Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 14 SHOPIA, KAMU DIMANA?


__ADS_3

Pesta ulang tahun yang meriah dengan music disk jockey yang mengiringi gemerlapnya pesta di sebuah klub malam, membuat Shopia merasa tidak nyaman. Kalau saja Ganesha tidak memaksanya untuk ikut, mungkin saat ini wanita cantik itu sedang menikmati me time-nya tanpa Ganesha di rumah.


"Kamu kenapa?" tanya Ganesha yang melihat istrinya gelisah.


"Aku mau pulang," jawab Shopia.


"Belum ada lima belas menit, sudah mengajak pulang."


"Aku takut terjadi lagi hal yang tidak aku inginkan. Mas Anez, aku menunggu di luar saja. Lagi pula, Eliza pasti tidak mengharapkan kehadiran aku."


"Ck! Merepotkan saja. Hanya menemani suami ke pesta saja, kamu begitu keberatan Shopia."


"Bukan begitu, Mas. Apa Mas lupa, kenapa kita sampai menikah?" Shopia bicara dengan suara yang bergetar.


Berada di tengah-tengah pesta dengan music DJ dan lampu kelap-kelip, membuat dia merasa takut kejadian buruk akan terulang kembali. Meskipun benar, dia terlihat kuat tetapi di dalam hatinya ada ketakutan tersendiri.


"Baiklah, ayo kita berpamitan dulu dengan Eliza!" Ganesha langsung menarik Shopia untuk menghampiri Eliza.


"Anez, kita melantai yuk!" ajak Eliza dengan wajah yang berbinar.


"Maaf, Eliza. Aku mau pulang, sepertinya Shopia sakit. Happy birthday ya! Wish u all the best," ucap Ganesha dengan tersenyum manis.


"Makasih. Sayang sekali mau pulang. Satu lagu aja kita melantai. Habis itu boleh pulang deh. Ya sebagai hadiah ulang tahun aku," kekeh Eliza. Dia tidak mau menghilangkan kesempatan untuk bersama dengan Ganesha.


"Ya udah deh. Tapi satu lagu aja ya!"


"Iya, Anez."


Eliza langsung menarik Ganesha menuju ke tempat orang yang sedang menggoyangkan badannya. Namun, musik yang tadinya terdengar energik, mendadak berubah menjadi tempo lambat sehingga semua orang saling merapatkan badannya dengan teman dansanya.


Shopia hanya melihat dari jauh saat Eliza merangkulkan tangannya pada leher Ganesha. Mereka terlihat bergoyang ke kiri dan ke kanan mengikuti irama. Dia hanya tersenyum kecut seraya berjalan keluar dari klub malam.


"Loh, Shopia. Kenapa sendiri? Kemana Tuan Anez?" tanya Zara yang berpapasan dengannya.

__ADS_1


"Lagi dansa dengan Eliza. Aku mau pulang. Apa kamu masih mau di sini?" tanya Shopia.


"Ayo kita pulang aja. Bagaimana kalau kita ke rumah baruku. Udah sembilan puluh persen beres. Kita nginap di sana yuk! Biarkan saja Tuan Anez mencari kamu. Sekali-kali kamu kerjain dia. Jangan hanya dia saja yang bisa seenaknya!" hasut Zara.


"Boleh juga ide kamu. Tapi aku gak bawa baju."


"Tenang saja, aku sudah nyimpan satu koper di sana. Hanya belum semua barang aku di pindah ke sana."


"Ya udah, yuk!" ajak Shopia dengan merangkul Zara dan mengajaknya keluar.


Mereka langsung menuju ke motor matic milik Zara. Setelah kedua wanita cantik itu siap dengan helm yang menutupi kepalanya, Zara langsung menyalakan motor dan pergi dari sana.


Sementara di dalam klub, Ganesha kelimpungan mencari Shopia. Tadi saat dia berdansa dengan Eliza, Ganesha terus-menerus melirik Shopia dengan sudut matanya. Saat dia menyadari istrinya sudah tidak ada di tempat, Ganesha pun langsung menghentikan dansanya dengan Eliza.


"Piero, apa kamu melihat Shopia?" tanya Ganesha.


"Aku tidak melihatnya. Dari tadi aku bicara dengan Jimmy. Memang Shopia ke mana?" Piero balik bertanya.


"Aku gak tahu. Cepat kamu cari dia! Menyusahkan saja, kenapa pergi tidak bilang dulu?"


"Aku dansa dengan Eliza."


"Pantas saja. Kamu memang keterlaluan, Anez. Tidak ada satu orang istri pun yang mau berbagi suami. Mungkin dia sudah pulang, tidak tahan melihat suaminya bersama dengan wanita lain," ucap Jimmy.


"Pulang? Mungkin benar juga kalau dia pulang. Kalian cari di sini. Aku akan cari di rumah." Tanpa menunggu persetujuan dari sahabatnya, Ganesha langsung pulang ke rumahnya.


Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hingga tidak butuh waktu lama, Ganesha sudah sampai di rumahnya. Dia langsung bergegas menuju ke kamar.


BRAK!


Dengan tidak sabaran, Ganesha langsung membanting pintu. Namun, apa yang dia cari tidak dia temukan. Ganesha pun langsung mencari ke kamar mandi dan ke balkon. Lagi-lagi dia tidak dapat menemukan Shopia.


"SHOPIA, KAMU DI MANA?" teriak Ganesha yang sukses membangunkan seisi rumah.

__ADS_1


Bi Sari dan Mang Parto yang terbangun mendengar teriakkan tuannya, mereka datang dengan tergopoh-gopoh. Kedua paruh baya itu, khawatir terjadi sesuatu pada tuannya.


"Den, ada apa? Kenapa dengan Non Shopia?" tanya Bi Sari saat sudah di depan Ganesha.


"Bibi, lihat Shopia pulang?" tanya Ganesha.


"Tidak, Den. Tidak ada yang datang selain Aden."


"Shitt! Kemana wanita itu? Kenapa tidak ada di rumah?" gerutu Ganesha dengan berlalu pergi menuju ke mobilnya. "Bi, kalau Shopia pulang, tolong cepat hubungi aku!"


"Baik, Den!" sahut Bi Sari


...***...


Keesokan harinya, Shopia dan Zara berangkat bersama ke kantor. Mereka terlihat bahagia, karena semalam kedua sahabat itu saling memanjakan tubuhnya. Mereka bergantian massage dan juga maskeran sambil menonton drama dari negeri ginseng hingga larut malam.


"Shopia, nanti kita me time bareng lagi yuk. Udah lama ya kita gak kayak semalam. Semenjak kamu dekat dengan Dora, kamu jadi gak ada waktu buat aku," keluh Zara.


"Iya, Zara maaf. Kamu tahu sendiri, karena bantuan Dora, aku dapat potongan bayar kos-kosan. Jadinya aku gak enak kalau menolak keinginan dia," sesal Shopia.


"Kamu sih, dikasih potongan cuma lima puluh ribu, tapi kamu udah kayak bayangan dia. Yang ke mana-mana harus ikut dengan dia. Udah gitu jadi pesuruh gratisan. Kalau aku mendingan aku bayar full daripada dijadikan babu kayak gitu. Eh, maaf aku keceplosan."


Memang benar apa yang Zara katakan. Kalau ada aku, Dora tidak usah repot-repot bawa barang sendiri. Karena aku yang selalu membawakannya, batin Shopia.


"Beruntung aku punya sahabat seperti kamu, yang mau aku bagi kesusahan dan kesedihan aku. Karena kalau kesenangan, aku belum bisa membaginya karena aku pun tidak memilikinya," ucap Shopia dengan tersenyum getir.


"Justru perjalanan hidup kamu itu memberikan aura positif buat aku. Aku yang tadinya anak manja, bisa jadi anak mandiri setelah mengenal kamu. Ayo kita raih kebahagiaan sebanyak-banyaknya, karena hidup bukan untuk ditangisi tapi untuk dinikmati. Hahaha ...." Zara langsung merangkul sahabatnya dan mengajaknya berjalan bersama masuk ke lobby perusahaan.


Namun, baru saja mereka sampai di ambang pintu. Ganesha sudah menghadang kedua wanita cantik itu. Dia terlihat sangat kucel dengan kemeja yang laki-laki itu pakai semalam. Ditambah lagi lingkaran hitam di matanya, membuat Shopia dan Zara sangat terkejut melihat bos di perusahaannya terlihat berantakan.


"Shopia, kamu ikut denganku!"


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Jangan lupa sawerannya ya kakak, biar othor semangat updatenya....


__ADS_2