalnya laju mobil berjalan normal. Namun, lama kelamaan Pak Hamid semakin tidak bisa mengendalikan mobilnya. Laki-laki itu awalnya hanya diam dengan berusaha mengimbangi laju mobil yang sudah tidak bisa di rem lagi. Dia hanya terus berdo'a dengan keringat dingin yang sudah mulai membasahi tubuhnya.


"Pak Hamid bawa mobilnya jangan kencang-kencang," tegur Ganesha.


"Astaga! Kenapa bisa begitu? Shopia tekan tombol pengaman."


"Mas, bagaimana dengan El kalau terjadi sesuatu pada kita?" Shopia terlihat panik,dia teringat dengan putrinya yang sengaja dia tinggalkan bersama dengan Sania.


"Tuhan bersama kita Shopia. Kita hanya cukup berserah diri atas takdir hidup kita. Shopia, terima kasih telah hadir dalam hidup Mas. Semoga Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk terus bersama."


Baru saja Ganesha selesai bicara, Pak Hamid sudah benar-benar tidak bisa mengendalikan laju mobilnya. Sampai akhirnya saat tikungan tajam, mobil yang dia bawa menabrak pembatas jalan dan terjun ke ladang yang berundak-undak milik warga sekitar dan berakhir menabrak sebuah pohon besar yang ada di bawah.


Ganesha dan Shopia hanya bisa saling berpegangan tangan dengan air bag yang menahan tubuh mereka dari benturan. Namun tetap saja, benturan keras mobil dan pembatas jalan membuat pengemudi dan penumpang mobil menjadi tidak sadarkan diri. Sampai akhirnya datang warga yang menyelamatkan ketiga korban kecelakaan itu.


"Cepat telepon polisi! Ada tiga orang di dalam mobil," teriak salah satu warga.


"Ayo-ayo cepat keluarkan korban kecelakaannya! Mobilnya sudah mengeluarkan asap," teriak salah satu warga.

__ADS_1


Mereka pun berusaha membuka pintu mobil dengan memecahkan kaca jendela. Namun sepertinya, Ganesha memasang kaca mobil yang anti peluru sehingga warga kesusahan untuk memecahkannya. Hingga datang seorang warga yang membawa martil dan langsung memecahkannya.


"Ayo cepat-cepat! Mobilnya sudah keluar api."


Warga semakin panik menyelamatkan ketiga korban itu. Sampai akhirnya mereka berhasil membawa ketiga korban kecelakaan itu keluar dari mobil, bersamaan dengan suara ledakan mobil Ganesha. Mereka semakin panik untuk memadamkan api secepatnya. Agar api yang timbul karena ledakan itu tidak menjalar ke mana-mana.


"Untung saja mereka pakai pelindung, kalau tidak sudah pasti nyawanya tidak akan selamat. Lihat saja, dari sini ke jalan yang di atas itu sangat jauh," ucap salah satu warga setelah mereka berhasil memadamkan api.


"Iya benar. Tapi sepertinya yang laki-laki itu lukanya sedikit parah. Ayo kita lihat keadaan mereka di klinik!"


"Nanti aku ke sana. Sayang banget, mobil sebagus ini harus hangus dimakan api. Coba saja kalau tidak meledak, aku mau kasih bekas juga."


Sementara di tempat yang berbeda, El terus saja menangis tanpa berhenti. Membuat Mira menjadi bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Karena biasanya, jika El terus menangis, dia akan berhenti jika sudah bersama dengan kedua orang tuanya. Sampai akhirnya Piero menonton berita terkini yang menampilkan kecelakaan di jalan raya.


"Bukankah itu plat mobil Anez. Bagaimana bisa mereka kecelakaan? Pak Hamid kan supir yang handal," gumam Piero dengan berusaha menghubungi Ganesha. Namun berulang kali dia mencoba menghubungi sahabatnya. Tetap saja operator telepon yang menjawabnya.


"Akh ... Kenapa ini bisa terjadi. Sania, kalian di sini saja dulu. Jangan ada yang keluar rumah. Jaga diri kalian masing-masing. Mas mau menemui Anez dulu. Dia mengalami kecelakaan," ucap Piero dengan nada panik.


Selesai memberikan pesan pada istrinya, Piero pun segera menancap gas menuju ke lokasi kejadian. Dia ingin memastikan dengan apa yang dilihatnya di televisi.


...~Bersambung~...


...Jangan lupa sawerannya! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


Sambil nunggu Shopia update, yuk kepoin juga karya keren yang satu ini.


__ADS_1


__ADS_2