Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 29 Mencari Shopia


__ADS_3

Hari yang cerah dengan sang surya yang begitu gagah menampakkan sinarnya, membuat Ganesha bersiul pelan seraya memakai bajunya. Hatinya merasa senang karena akan pergi ke luar negeri bersama dengan Shopia. Tak henti dia mematut diri di depan cermin dan tersenyum tipis memuji dirinya sendiri.


Selesai berpakaian dan merapikan penampilannya, Ganesha pun turun ke bawah dengan langkah ringan. Dia yakin kalau Shopia sedang menyiapkan sarapan untuknya di bawah. Namun, saat dia sampai di meja makan, Ganesha tidak menemukan Shopia berada di sana.


"Shopia! Shopia!" panggil Ganesha.


Bukan Shopia yang datang menghampirinya, tetapi Bi Sari yang lari tergopoh-gopoh menuju ke arahnya. Wanita paruh baya itu sangat terkejut mendengar teriakkan dari tuannya.


"Loh, Den. Kenapa pulang lagi? Apa ada yang tertinggal?" tanya Bi Sari kaget melihat keberadaan Ganesha.


"Maksud Bibi? Hari ini aku belum keluar rumah." Ganesha balik bertanya.


"Bukannya semalam berangkat ke luar negeri bersama dengan Non Shopia. Dia pamit akan perjalanan bisnis ke luar negeri bersama Den Anez."


"Apa? Pergi semalam?" tanya Ganesha kaget. Dia langsung menuju ke kamarnya. Melihat koper yang semalam disiapkan oleh istrinya. Dada Ganesha langsung bergemuruh hebat melihat hanya koper miliknya yang teronggok di sana.


Dia pun melihat ke lemari baju tempat Shopia menyimpan baju dan barang-barang pentingnya. Namun, dia hanya mendapatkan lemari kosong. Ganesha langsung menjambak rambutnya saat prasangka buruk terus menggelitik pikirannya.


"Sial! SHOPIAAAA!!!" jerit Ganesha.


Dia langsung menyambar ponsel dan kunci mobil. Ganesha berniat untuk mencari istrinya. Dia yakin kalau Shopia belum pergi jauh, tiket pesawat untuk mereka pergi pun tidak dibawa oleh istrinya.


"Den, Den Anez mau ke mana?" tanya Bi Sari saat melihat Ganesha berlari dengan tergesa.


"Mencari Shopia, dia kabur!" sahut Ganesha seraya tidak mengehentikan langkah kakinya.


Namun, saat baru sampai di ruang tengah, dia dikejutkan dengan oleh Dora yang sedang duduk manis di sana. Gadis cantik itu langsung berdiri saat melihat kedatangan Ganesha yang nampak tergesa. Dia tersenyum manis menyambut kedatangan Ganesha. Akan tetapi, tidak sedikit pun Ganesha menghiraukannya.


"Kak Anez mau ke mana? Kita berangkat bersama ke kantor," tanya Dora.


"Aku tidak ke kantor," ucap Ganesha, lagi-lagi tidak menghentikan langkahnya. Dia membiarkan begitu saja Dora yang akan menghampirinya.


"Kak Anez tunggu, Kak!" teriak Dora, tetapi Ganesha terus saja pergi meninggalkan dia.

__ADS_1


Ganesha tidak peduli dengan teriakan Dora. Fokusnya hanya pada Shopia, Shopia dan Shopia. Dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ganesha yakin, Shopia pasti pergi ke rumah kontrakan Zara. Akan tetapi, dia tidak menemukannya.


"Sial, sial, sial! Kenapa aku tidak tahu kalau Zara sudah pindah kontrakan. Ke mana gadis itu pergi," umpat Ganesha.


Tidak ingin membuang waktu, Ganesha segera pergi ke kantornya. Berharap sahabat istrinya sudah datang. Benar saja, Zara sudah duduk di kubikel-nya seraya memainkan ponsel.


"Zara, ikut ke ruanganku sekarang!" suruh Ganesha dengan nada dingin.


Zara hanya menengok ke arah Ganesha lalu dia pun menganggukkan kepala tanda menyetujui perintah bos-nya. Dia berjalan mengekor di belakang Ganesha dengan senyum tipis di bibirnya. Zara yakin kalau Ganesha sedang mencari kebenaran Shopia.


"Katakan! Di mana Shopia?" tanya Ganesha saat mereka sudah berada di ruangan miliknya.


"Aku tidak tahu." Bohong Zara.


"Zara, apa kamu tidak takut kehilangan pekerjaan kamu dengan membohongi aku?"


"Tidak! Meskipun aku tidak bekerja, usaha keluargaku cukup untuk menghidupi aku."


"Salah paham? Lalu foto-foto ini," tunjuk Zara pada ponselnya. "Coba Anda lihat baik-baik! Ini foto terakhir Anda 'kan sebelum Dora kembali ke sini? Dan ini, hasil USG Dora kalau dia hamil anak Anda Tuan. Kenapa Anda mempertahankan Shopia kalau memang kalian menjalin hubungan di belakang dia? Apa Anda belum puas menyakiti hati dan harga diri Shopia?"


Ganesha nampak termenung melihat foto kebersamaannya dengan Dora. Dia terlihat merangkul Dora dan gadis itu mencium pipinya dalam sebuah pesta. Dia juga melihat hasil USG Dora yang menyatakan kalau gadis itu hamil.


"Sial! Dora menjebak aku. Aku yakin kalau foto yang di apartemen itu hanya settingan dia," gumam Ganesha. "Tapi kenapa dia melakukan ini padaku?"


"Aku memang bertemu dengan Dora waktu itu, saat menghadiri undangan pesta rekan bisnisku


Tapi aku hanya sebentar bersamanya karena aku sibuk membahas bisnis baruku dengan beberapa teman di sana," beber Ganesha.


"Bagaimana dengan hasil USG? Anda pernah melakukannya bukan bersama dengan Dora?" tanya Zara dengan penuh selidik.


"Tidak, hanya kemarin di apartemen dia. Itu pun aku tidak tahu kami melakukannya atau tidak."


"Maaf, Tuan. Sebaiknya Anda selesaikan dulu masalah Anda dengan Dora. Aku akan memberi tahu di mana Shopia saat masalah kalian sudah selesai. Biarkan Shopia menenangkan diri dari semua hal yang terjadi padanya. Anda tahu Tuan, hidup yang dijalaninya sangat berat tapi Anda justru menambah beban hidupnya." Zara menghela napas sejenak dengan menatap lekat pada Ganesha yang terlihat frustrasi.

__ADS_1


"Kalau Anda memang mencintai Shopia, biarkan dia menenangkan diri. Anda tidak perlu mencarinya, karena dia akan baik-baik saja."


"Baiklah! Aku titipkan Shopia padamu. Tapi saat semua urusanku dengan Dora selesai, aku pasti akan menjemputnya kembali."


"Baik Tuan. Kalau begitu saya permisi!" pamit Zara.


Dia sedikit membungkukkan badannya sebelum pergi meninggalkan Ganesha yang masih terlihat tegang. Sementara Ganesha hanya melihat kepergian Zara dengan tatapan kosong.


Aku pasti akan menemukan kamu Shopia. Sepertinya aku harus membayar orang untuk mengikuti Zara kemana dia pergi. Agar aku tahu di mana keberadaan Shopia tanpa sepengetahuan dia, batin Ganesha.


Tidak lama setelah kepergian Zara, Piero masuk ke dalam ruangan Ganesha, saat laki-laki itu tahu kalau sahabatnya tidak jadi pergi ke luar negeri. Piero sedikit terkejut melihat penampilan Ganesha yang tidak seperti biasanya. Bajunya memang masih rapi, tapi tatanan rambutnya berantakan.


Dia pun mendekat ke arah Ganesha, yang sedang menyenderkan tubuhnya pada senderan sofa, dengan kepala mendongak ke atas. Tangannya Ganesha pakai untuk menutup wajahnya.


"Gak jadi pergi?" tanya Piero.


"Shopia kabur. Dia termakan kebohongan Dora," ucap Ganesha seraya membenarkan duduknya.


"Maksud kamu?"


"Kau cari detektif untuk mengikuti Zara. Dia tahu di mana keberadaan Shopia. Tapi gadis itu tidak mau memberi tahu aku."


"Kamu tenang saja. Kalau Shopia dalam pengawasan Zara, berarti istri kamu aman. Dora tidak akan berani mengusik Zara."


"Tapi aku takut, Shopia akan benar-benar menyerah dan pergi jauh dari aku. Sebelum dia benar-benar pergi, aku harus menemukannya."


"Baiklah, aku akan mencari intel terbaik untuk menemukan istrimu."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2