
Tidak ingin menjadi bumerang untuk pernikahannya, Ganesha pun segera menghubungi Piero untuk datang ke ruangannya. Dia tidak ingin jika nanti Shopia datang bersama dengan putrinya, akan salah paham karena kehadiran Nike di ruangannya.
Namun, sepertinya dia sedikit terlambat karena ternyata Piero datang bersama dengan Shopia dan putri mereka. Sementara perawat yang biasa membantu Shopia menjaga putrinya, dia suruh menunggu di kafetaria kantor.
"Loh, kho ada Nike di sini?" tanya Shopia kaget melihat Nike yang sedang duduk di sofa, sedangkan Piero duduk di kursi kebesarannya.
"Dia baru datang. Katanya mau ngajak makan siang bareng, tapi Mas sudah bilang kalau Mas mau makan siang dengan kamu dan El," ucap Ganesha segera mengambil alih putrinya dari gendongan Shopia.
"Oh, begitu. Maaf ya Nike! Kami memang sudah janji untuk makan siang bersama. Biasalah Mas Anez suka ingin disuapi kalau makan. Katanya kurang enak kalau makan tidak aku suapi," ucap Shopia dengan tersenyum manis.
"Kalau aku yang suapi pasti lebih enak, Kak." Nike langsung membuka kotak makan yang dibawanya. "Ini buat Kak Piero dan ini buat Kak Anez. Aku masih inget loh makanan kesukaan kita saat masih kecil. Ayo sini Kak, aku suapi!"
"Tidak usap Nike. Kakak lebih suka makan dari tangan istri Kakak. Seperti El yang lebih suka kalau Mamanya yang suapi. Kalian makan saja, aku dan Shopia masuk ke kamar dulu. Kasian El, sepertinya dia ngantuk." Ganesha segera menarik tangan Shopia masuk ke dalam ruang pribadinya. Dia lebih suka memakan istrinya terlebih dulu sebelum mengisi perutnya.
"Mas, aku sedang halangan," bisik Shopia pelan. Dia sudah mengerti kode suaminya. Kalau dibawa ke ruang pribadinya, pasti dia akan dijadikan makanan pembuka oleh Ganesha.
"Tidak apa!" bisik Ganesha balik.
__ADS_1
Sementara Piero hanya menghela napas dalam melihat kepergian sahabatnya. Dia sudah sangat mengerti kalau Ganesha tidak akan memberi kesempatan sedikit pun pada Nike. Laki-laki itu memang bukan orang yang mudah jatuh cinta, tapi saat cintanya sudah berlabuh pada gadis itu, maka Ganesha akan susah berpaling. Meskipun banyak gadis yang jauh lebih baik dari gadis yang dicintainya.
"Nike, apa tidak sebaiknya mencari laki-laki lain yang tulus mencintai kamu? Jangan mengharapkan Anez lagi. Dia tidak akan mungkin menikahi kamu," ucap Piero pelan. Dia sebenarnya tidak tega bicara seperti itu pada Nike. Tapi dia lebih tidak tega lagi kalau gadis itu berharap banyak pada laki-laki yang tidak mengharapkannya.
"Kak, tapi Kak Anez sudah janji sama aku. Kakak juga tahu, kan?" Nike menatap penuh harap pada Piero agar laki-laki itu mau membantunya mendapatkan kembali teman kecilnya.
"Nike, Kakak sebenarnya tidak ingin berbicara seperti ini. Tapi apa kamu tidak tahu, kalau janji anak kecil itu hanya bohong. Apalagi, waktu itu kita hanya sedang bermain pengantin-pengantinan. Itu hanya permainan kita, bukan janji yang sebenarnya." Piero menatap dalam Nike, berharap gadis itu akan mengerti dengan apa yang dia katakan.
"Kakak, tapi aku suka dengan Kak Anez. Kenapa Kak Anez tidak mau memberi aku kesempatan kalau aku tulus cinta sama dia," keluh Nike melas.
"Sudahlah Nike! Lebih baik kamu membuka hati untuk laki-laki lain. Kita makan di luar saja yuk! Nanti kamu mendengar suara-suara yang seharusnya tidak kamu dengar," ajak Piero dengan menarik tangan Nike.
Setelah kepergian Piero dan Nike dari ruangannya, Ganesha dan Shopia pun kembali ke ruang kerjanya. Karena sebenarnya mereka hanya melihat lewat CCTV apa yang Piero dan Nike lakukan di sana. Pasangan suami istri itu hanya menguping pembicaraan Piero dan Nike. Ganesha sengaja melakukan hal itu, agar Shopia tidak lagi mencurigainya.
"Mas, apa yang akan Mas lakukan? Sepertinya Mas Piero begitu menyayangi Nike," tanya Shopia disela-sela mereka menikmati makan siangnya.
Ganesha mengurungkan niatnya untuk menyuapkan makanan ke mulutnya. Dia melihat ke arah Shopia sebelum berbicara. "Shopia, Mas tidak bisa melarang Nike untuk menyukai Mas. Tapi kamu harus percaya sama Mas, kalau Mas tidak akan pernah membalas perasaan Nike. Karena dari dulu sampai sekarang, Mas hanya menganggap dia teman. Tidak lebih!"
__ADS_1
"Aku harap, Mas tidak pernah mengkhianati pernikahan kita. Mungkin aku bisa bertahan dengan semua sikap Mas yang terkadang semaunya, tapi aku tidak akan bisa tahan jika ada orang ketiga dalam pernikahan kita."
"Iya, Mas mengerti. Hanya lihat foto editan saja, kamu langsung percaya. Apa begitu besar cinta kamu buat Mas?" Ganesha lalu menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Apa aku harus menjawabnya? Padahal Mas juga sudah tahu jawabannya." Shopia kembali memakan makanannya
"Mas hanya ingin meyakinkan diri kalau cinta Mas tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi Mas selalu yakin, kalau kamu sangat mencintai Mas. Benar, kan?"
"Aku mencintai Mas lebih dari yang Mas tahu. Hanya nama Mas yang selalu ada dalam do'a-do'a aku. Makanya, saat Mas menyakiti aku, rasa sakitnya terasa akan sangat sakit."
"Mas janji, tidak akan pernah mengkhianati pernikahan kita."
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukunganya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift, dan favorite....
...Terima kasih....
__ADS_1
Sambil nunggu Ganesha dan Shopia update, yuk kepoin juga karya keren yang satu ini.