Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 72 Periksa Kandungan


__ADS_3

Keesokan harinya, Shopia terlihat sudah rapi dengan long dress warna peach yang dipakainya. Dia terlihat sangat segar dan bercahaya. Memang, semenjak kehamilannya Shopia menjadi terlihat lebih cantik dari sebelumnya.


"Jadi hari ini kontrol?" tanya Ganesha dengan memasang kancing kemejanya.


"Iya, Mas. Perutku sering kram," jawab Shopia jujur.


Ganesha menghentikan gerakannya saat mendengar apa yang istrinya katakan. Dia melihat ke arah Shopia lalu menghampiri istrinya uang sedang duduk di depan meja rias.


"Kenapa tidak bilang dari kemarin? Shopia, Mas minta, kamu jangan terlalu memikirkan tentang masalah keluarga kamu. Mas yakin, semuanya akan baik-baik saja. Kamu harus ingat, ibu hamil itu tidak boleh stres!"


"Iya, Mas. Tadi Mama menelpon katanya mau ke sini. Apa aku sama Mama saja pergi ke dokternya?"


"Sama Mas saja. Mas sudah bilang pada Calvin kalau berangkat siang. Mungkin dia yang akan menggantikan meeting pagi," ucap Ganesha.


"Apa Sania juga boleh ikut?" tanya Shopia.


"Boleh saja. Nanti dia bawa mobil sendiri, biar pulang dari rumah sakit, Mas langsung ke kantor dan kalian langsung pulang."


Setelah diskusi panjang seraya merapikan penampilannya masing-masing, pasangan suami istri itu keluar dari kamarnya. Mereka disambut hangat oleh Nyonya Prada dan Tuan Galen yang sudah duduk menunggu di ruang tamu. Tidak lupa Shopia dan Ganesha mencium punggung tangan kedua orang tua itu.


"Bagaimana cucu mama, Shopia?" tanya Nyonya Prada.


"Sehat, Mah. Mama dan Papa juga apa kabar?" Shopia balik bertanya.


"Syukurlah, Mama dan Papa juga sehat."


"Apa Mama dan Papa sudah sarapan? Ayo kita sarapan bersama!" ajak Shopia.


"Hehehe ... Kita sengaja datang pagi-pagi agar bisa sarapan bersama dengan kalian," ucap Nyonya Prada.


Kedua pasangan beda generasi itu menikmati sarapan paginya dengan lahap. Nyonya Prada tersenyum simpul melihat Ganesha yang sudah terlihat lahap makan nasi goreng spesial buatan Bi Sumi. Karena Biasanya, laki-laki itu pasti menolak sarapan pagi dengan makanan berat. Dia lebih suka meminum segelas susu dan dua keping roti sandwich.

__ADS_1


Ternyata Shopia telah membawa perubahan yang cukup besar pada Anez. Bahkan, dia merubah kebiasaannya sendiri tanpa ada yang memintanya, batin Prada.


Setelah mereka menghabiskan sarapannya. Galen pergi ke kantornya, sedangkan Prada ikut dengan Ganesha pergi ke rumah sakit. Mereka begitu bersemangat karena ingin melihat perkembangan bayi yang ada di dalam kandungan Shopia.


Shopia hanya tersenyum melihat wajah tidak sabaran dari suami dan mertuanya. Hatinya menghangat karena kehadiran anaknya sangat diharapkan oleh keluarga suaminya. Saat sampai di rumah sakit, mereka langsung menuju ke ruangan dokter kandungan karena memang sebelumnya sudah membuat janji.


"Pagi, Dok!" Sapa Shopia saat sudah berada di ruangan dokter kandungan.


"Pagi, Nyonya! Silakan duduk!" suruh seorang dokter wanita yang terlihat masih muda.


"Terima kasih, Dok!" sahut Shopia kompak dengan Nyonya Prada.


"Bagaimana keadaannya, Nyonya? Apa ada keluhan?" tanya dokter itu.


"Perut saya sering kram, Dok!" keluh Shopia.


"Itu hal yang wajar Nyonya karena ukuran perut yang semakin membesar. Seiring bertambahnya usia janin, maka ukuran perut pun akan semakin membesar. Karena proses pembesaran inilah perut akan terasa semakin kencang dan mungkin menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu hamil Tapi jika Nyonya merasakan kontraksi yang sudah mulai teratur segera hubungi saya. Kemungkinan Nyonya akan melahirkan."


"Coba Nyonya membuat tubuh menjadi lebih rileks dengan berbaring untuk beberapa saat. Minum lebih banyak air, berendam di air hangat. Bisa juga dengan mengubah posisi tubuh atau menggunakan sabuk hamil dan bergerak perlahan-lahan."


"Begitu ya, Dok! Bukan berarti saya akan melahirkan kan, Dok?"


"Kemungkinan itu hanya kontraksi palsu. Mari kita pindah ke sana! Kita lihat keadaan bayinya," ajak Dokter itu. Dia pun bangun terlebih dahulu dan menuju ke tempat USG.


Shopia, Ganesha dan Nyonya Prada pun mengikuti ke mana dokter itu pergi. Shopia pun langsung berbaring di atas tempat tidur dengan layar monitor di sampingnya. Setelah perawat mengoleskan gel ke perutnya, Dokter cantik itu mulai menempelkan alat USG dan memutar-mutar untuk melihat kondisi janin.


"Bayinya pemalu, Nyonya. Dia tidak mau wajahnya dilihat," ucap dokter itu. "Untuk jenis kelaminnya perempuan. Kondisi ketuban juga baik. Berat badannya sudah seribu lima ratus gram, panjang empat puluh centimeter. Kepalanya juga sudah masuk ke dalam panggul."


Terus saja Dokter itu menerangkan keadaan bayi mereka yang secara keseluruhan bisa dikatakan dalam keadaan baik dan sehat. Shopia dan Ganesha sangat bersyukur keadaan bayinya baik-baik saja. Meskipun mereka sedang dalam menghadapi masalah besar di keluarga Shopia.


Setelah cukup mendengarkan arahan dari dokter, mereka pun berpamitan pulang. Nyonya Prada memilih untuk tidak banyak bicara. Dia hanya mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan oleh. Setelah mereka keluar dari ruangan dokter, barulah Nyonya Prada berbicara.

__ADS_1


"Shopia, bagaimana kalau kalian tinggal bersama dengan Mama saja. Di rumah Mama keamanannya juga lumayan terjaga," ucap Nyonya Prada.


"Maksud Mama? Apa Mama sudah tahu semuanya?" tanya Ganesha yang merasa kaget dengan apa yang dikatakan oleh mamanya.


"Iya, Papa Shopia sudah memberitahu semuanya pada Papamu. Mama pikir, sebaiknya kalian tinggal di rumah kami saja. Apalagi, kandungan Shopia sudah semakin besar. Mama khawatir, tiba-tiba cucu Mama akan keluar. Sementara kamu sedang kerja."


"Iya Anez setuju."


"Sepulang dari sini kita langsung pulang ke rumah mama saja. Bi Sumi sudah mama suruh untuk membereskan baju-baju kamu dan Shopia."


"Astaga Mama! Bagaimana kalau aku tidak setuju untuk tinggal di rumah Mama?" tanya Ganesha tidak habis pikir dengan apa yang mamanya lakukan.


"Mama tinggal buat kamu setuju saja. Karena Mama yakin Shopia pasti setuju kalau kamu setuju. Benar kan, Nak?"


"Iya, Mah. Aku ikut Mas Anez saja," ucap Shopia dengan tersenyum manis pada mertuanya.


"Kamu memang menantu idaman Mama," puji Nyonya Prada. Saat mereka sedang berjalan ke parkiran. Tiba-tiba saja ada seorang gadis yang tanpa sengaja menabrak Ganesha saat mereka akan berbelok. Secepat kilat Ganesha menangkap tubuh gadis itu saat dia akan terjatuh.


"Hati-hati kalau berjalan!" seru Ganesha seraya melepaskan gadis itu setelah dia bisa berdiri dengan tegak.


"Maaf, saya sedang terburu-buru. Namaku Nike," ucap gadis itu seraya mengulurkan tangannya.


"Aku juga sedang terburu-buru, maaf aku tidak sempat untuk berkenalan." Bukannya menerima uluran tangan dari Nike, Ganesha justru membawa Shopia agar secepatnya pergi dari sana.


Nyonya Prada hanya tersenyum melihat kelakuan putranya. Dia pun menerima uluran tangan gadis itu seraya tersenyum pada Nike. "Saya Prada, kamu boleh memanggil saya Tante Prada. Maaf ya, anak Tante memang kurang merespon pada gadis cantik selain pada istrinya sendiri."


Benarkah begitu? Aku jadi penasaran, seberapa tangguh pertahanannya?


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2