Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 111 Tekad Jordan


__ADS_3

Senja hari ini terlihat sangat indah dengan warna keemasan yang menghiasi angkasa. Jordan begitu sabar menunggu Tiffany di taman rumah sakit. Dia ingin meminta penjelasan dari gadis yang dicintainya, kenapa dia tidak mau memberi kabar kepadanya?


Kedua sudut bibir Jordan terangkat sempurna, saat dia melihat kedatangan Tiffany. Laki-laki itu langsung berdiri dari duduknya untuk menyambut kedatangan kekasih hatinya.


"Tiffany, ayo kita cari tempat yang nyaman!" ajak Jordan.


"Jordan bisakah kita bicaranya di sini saja? Aku tidak mau kalau sampai keluargamu melihat aku bicara denganmu."


"Memangnya kenapa dengan keluargaku? Apa papaku pernah bicara yang tidak-tidak padamu?"


"Tidak!" Tiffany menghela napas dalam sebelum akhirnya dia kembali berbicara. "Jordan, aku bukan gadis yang baik. Demi sebuah gelar, aku rela menggadaikan cintaku. Sebaiknya kamu mencari gadis lain, yang jauh lebih baik dari aku."


"Apa maksudmu?"


"Sebelumnya aku minta maaf karena aku sudah membohongi kamu selama ini. Aku tidak pernah kuliah ke luar negeri. Aku melanjutkan kuliah di universitas negeri, setelah tahun kedua kelulusan kita. Karena setelah kelulusan, aku dipaksa menikah oleh ayahku untuk menebus semua hutang-hutangnya." Tiffany melirik sekilas ke arah Jordan sebelum dia melanjutkan ucapannya.


"Namun, beruntung mama kamu datang menawarkan sebuah perjanjian padaku, agar aku pergi jauh dari kehidupan kamu. Makanya aku langsung menyetujui agar terbebas dari pernikahan itu."


"Aku mengerti!"


"Kamu tidak marah dengan apa yang sudah aku lakukan?" tanya Tiffany terkejut.


"Tidak! Kamu sudah terbebas dengan perjanjian itu, karena mamaku sudah tiada. Bisa kah kita memulainya kembali?" tanya Jordan penuh harap.


"Tapi Jordan. Aku tetap tidak bisa karena aku sudah bertunangan. Sekali lagi aku minta maaf, karena sekarang aku sudah mencintai laki-laki lain," ucap Tiffany dengan menundukkan kepala.


"Tidak apa, kamu hanya bertunangan, kan? Karena yang akan menjadi pengantin prianya pasti aku, bukan laki-laki lain."


"Jordan, mengertilah! Kisah kita telah berakhir. Aku harap kamu bisa menerima semuanya," ucap Tiffany.


"Kamu salah, kisah kita akan dimulai kembali. Kamu jangan khawatir, aku yang akan menjadi pengantin kamu," tegas Jordan. "Langitnya sudah mau gelap, ayo aku antar pulang!" ajak Jordan.


"Tidak usah, Jordan! Aku bisa pulang sendiri,' tolak Tiffany.


"Baiklah, kalau menolaknya." Jordan pun membiarkan Tiffany pergi begitu saja, Dia hanya melihat punggung ringkih itu berjalan menjauh darinya. Jordan menghembuskan napasnya kasar saat Tiffany sudah tidak terlihat lagi.


Aku tidak akan pernah melepaskan kamu lagi, Tiffany. Apapun caranya, kamu harus menjadi milikku. Sebelum janur kuning melengkung, kamu masih bisa aku perjuangkan, tekad Jordan.

__ADS_1


Pemuda tampan itu pun langsung pergi dari taman rumah sakit. Dia meminta langsung mengendarai mobilnya dan menuju ke rumah Tiffany. Saat tiba di sana, Jordan lumayan terkejut melihat rumah Tiffany yang ada tulisan, 'RUMAH INI DIJUAL." Akhirnya dia kembali memutar balik menuju ke rumah sakit untuk meminta data tentang gadis itu.


Kedua sudah bibir Jordan terangkat sempurna saat dia mendapatkan alamat dan nomor ponsel Tiffany. Dia langsung memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke alamat yang sudah di dapatkannya. Benar saja, dia melihat Tiffany sedang duduk di teras rumahnya. Sebuah rumah sederhana yang terlihat asri kini menjadi tempat tinggal Tiffany.


"Rupanya di sini selama ini dia tinggal," gumam Jordan.


Setelah memastikan tempat tinggal Tiffany, Jordan kembali memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai ke rumahnya. dia ingin bertanya pada Papanya tentang kebenaran dari cerita Tiffany.


"Jordan kamu dari mana dulu?" tanya ke Pak Jody saat Jordan baru saja sampai di rumahnya.


"Pah, bisa kita bicara sebentar?"


"Bicaralah ada apa?"


"Apa Papa pernah meminta Tiffany untuk meninggalkan aku?"


"Tiffany? Papa tidak pernah melakukannya. Memangnya kenapa dengan Tiffany?"


Jordan pun langsung menceritakan semua yang tadi Tiffany katakan. Membuat Tuan Jody hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan apa yang Tiffany katakan. Dia tidak pernah menyangka istrinya begitu banyak melakukan hal yang tidak dia ketahui-nya.


"Do'akan saja, Pah! Aku pasti akan mendapatkannya kembali," ucap Jordan dengan wajah yang berapi-api.


...***...


Malam semakin larut dengan hujan yang mengguyur ibu kota. Udara pun terasa sangat dingin. Sungguh, rasanya Ganesha ingin sekali memeluk istrinya yang sudah tertidur di sampingnya. Namun, penyangga yang terpasang, membuat dia merasa tidak leluasa.


"Shopia, sudah tidur ya!" Tangan Ganesha mengguncang badan istrinya.


Shopia yang sudah tertidur akhirnya terbangun karena merasa terganggu oleh ulah suaminya. Dia terduduk dengan tangan menggosok matanya. Setelah di rasa cukup, barulah Shopia berbicara pada suaminya.


"Kenapa, Mas?" tanya Shopia dengan suara serak.


"Shopia kaki Mas pegal," keluh Ganesha.


"Pegal? Sebentar Mas aku ambilkan obat," ucap Shopia akan beranjak dari tempat tidurnya.


"Jangan! Kamu pijat saja kaki mas yang gak ada penyangganya!" suruh Ganesha.

__ADS_1


Shopia pun dengan patuh memijat sebelah kaki Ganesha yang tidak mengalami patah tulang. Meskipun sebenarnya dia masih ngantuk, tetapi Shopia tidak tega jika suaminya merasa tidak nyaman saat dia tertidur lelap.


"Shopia, naik sedikit!"


Lagi-lagi Shopia dengan patuh mengikuti apa yang suaminya katakan.


"Shopia lebih naik lagi!"


"Sebelah sini, Mas!" tunjuk Shopia pada paha Ganesha.


"Iya benar. Tapi sedikit lebih naik lagi."


Terus saja Ganesha menyuruh istrinya agar memijat kakinya sampai ke atas. Hingga saat sampai ke pangkal paha, Shopia mengerutkan keningnya saat melihat milik berharga suaminya sudah menyembul di balik celana piyama laki-laki itu. Shopia pun langsung melihat ke arah suaminya yang sedang cengengesan melihat ke arahnya.


"Mas kenapa ...."


"Shopia, Mas kangen!" Ganesha menatap istrinya dengan penuh harap membuat wanita cantik itu merasa tidak tega melihatnya.


"Apa yang harus aku lakukan, Mas?"


"Kamu di atas ya! Mas mohon!" Lagi-lagi wajah penuh harap Ganesha membuat Shopia luluh. Sampai akhirnya, dia oun mengikuti apa yang suaminya inginkan.


Meskipun dengan segala keterbatasan Ganesha untuk bergerak, tak urung kedua insan yang saling mencintai itu sama-sama menikmati malam panjang mereka. Dengan suara racauan yang bersahutan dengan suara derasnya hujan


Sampai akhirnya Shopia dan Ganesha mendapatkan pelepasannya secara bersamaan. Shopia pun langsung ambruk di atas badan suaminya dengan tangan Ganesha yang memeluk erat istrinya.


"Terima kasih Shopia, selalu mengerti apa yang Mas inginkan."


...~Bersambung~...


...Yuk yang punya vote boleh sawer Shopia dan Ganesha. Jangan lupa untuk selalu like, comment, rate dan masukkan favorite....


...Terima kasih....


Sambil nunggu Shopia dan Ganesha update, yuk kepoin juga karya keren yang satu ini.


__ADS_1


__ADS_2