Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 44 I LOVE YOU, SHOPIA!


__ADS_3

Suasana yang sejuk dengan pohon yang rindang, membuat semua orang betah berlama-lama di sana. Sepulang dari balai desa, Ganesha sengaja mengajak Shopia ke tempat wisata yang menyajikan suasana pegunungan. Dia sudah menyiapkan kejutan seperti yang direncanakan oleh Piero.


"Mas, tahu dari siapa tempat ini? Bukankah Mas baru pertama kali ke sini?" tanya Sophia saat sudah tiba di tempat tujuan.


"Kamu kenal Sania?" Bukannya menjawab, Ganesha malah bertanya.


"Kenal, dia kan yang nolong aku."


"Mas tahu dari dia."


"Apa? Jadi ... Selama ini dia mata-mata yang mas kirim untuk mengintai aku?"


"Mas bukan mengintai tapi menjaga kamu saat jauh dari Mas. Ayo kita turun!"


Shopia pun mengikuti langkah kaki Ganesha. Sementara Piero datang bersama dengan Sania di belakang. Mereka sengaja dengan mobil terpisah, agar memberi waktu untuk bosnya melepas rindu dengan sang istri.


Ganesha terus saja melangkahkan kakinya menuju ke sebuah tempat yang sudah Sania siapkan. Saat sebentar lagi akan sampai, Ganesha menghentikan langkahnya. Dia berbalik melihat ke arah Shopia yang ada di belakangnya.


"Shopia, tutup mata dulu ya! Mas punya kejutan untuk kamu." Ganesha membuka dasinya yang dia pakai, lalu dia memakaikan sebagai penutup mata Shopia.


"Mas ... Aku ...."


"Kamu ikut saja, Mas jamin tidak akan membuat kamu kecewa."


Mau tidak mau Shopia mengikuti langkah kaki Ganesha. Saat tiba di sana, Ganesha pun membuka penutup mata Shopia. Seketika Shopia menutup mulut dengan tangannya saat melihat melihat tulisan 'I LOVE YOU, SHOPIA!' pada kumpulan balon yang siap diterbangkan.


"Mas, ini maksudnya apa?"


"Shopia, Mas-Mas-Mas ...."


Kenapa susah sekali aku mengatakannya padahal tinggal bilang saja kalau aku mencintai dia, batin Ganesha.


"Shopia, maafkan Mas kalau Mas bukan laki-laki yang romantis. Mas hanya mau bilang kalau Mas ...." Ganesha menghentikan ucapannya sejenak. Dia memejamkan matanya untuk mengumpulkan keberanian sebelum dia melanjutkan ucapannya. "Kalau Mas ... Cinta sama kamu."


Seperti pecah bisul, hati Ganesha terasa sangat plong setelah dia mengatakan hal itu pada Shopia. Dia berharap Shopia pun mengatakan hal yang sama dengan apa yang dikatakannya.

__ADS_1


"Mas serius?" tanya Shopia dengan menatap lekat Ganesha. "Kenapa rasanya sangat terlambat?"


Apa katanya? Aku terlambat? Apa dia mencintai laki-laki itu? Tidak, itu tidak boleh terjadi. Aku tidak mau berpisah dengan Shopia, batin Ganesha.


"Shopia, kenapa kamu berbicara seperti itu? Apa kamu tidak ingin memaafkan Mas?" tanya Ganesha dengan wajah serius.


"Memaafkan mudah, Mas. Tapi untuk melupakannya, aku ...."


Grep


Ganesha langsung memeluk tubuh istrinya.. Tidak! Dia tidak ingin kehilangan Shopia lagi, kehilangan cinta dari wanita yang selama ini mencintainya dalam diam. Sakit, rasanya sangat sakit jika orang yang mencintai kita sudah tidak mencintai lagi.


"Please, Shopia maafkan Mas! Mas janji tidak akan mengulang kesalahan yang sama. Kita mulai semuanya dari awal." Ganesha memgurai pelukannya dan melihat ke dalam mata Shopia yang terlihat penuh dengan luka.


"Apa Mas yakin dengan perasaan Mas? Bukan karena takut tidak bisa menikmati tubuhku lagi."


Kalau itu yang utama, tapi aku juga tidak ingin kehilangan kamu, batin Ganesha.


"Mas yakin, Shopia! Please, kasih Mas kesempatan untuk memperbaiki semuanya!" mohon Ganesha.


"Terima kasih." Ganesha tersenyum bahagia melihat Shopia menganggukkan kepalanya. Dia sudah bertekad untuk menjadi suami yang bertanggung jawab dan seorang yang baik.


Mereka pun kembali berpelukan bersamaan dengan suara petasan yang beruntun dan ribuan balon yang dilepas ke udara. Piero hanya melihat dari jauh. Dia ikut bahagia karena Ganesha sudah kembali berbaikan dengan istrinya. Rasanya tidak sia-sia semua yang dia lakukan untuk membuat acara kejutan hari ini. Karena akhirnya Shopia mau kembali berbaikan dengan Ganesha.


Terima kasih, Mas. Sudah meyakinkan aku untuk kembali sama Mas. Meskipun sebenarnya, aku sudah berencana untuk kembali ke ibu kota. Tapi aku ingin tahu seberapa besar arti aku buat Mas. Sekarang aku yakin kalau apa yang dikatakan oleh Mama dan Papa memang benar.


...***...


Sepulang dari tempat wisata, Ganesha pun mengajak Shopia untuk pulang ke rumah Nek Azmi. Dia ingin berterima kasih pada beliau karena sudah mau menampung dan menjaga Shopia. Keduanya pun menuju ke rumah Nek Azmi dengan tangan yang saling bertautan.


"Kalian habis dari mana dulu? Nenek menunggu dari tadi," tanya Nek Azmi yang menunggu kedatangan Shopia di teras rumah.


"Maaf, Nek. Saya menculiknya sebentar. Saya Suaminya Shopia, Ganesha."


"Oalah, ganteng sekali suami Nak Shopia. Saya Nenek Azmi. Mungkin Nak Ganesha kenal dengan Zara. Saya neneknya," ucap Nek Azmi.

__ADS_1


"Iya kenal, Nek. Dia bekerja di kantor saya," ucap Ganesha.


"Jadi, Nak Ganesha ini atasannya Zara?"


"Kebetulan saya pemilik perusahaan itu." Ganesha tersenyum manis dengan memperlihatkan deretan gigi putihnya. Dia melirik ke arah Shopia yang tertunduk mendengar percakapan mereka.


"Beruntung sekali Zara memiliki bos tampan seperti Nak Ganesha."


"Nek, sebenarnya saya ke sini ingin menjemput Shopia. Terima kasih Nenek sudah mau direpotkan oleh istri saya."


"Nenek malah senang Shopia tinggal di sini. Jadi ada teman untuk berkebun. Sering-sering main ke sini, biar Zara juga sering menengok Nenek. Semenjak Nak Shopia tinggal di sini, Zara jadi seminggu sekali pulang ke kampung."


Zaraaa ..., geram Ganesha dalam hati.


Setelah cukup berbincang, Ganesha pun berpamitan untuk membawa Shopia pulang. Berkali-kali Shopia mengucapkan terima kasih pada Nek Azmi dan Bi Inem. Dia merasa sangat berhutang budi pada mereka. Tidak lupa Ganesha pun memberi kenang-kenangan pada dua wanita paruh baya yang sudah merawat Shopia berupa perhiasan emas murni.


"Piero, apa sudah booking hotel untuk malam ini? Kita kembali ke ibu kota besok pagi saja," tanya Ganesha saat mereka sudah dijalan.


"Sudah, kita menginap di hotel yang dekat dengan taman kota. Mungkin kalian ingin berjalan-jalan ke sana nanti malam," ucap Piero.


"Sepertinya nanti malam aku istirahat saja. Kamu tahu kan kalau aku baru sembuh. Apalagi, di sini hawanya dingin. Lebih baik berada di balik selimut."


Bilang saja ingin menengok anakmu yang ada di dalam kandungan, batin Piero.


"Oh, kalau begitu aku tidak akan mengganggu kamu. Karena nanti malam aku ingin pergi jalan-jalan ke taman kota."


"Nikmatilah malam di kota ini bersama dengan Sania. Oh iya, kamu siapkan hadiah untuk dia."


"Siap, Bos."


"Satu lagi, kamu belikan oleh-oleh untuk mama dan papa."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment rate, vote, gift dan favorite....

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2