Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 114 Kesuksesan Rencana Jordan


__ADS_3

Rumah yang biasanya selalu terlihat sunyi, mendadak ramai pagi ini. Masalahnya Coki langsung membuat keributan saat melihat keberadaan Jordan di kamar kekasihnya. Laki-laki yang bekerja sebagai dokter klinik di salah satu anak perusahaan JV Group itu, tidak segan memukuli Jordan dengan membabi buta. Membuat semua tetangga Tiffany berdatangan melihat keributan di rumah gadis itu.


"Siapa kamu? Kurang ajar kamu, menginap di rumah calon tunangan aku!" sentak Coki seraya menyerang Jordan.


Dengan sisa tenaganya, Jordan terus menangkis serangan dari laki-laki itu. Sampai ketua rukun tetangga di komplek itu datang melerai mereka. Barulah tetangga lain yang sedari tadi hanya melihat langsung ikut membantu melerai perkelahian itu


"Sudah hentikan! Kita bicarakan baik-baik, Nak Coki, tolong kendalikan emosi Anda. Di sini negara hukum bukan negara yang suka main hakim sendiri," tegur Pak RT.


"Iya, benar. Bicarakan saja baik-baik!" kompak semua tetangga yang ada di sana.


"Fanny, tolong telpon papaku, kamu tekan saja nomor satu. Kepalaku pusing sekali," suruh Jordan. Tiffany pun segera mengambil ponsel laki-laki itu dan mengubungi Tuan Jody dan memberitahukan keadaan Jordan.


"Apa kamu sedang sakit?" tanya laki-laki paruh baya yang menjabat sebagai ketua rukun tetangga.


"Iya, dari semalam aku demam."


"Halah alasan saja kamu. Setelah kamu menikmati tubuh calon tunangan aku sekarang belaga sakit segala. Alasan saja kamu," tuduh Coki.


"Sudah ... Sudah ... Lebih baik kita bicarakan di dalam."


Kini semuanya berkumpul di ruang tamu rumah Tiffany. Gadis itu sedari tadi hanya diam tidak bersuara sedikit pun. Dia sangat terkejut saat sudah selesai mandi, melihat di depan rumahnya begitu banyak orang yang mengerumuni perkelahian Coki dan Jordan. Melihat luka lebam di wajah Jordan, Tiffany pun membawa kotak obat dan mengobati luka lebam di wajah Jordan.


"Bapak lihat sendiri, bagaimana dia begitu perhatian pada selingkuhannya. Apa seperti itu sikap calon istri yang baik. Sepertinya, lebih baik hubungan kita putus saja Tiffany. Aku tidak sudi memiliki istri seorang wanita murahan yang suka berselingkuh."


"Nak Coki, apa tidak sebaiknya kita mendengarkan penjelasan mereka dulu," ucap Pak RT.


"Tidak usah, Pak. Aku jijik melihat mereka berdua. Cih! Pasangan mesumm seperti mereka harus diusir dari daerah sini, Pak."


"Jaga bicara Anda, Pak Coki yang terhormat. Meskipun memang benar semalam Jordan menginap di sini, tapi kami tidak melakukan hal yang di luar batas. Aku hanya memberi tumpangan karena kasihan mobilnya mogok, sedangkan semalam di sini hujan petir," jelas Tiffany yang sedari tadi diam.

__ADS_1


"Terima kasih Pak Coki sudah mengembalikan Tiffany pada pemiliknya. Aku Jordan Vuttion calon suami Tiffany, tapi karena di antara kami terjadi kesalahpahaman, membuat kami harus berpisah untuk sementara. Tapi cinta selalu menemukan jalannya untuk kembali pada pemiliknya."


"A-a-pa? Vu-Vu-Vuttion?" tanya Coki gagap


"Kenapa Anda kaget? Apa Anda kenal dengan Keluarga Vuttion?" tanya Jordan menatap lekat Coki yang wajahnya mendadak berubah pucat.


Bersamaan dengan kedatangan Tuan Jody. Pria paruh baya itu langsung menghampiri putranya yang terlihat lebam di pipi kirinya akibat tonjokan dari Coki. "Siapa yang melakukannya, Nak? Badan kamu panas sekali, ayo kita ke rumah sakit. Will, urus orang yang sudah membuat putraku sakit."


"Sebentar, Pah. Ini hanya salah paham, bukan begitu Pak RT?"


"Iya, Tuan. Maaf Anda ini siapa?" tanya Pak RT.


"Saya Jody Vuttion, papanya Jordan."


"Apa Anda pemilik JV Group? Putra saya bekerja di sana."


Tuan Jody hanya tersenyum seraya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan dari orang-orang itu. Fokusnya hanya pada Jordan yang terlihat lesu dan juga gadis yang ada di sebelah Jordan.


"Pak RT, saya permisi dulu! Sudah siang mau berangkat kerja," pamit Coki dengan tergesa-gesa. Dia tidak menunggu jawaban dari orang-orang. Coki khawatir Tuan Jody segera mengenalinya. Bisa hancur kariernya yang sedang naik di perusahaan cabang JV Group.


Sementara orang-orang yang berada di rumah Tiffa6 mendadak sungkan pada tuan Jody. Mereka jadi menahan diri untuk berkata yang tidak-tidak di depan orang kaya itu.


"Maaf Tuan, sebaiknya Anda segera menikahkan putra Anda dengan Tiffany, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Karena tidak baik seorang gadis tidur bersama dengan seorang laki-laki yang belum sah menjadi suaminya. Meskipun kalian tidak melakukan hal yang di luar batas, tapi tetap saja hal itu kurang bagus di mata masyarakat kita karena menyalahi norma sosial."


"Saya mengerti Tuan, untuk itu saya mengundang ke semua warga di sini untuk menghadiri Pernikahan putra saya dengan ... Siapa namamu, Nak?" tanya Tuan Jody pada Tiffany.


"Tiffany, Tuan!" sahut Tiffany.


"Oh, iya pernikahan Jordan dengan Tiffany di hotel JS minggu depan," ucap Tuan Jody.

__ADS_1


"Apa? Minggu depan? Tapi saya belum menyetujuinya Tuan." Tiffany sangat terkejut dengan rencana dari Tuan Jody. Dia melihat ke arah Jordan dan orang-orang yang ada di sana secara bergantian.


"Tiffany, kamu tidak punya pilihan, Nak. Masih mending hari ini kamu tidak digiring ke balai desa, ka5rnea kami tahu kalau kamu anak yang baik dan tidak suka melakukan hal yang tidak-tidak. Lebih baik kamu mengikuti saja rencana Tuan Jody, agar kamu ada yang menjaga. Om yakin kalau Nak Jordan itu laki-laki yang baik. Om malah tidak suka dengan sikap Coki yang terkadang menunjukkan sikap angkuh," tutur Pak RT, yang masih memiliki hubungan saudara dengan ibunya Tiffany.


Jordan hanya bisa bersorak girang di dalam hatinya. Dia merasa sangat bahagia ternyata rencananya jauh lebih sukses dari yang dia perkirakan. Meskipun benar Jordan berharao bisa menikah secepatnya dengan Tiffany, tapi dia tidak pernah menyangka akan secepat itu.


"Baiklah, Om. Aku hanya menurut saja," ucap Tiffany dengan nada lemah.


"Maaf Tuan-tuan, saya permisi! Jordan harus segera di bawa ke rumah sakit. Putra saya memeng memiliki ketahanan tubuh yang lemah pada air hujan," pamit Tuan Jody. "Ayo Jordan! Kamu harus secepatnya di infus, badanmu bertambah panas."


"Silakan Tuan! Semoga Nak Jordan cepat sehat kembali," ucap Pak RT. "Tiffany, cepat antarkan Jordan ke rumah sakit!"


"Iya, Om!" sahut Tiffany. Dia pun langsung bersiap setelah semua tetangga yang ada di sana membubarkan diri. Dia ikut mengantarkan Jordan sebelum berangkat ke tempat kerjanya.


"Jordan, apa kamu sengaja bermalam di rumah gadis itu agar digrebek warga?" tanya Tuan Jody saat Tiffany sedang bersiap di kamarnya.


"Itu cara instan yang aku pikirkan saat Fanny mengatakan kalau dia sudah memiliki tunangan." Jordan tersenyum tipis seraya menyandarkan kepalanya ke punggung sofa.


"Anak nakal! Segitunya kamu mencintai gadis itu. Pantas saja, Papa tidak pernah melihat kamu menggandeng seorang gadis."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


Sambil nunggu Shopia dan Ganesha, yuk kepoin Cerita keren yang satu ini.


__ADS_1


__ADS_2