Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 116 Kebersamaan


__ADS_3

Malam yang panjang dengan langit yang bertabur bintang, membuat semua orang terhanyut dalam kemeriahan suasana pesta. Apalagi, di penghujung pesta, ada pesta dansa yang membuat semua tamu undangan begitu antusias.


Jordan dan Tiffany membawakan dansa pembuka, disusul oleh Dokter Lionel yang langsung menarik Nike ke tengah-tengah ballroom. Mau tidak mau gadis itu pun mengikuti alunan musik klasik.


"Terima kasih, tidak menolak aku saat diajak ke tengah," ucap Dokter Lionel.


"Tidak mungkin aku mengecewakan dokter," ucap Nike.


"Malam ini, kamu terlihat sangat cantik," puji Dokter Lionel.


"Terima kasih." Nike tersipu malu mendapatkan pujian dari dokter. Hatinya mendadak menghangat mendapat perlakuan dari dokter itu. Dia memang sangat suka diperlakukan lembut dan sangat disayang oleh laki-laki, seperti dulu Piero dan Anez memperlakukan dia seperti seorang putri.


Selesai mereka berdansa, Dokter Lionel pun mengajak Nike untuk ke luar dari hotel. Mereka duduk di bebatuan yang ada di seberang hotel seraya menikmati kelap-kelip cahaya bintang dan mercusuar yang ada di laut lepas.


"Boleh, aku memanggil Nike saja?"


"Tentu saja boleh, Dok. Itu namaku," ucap Nike dengan tersenyum manis.


"Aku hanya ingin agar kita lebih akrab saja. Aku sangat senang kamu sudah bisa mengendalikan rasa takutmu itu. Meskipun sebenarnya, aku kehilangan karena pasien yang selalu aku tunggu kedatangannya, sudah lama tidak berkunjung." Dokter Lionel melirik ke arah Nike yang sedang melihat ke langit malam.


"Apa Dokter menunggu kedatangan aku?"


"Iya, tapi bukan sebagai pasien. Aku menunggu kedatangan kamu, sebagai orang yang akan sellau menemani perjalanan hidup aku."


"Maksud, Dokter?" tanya Nike mendadak blank dengan maksud ucapan dokter muda itu.


"Nike, aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan lagi. Dari pertama kamu datang ke tempat praktekku, aku merasakan ada sesuatu yang lain yang terus mengusik hati dan pikiranku. Aku terus mencari jawaban dari perasaan yang tidak biasa aku rasakan pada pasien-pasienku. Saat kamu tidak pernah datang lagi, aku baru mengerti kalau aku sangat kehilangan kamu." Dokter Lionel menghentikan ucapannya. Dia menghadap ke arah Nike dan menggenggam tangan gadis itu.


"Nike, bolehkah aku selalu menjagamu dan menjadi sandaran hidupmu? Aku ingin berbagi semua cerita hidupku denganmu, berbagi kebahagiaanku denganmu dan berbagi apapun yang aku miliki bersamamu. Nike, maukah jadi pendamping hidupku?" Dokter Lionel menatap dalam mata gadis cantik yang ada di depannya.

__ADS_1


Tentu saja hal itu membuat Nike menjadi kikuk. Meskipun benar, dia tidak memiliki perasaan apapun pada dokter itu. Tapi Nike ingin melepaskan semua perasaaannya pada bayang masa lalu. Pada mimpi masa kecilnya yang tidak mungkin menjadi nyata.


Dia ingin mencoba menjalin sebuah hubungan dengan laki-laki yang benar-benar tulus menyayanginya. Akhirnya Nike pun menganggukkan kepalanya perlahan, menyetujui permintaan dokter tampan itu, saat dia melihat kesungguhan dari tatapan mata Dokter Lionel.


"Terima kasih, Nike!" Dokter Lionel langsung memeluk erat gadis yang ada di depannya.


Aku tahu, terlalu banyak luka dalam hidupmu yang terkadang membuat kamu berpikir egois dan tidak memikirkan perasaan orang lain. Tapi aku yakin, dengan cinta tulus yang aku berikan, kamu akan menjadi pribadi yang lebih baik, karena yang kamu butuhkan itu sebenarnya hanya cinta dan kasih sayang dari orang-orang di sekelilingmu.


...***...


Keesokan harinya, Shopia terbangun dari tidurnya karena mendengar suara tangis putrinya. Shopia lupa, setelah semalam dia menikmati malam panjangnya bersama dengan Ganesha. Wanita cantik itu tidak berpakaian lengkap. Padahal dia tidur satu ranjang bersama dengan putrinya.


Shopia pun segera memberikan ASI pada El, agar gadis kecilnya itu kembali tenang. Sementara Ganesha yang ikut terbangun, segera memunguti bajunya dan baju Shopia yang berserakan di lantai.


Dia hanya tersenyum saat teringat permainan panas dia dan istrinya. Karena takut mengganggu El yang sedang tertidur pulas, Ganesha mengajak Shopia bermain jungkat-jungkit di sofa, setelah mereka puas melakukan permainan itu, barulah keduanya pindah ke tempat tidur.


"Mas, bicaranya bisa disaring dulu gak?" tegur Shopia kesal.


"Iya maaf, Sayang."


Ganesha langsung berlalu pergi menuju ke kamar mandi dan mengambil bathrobe sebelum dia membersihkan dirinya. Dia pun dengan setia memakaikan pada tubuh Shopia yang sedang tertidur miring. Dengan isengnya, Shopia mencium tengkuk Shopia sebelum dia pergi untuk membersihkan diri.


Mas Anez benar-benar nakal kalau sedang di kamar tidur. Tapi kalau di luar, dia terlihat cuek dan arogan.


Hanya butuh waktu kurang lebih lima belas menit, laki-laki itu berada di kamar mandi. Membersihkan semua bagian tubuhnya. Dia pun keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya dan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


Shopia hanya bisa melongo melihat wajah tampan suaminya yang terlihat fresh. Ditambah tubuh atletisnya dengan dada dan perut yang seperti roti sobek, membuat dia semakin mengagumi sosok suaminya.


Sementara Ganesha hanya tersenyum tipis melihat istrinya yang melongo melihat ke arahnya. Seandainya saja tidak ada El di sana, sudah pasti dia akan menggoda istrinya. Laki-laki itu hanya menggelengkan kepalanya seraya mengambil baju yang ingin dipakainya.

__ADS_1


"Shopia, nanti El berikan saja pada pengasuh untuk dimandikan. Mas mau bertemu dengan rekan bisnis. Semalam bertemu dan mengajak sarapan bersama untuk membicarakan bisnis baru dengannya."


"Iya Mas." sahut Shopia.


Selesai El menikmati sumber kehidupannya, gadis itupun diberikan pada pengasuh yang memang ikut dan menginap di sana. Sementara Shopia bergegas membersihkan diri. Dia ingin mengajak putrinya berjalan-jalan di tepi pantai, setelah sarapan bersama dengan rekan bisnis suaminya.


Setelah semuanya siap, mereka pun menuju ke restoran yang sudah dijanjikan. Ganesha sengaja mengajak Shopia dan El, karena rekan bisnis yang akan bekerja sama dengannya, meminta untuk sarapan bersama dengan keluarga kecilnya seraya membahas bisnis baru mereka.


Tidak lama Ganesha menunggu rekan bisnisnya, terlihat di pintu masuk restoran, seorang laki-laki tampan berwajah kalem sedang menggendong putranya yang masih kecil, sedangkan istrinya menggendong putri mereka.


"Maaf, kami datang terlambat." ucap Tuan Keano, yang baru saja datang bersama dengan anak dan istrinya.


"Tidak apa, Tuan! Kami juga baru sampai," sahut Ganesha segera menyambut uluran tangan laki-laki itu. "Silakan duduk!"


"Terima kasih. Ayo Sayang! Shaka dan Asha sama Mbak dulu ya!" ujar Tuan Keano seraya memberikan putranya pada pengasuh yang sedari tadi mengikutinya.


Tidak jauh beda dengan Tuan Keano, istrinya pun segera memberikan putri mereka pada pengasuh. Membuat Shopia jadi bertanya-tanya, kenapa tidak dinaikin saja ke stroler dari tadi, tapi mereka maalh menggendongnya dan membiarkan kedua pengasuh itu mendorong stroller yang kosong.


"Mbak pasti bingung ya!" tebak Devanya saat melihat Shopia bengong melihat ke arahnya. "Kami hanya ingin lebih dekat dengan anak-anak kami, jadi memaksimalkan waktu kebersamaan kami dengan mereka."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


Sambil nunggu Shopia dan Ganesha update, yuk kepoin juga karya keren yang satu ini.


__ADS_1


__ADS_2