
Melihat Ganesha yang menerima suapan demi suapan dari Shopia. Membuat gadis itu mengepalkan tangannya kuat di bawah meja. Dia merasa sangat geram karena Ganesha bersikap lunak pada Shopia. Padahal, saat masih bersamanya, laki-laki itu selalu merasa risih pada Shopia yang selalu mengikuti mereka.
"Anez, mumpung kita di sini. Bagaimana kalau kita menonton dulu. Sudah lama kita tidak bersenang-senang," cetus Piero disela-sela makannya.
"Boleh. Kamu carikan saja tiket untuk kita," ucap Ganesha.
"Baiklah, kita nonton film horor saja," cetus Piero.
"Maaf, Mas. Aku tidak ikut," celetuk Shopia.
"Kenapa?" tanya Ganesha dengan menatap dalam istrinya.
"Tidak apa. Aku hanya ingin beristirahat saja," jawab Shopia seraya memakan makanannya.
Dia tidak mau jika nanti harus menjadi obat nyamuk lagi. Seperti saat dulu mereka belum menikah. Shopia terpaksa selalu mengikuti Ganesha dan Dora saat berkencan karena permintaan dari Dora.
"Kalian saja menonton, aku harus mengantar Shopia pulang." Ganesha tidak melepaskan pandangannya pada Shopia yang selalu menghindar berpandangan dengannya.
"Kakak kenapa sih, biarkan saja dia pulang sendiri. Dia kan bukan orang baru di kota ini," rengek Dora.
"Dia memang bukan orang baru, tapi dia sering nyasar kalau pulang sendiri. Entah dia pulang ke mana tapi tidak sampai ke rumahnya," sindir Ganesha yang sukses membuat Shopia langsung melihat ke arah suaminya.
Shopia tidak menyangka kalau Ganesha masih ingat saat dia tidak pulang ke rumah semalaman waktu itu. Shopia pun tersenyum manis pada suaminya. "Aku pasti pulang, selama tidak diusir dari rumah itu."
"Tidak akan ada yang mengusir kamu selama kamu berkelakuan baik," ucap Ganesha.
"Sudah sudah, habiskan dulu makannya. Biar aku nonton sama Dora saja," tukas Piero.
Akhirnya mereka pun berpisah setelah selesai makan. Ganesha memilih untuk bersama dengan Shopia, mengikuti wanita cantik yang selalu menghangatkan ranjangnya itu. Entahlah, dia tidak ingin Shopia menghilang lagi seperti waktu itu. Makanya, Ganesha tidak akan membiarkan istrinya pergi sendiri.
"Shopia, apa kamu tidak ingin melihat aku dekat dengan Dora?" tanya Ganesha saat mereka sudah berada di rumah.
__ADS_1
"Tidak ada seorang istri pun yang suka melihat suaminya bersama dengan wanita lain. Apalagi wanita itu mantan tunangan suaminya. Apa Mas Anez akan kembali pada Dora?"
"Aku belum memikirkannya. Aku masih ingin bersama kamu, Shopia."
Masih ingin? Besar kemungkinan dia akan kembali saat dia sudah bosan padaku, batin Shopia.
...***...
Semenjak hari itu, Dora selalu mencari cara untuk dekat dengan Ganesha. Meskipun laki-laki itu tidak bersikap sehangat dulu saat mereka masih menjadi pasangan. Tetapi lelaki itu juga tidak pernah menghindar ataupun memberi jarak pada Dora.
Tentu saja Shopia hanya bisa mengelus dada dengan sikap ambigu Ganesha. Meskipun sikap Ganesha tidak berubah padanya. Bahkan, laki-laki itu semakin gencar membuat adonan bersamanya. Tetap saja, hati Shopia merasa tidak tenang saat melihat Dora begitu gencar mendekati suaminya.
Seperti saat ini, mereka sedang mengadakan acara barbeque di rumah Ganesha. Tiba-tiba saja gadis itu datang tanpa diundang. Entah tahu dari siapa kalau malam ini Shopia merayakan ulang tahunnya dengan pesta barbeque.
"Malam, Mah, Pah!" sapa Dora pada Prada yang sedang duduk bersama dengan Shopia di taman belakang.
"Dora, kapan kamu datang?" tanya Prada kaget.
"Udah satu Minggu yang lalu, Mah. Mama apa kabar?" Dora balik bertanya.
"Tentu saja, Mah. Bagaimana aku tahu di sini ada pesta kalau Mas Anez tidak mengundang aku," jawab Dora tersenyum manis pada Prada.
Shopia langsung membulatkan matanya mendengar apa yang Dora. Dia melihat ke arah Ganesha. Namun hanya gelengan kepala yang dia dapat. Tidak ingin acara pestanya berantakan, Shopia pun berusia untuk bersikap biasa saja.
"Terima kasih sudah datang, Dora. Aku dan Mas Anez memang hanya mengundang orang terdekat saja," sindir Shopia.
"Ya sudah, sebelum acara barbeque dimulai, kita potong kuenya saja dulu," usul Prada. Dia memang sengaja membuat kue ulang tahun untuk menantunya. Saat diberitahu oleh Ganesha akan mengadakan pesta barbeque di rumahnya.
"Kamu tahu tidak, Dora. Pesta ini Anez yang siapkan loh. Putra Mama memang susah jatuh cinta. Tapi saat hatinya sudah memilih seorang gadis untuk dia cintai, maka dia akan melakukan apapun untuk gadis itu. Rugi sekali kalau ada gadis yang meninggalkan dia begitu saja," sindir Prada.
Dora hanya tersenyum samar mendengar apa yang dikatakan oleh Prada. Dia tahu kalau mantan calon mertuanya itu sedang menyindirnya. Tapi dia juga tidak menyesali sudah pergi begitu saja dan tidak memberikan kesempatan pada Ganesha. Karena dia yakin, akan mudah meluluhkan hati laki-laki itu saat dia ingin kembali padanya.
__ADS_1
"Sudah, Mah. Ayo Shopia kita potong kuenya!" ajak Ganesha dengan menarik tangan Shopia.
Setelah semuanya berdo'a untuk kebaikan Shopia, wanita cantik itu memotong kue ulang tahunnya dan memberikan potongan pertama untuk Ganesha. Laki-laki itu tersenyum manis mendapatkan suapan pertama dari istrinya.
"Selamat ulang tahun, Shopia. Hadiah dariku nanti menyusul saat kita berada di kamar," bisik Ganesha.
Melihat kemesraan Shopia dan Ganesha, membuat Dora menatap tajam pada mantan sahabatnya itu. Dia sangat kesal, karena Shopia selalu mendapatkan perhatian dari orang-orang terdekat mereka. Padahal Dora merasa, dia jauh lebih baik dari Shopia.
Tunggu saja, Shopia. Aku pasti akan merebut kembali Mas Anez, batin Dora.
Setelah selesai acara potong kue, mereka pun langsung ke acara inti. Para lelaki membakar daging, sementara Shopia dan Zara terlihat kompak mempersiapkan segalanya bersama dengan Bi Sari. Sementara Prada dan Dora duduk melihat para lelaki membakar daging.
"Shopia, kenapa sahabat kamu itu tidak tahu malu banget. Lihat, dia sedang cari muka pada Nyonya Prada." Zara menunjuk Dora dengan dagunya.
"Biarkan saja. Aku ingin tahu seberapa berartinya aku buat mereka," ucap Shopia.
"Aku salut sama kamu Shopia. Kamu bisa bersikap tenang. Padahal Dora terang-terangan ingin merebut suami kamu. Apa kamu tidak mencintai Tuan Anez?"
"Zara, aku hanya berusaha berdamai dengan keadaan. Karena dari awal aku sudah salah karena berada di antara mereka. Meskipun aku ingin mempertahankan pernikahanku, tapi kalau Mas Anez sudah tidak menginginkan aku lagi. Mungkin aku akan mundur," ungkap Shopia.
"Jangan lemah, Shopia! Pertahankan apa yang sudah kamu miliki, Dora hanya masa lalu Tuan Anez. Aku yakin kalau sebenarnya dia sudah mulai mencintai kamu. Hanya saja, cara dia mengungkapkannya tidak kita pahami."
"Semoga saja. Kalau Mas Anez memang mencintai aku, aku akan sekuat tenaga mempertahankan dia. Tapi kalau sebaliknya, mungkin aku ...."
"Jangan berpikir untuk pergi dariku, tanpa seijin aku. Sampai kapan pun, kamu hanya milikku," potong Ganesha yang sudah berdiri di belakang istrinya. Dia membawa daging yang sudah dibakar dan berniat memberikannya pada Shopia.
"Mas, aku ...."
"Kalau kamu tidak ingin ada yang merebutnya, kenapa kamu tidak berusaha untuk mempertahankannya."
...~Bersambung~...
__ADS_1
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....
...Terima kasih....