Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 80 Bayi Perempuan


__ADS_3

Darah yang banyak keluar, membuat Shopia perlahan menutup matanya selepas dia memberikan inisiasi menyusui dini pada bayinya. Tentu saja hal itu membuat panik semua tenaga medis yang membantu persalinannya. Begitupun dengan Ganesha yang panik melihat istrinya memejamkan mata.


"Tuan, silakan Anda menunggu di luar. Tolong carikan pendonor dengan golongan darah B rhesus negatif. Nyonya Shopia membutuhkan lebih banyak kantong darah," ucap Dokter.


"Baik, Dok. Tolong selamatkan istriku!" pinta Ganesha.


Laki-laki tampan itu berjalan tertatih menuju ke kursi tunggu yang ada di luar ruangan. Hatinya benar-benar kalut, melihat istrinya yang tiba-tiba saja tidak sadarkan diri. Dia langsung diserbu pertanyaan oleh orang-orang yang menunggunya di luar ruangan.


"Anez, bagaimana keadaan Shopia?" tanya Tuan Jody dan yang lainnya.


"Dia kehilangan banyak darah, apa Papa dan Kak Jody memiliki golongan darah B rhesus negatif? Shopia membutuhkan lebih banyak darah dari yang tersedia di rumah sakit," ucap Ganesha lesu.


"Kakak B negatif. Kamu tenang saja, Kakak akan menyumbangkan darah Kakak untuk Shopia," ucap Jordan.


"Papa juga sama. Ke mana kita harus pergi?" tanya Tuan Jody merasa tidak sabar untuk memberikan darahnya untuk Shopia.


"Silakan ikut dengan saya, Tuan!" ucap seorang perawat yang mengikuti Ganesha ke luar ruangan.


Tuan Jody dan Jordan pun mengikuti ke mana perawat itu pergi. Sementara Ganesha duduk di samping Piero yang memang ikut menunggu Shopia. Piero langsung merangkul sahabatnya untuk menenangkan Ganesha.


"Semuanya pasti baik-baik saja Anez. Aku sudah menghubungi Om dan Tante. Mereka mungkin dalam perjalanan menuju ke sini," ucap Piero.


"Piero, bagaimana Nyonya Lucy? Apa sudah tertangkap?" tanya Ganesha.


"Masih dalam pengejaran polisi. Kata Elgar, pasukannya ikut membantu mengejar Nyonya Lucy setelah mereka melumpuhkan orang-orang Nyonya Lucy yang mengejar kita. Sudah, jangan pikirkan dia. Lebih baik kamu fokus pada anak dan istrimu. Soal Nyonya Lucy biar jadi urusan polisi," ucap Piero.


"Aku ingin sekali mencekik leher wanita tua itu, Piero. Gara-gara dia, istriku harus melahirkan saat belum waktunya," geram Ganesha. "Saat aku bertemu dengannya nanti, akan aku cekik dia biar susah bernapas."


"Kendalikan amarahmu, Anez. Ingat, sekarang kamu sudah memiliki seorang anak. Jangan sampai masalah orang tuanya, berakibat buruk pada anakmu. Apa kamu tidak bisa belajar dari kejadian Shopia? Dia yang tidak tahu apa-apa harus menjadi korban istri kedua papanya. Aku yakin semua masalah itu karena adanya cinta segitiga diantara orang tua Shopia dan Nyonya Lucy."

__ADS_1


"Cinta dan dendam Tante Lucy membuat orang lain menderita," ucap Ganesha.


Tidak berapa lama kemudian, seorang dokter keluar dari ruang bersalin. Dokter itu langsung memanggil Keluarga Shopia untuk memberitahu keadaan Shopia pada keluarganya.


"Keluarga Nyonya Shopia!"


"Iya, Dok! Bagaimana keadaan istriku?" tanya Ganesha segera menghampiri seorang wanita cantik dengan jubah putih.


"Nyonya Shopia sudah melewati masa kritisnya. Sebentar lagi akan dipindah ke ruang perawatan," ucap Dokter itu


"Apa kami sudah bisa melihatnya sekarang?" tanya Bu Kia.


"Silakan, tapi satu orang saja yang masuk agar tidak menggangu waktu istirahatnya," ucap Dokter itu.


Bu Kia pun masuk ke dalam ruang bersalin untuk melihat keadaan putrinya. Sementara Ganesha dan Piero melihat keadaan bayi kecil itu yang sudah dipindahkan ke ruang khusus bayi. Terlihat bayi mungil itu di dalam inkubator. Ganesha hanya bisa melihat dari jauh buah cintanya dengan Shopia.


"Putrimu cantik sekali, Anez. Semoga saja anakku juga perempuan," ucap Piero.


"Iya, aku selalu teringat dengan Vero saat pertama kali Mama bawa ke rumah. Balita yang baru berusia satu tahun itu harus kehilangan orang tuanya karena kecelakaan. Makanya aku sangat menyayangi Vero karena ingin memberikan kasih sayang yang tidak dia dapatkan dari orang tuanya."


"Semoga anak kamu juga perempuan, biar mereka bisa bersahabat baik seperti kita." Ganesha merangkul Piero untuk menguatkan hati sahabatnya.


...***...


Sementara di tempat yang berbeda, di sebuah vila megah yang ada di tepi pantai. Terlihat Lucy dan Eliza sedang mondar-mandir menungu kapal jemputan mereka. Karena sesuai kesepakatan, Tuan Jean Levi akan menjemput putri dan cucunya di vila itu agar terhindar dari pencarian polisi.


"Mama, kenapa opa lama sekali? Katanya suruh menungu satu jam, sekarang sudah lebih dari satu jam kita di sini. Apa mereka berhasil menangkap Papa dan Shopia?" tanya Eliza terlihat tidak sabaran.


"Kamu tenang saja, orang-orang dari sekutu kita semuanya terlatih. Kenapa kamu telat memberitahu opa, sehingga Mama harus berhari-hari mendekap di balik jeruji besi?" tanya Nyonya melihat lekat ke arah putrinya.

__ADS_1


"Bukan salah aku Mama. Semua alat pengantar sinyal bahaya dirusak oleh Jordan. Papa pun mengurung aku di kamar. Untung saja, aku bisa mengelabui penjaga rumah, makanya bisa kabur ke sini."


"Jody benar-benar keterlaluan. Hanya demi wanita murahan itu, dia rela memasukkan aku ke dalam penjara. Padahal selama ini, Mama yang selalu ada di sisi Papa kamu. Ikut membantu membangun kerajaan bisnisnya hingga sebesar sekarang. Tapi apa balasannya? Dia malah ingin menghancurkan Mama."


"Mama, apa benar Mama yang sudah membunuh mamanya Jordan, Istri pertama Papa?"


"Iya, wanita murahan itu tidak pantas menikah dengan papamu. Dia hanya seorang anak pelayan yang jatuh cinta pada tuan mudanya. Makanya Mama membantu membersihkan bibit wanita rendahan itu. Karena mereka tidak pantas menjadi bagian Keluarga Vuttion."


"Lalu kenapa Mama tidak membunuh Jordan sekalian. Bukankah dia juga anak wanita itu?"


"Karena Keluarga Vuttion butuh seorang penerus. Sedangkan Mama tidak bisa memberikannya. Makanya Mama berusaha bersikap baik pada Jordan. Meskipun Mama sangat tidak menyukai anak dari wanita itu."


"Bukankah masih ada aku yang bisa menjadi penerus keluarga Vuttion?"


"Kamu seorang perempuan, tidak mungkin bisa menjalankan bisnis sebesar itu."


"Aku bisa, Mah. Kalau Jordan kita singkirkan, aku pasti bisa menjalankan bisnis keluarga kita."


Bagaimana mungkin mereka akan setuju menyerahkan semua bisnis keluarganya pada seseorang yang tidak memiliki darah Vuttion di tubuhnya. Meskipun Jody tidak pernah mempermasalahkan status Eliza, tetapi dia tidak mungkin menunjuk Eliza sebagai penerusnya, batin Lucy.


Kedua wanita cantik itu terus saja berbincang dengan sesekali melongokan kepalanya ke arah dermaga yang ada di belakang vila. Namun, mereka merasa heran saat begitu banyak pasukan bersenjata lengkap turun dari kapal yang merapat ke dermaga. Lucy merasa heran karena pasukan dibawah kendali sekutunya tidak berpakaian seperti itu.


"Siapa mereka? Tidak mungkin polisi, kan? Karena polisi tidak menggunakan senjata dan seragam yang seperti itu. Apalagi mereka turun dari kapal perang, batin Lucy.


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....

__ADS_1


Sambil nunggu Shopia dan Ganesha up, yuk kepoin juga karya keren yanga satu ini.



__ADS_2