
Suasana rumah Nyonya Prada yang biasanya sepi kini nampak ramai. Pasalnya selain Shopia dan Anez yang pindah ke sana, Piero dan Sania pun ikut diajak untuk tinggal bersama.
Nyonya Prada terlihat bahagia karena rumahnya kini kembali ramai, seperti saat dulu Ganesha dan Piero masih kecil. Karena memang, Piero sering menginap di rumah Ganesha saat kedua orang tuanya sedang pergi ke luar kota untuk pekerjaannya. Sampai-sampai Nyonya Prada menyiapkan kamar khusus untuk Piero jika dia menginap di rumah Ganesha.
"Shopia, Mama dengar ibumu sudah kembali. Apa boleh Mama mengundangnya ke sini? Rasanya tidak etis kalau Mama tidak kenal dengan besan sendiri," ucap Prada.
"Boleh sih, Mah. Nanti aku hubungi Ibu dulu ya, Mah." Shopia tersenyum menanggapi ucapan Nyonya Prada. Karena memang benar adanya dengan apa yang dikatakan oleh mertuanya. "Kalau begitu, aku ke kamar dulu, Mah. Ponselku ada di kamar."
Shopia pun langsung beranjak pergi untuk mengambil ponsel. Setelah mendapatkannya, dia langsung menghubungi ibunya. Tidak butuh waktu lama, panggilan teleponnya sudah diangkat oleh Bu Kia.
"Hallo, Shopia! Ada apa, Nak?" tanya Bu Kia di seberang sana.
"Ibu, ada waktu tidak? Mama ingin kenalan dengan Ibu."
"Ibu sedang di rumah sakit. Semalam badan Louis mendadak panas. Nanti setelah Louis keadaannya membaik, Ibu akan menghubungimu untuk bertemu dengan mertua kamu."
"Baiklah, Bu. Semoga Louis cepat sehat kembali. Apa Ibu jadi tinggal di rumahku?"
"Kalau kamu tidak keberatan ibu tinggal di rumah kamu, Nike sudah setuju untuk tinggal di sana."
"Pakai saja, Bu. Aku tidak apa-apa kalau Ibu mau memakainya."
"Terima kasih, Shopia. Ibu tutup ya! Louis menangis."
Klik!
Bu Kia langsung menutup panggilan telepon dari Shopia. Membuat Shopia menghela napas dalam. Entah kenapa, dia merasa sangat jauh dengan ibunya. Padahal saat Shopia masih kecil, Bu Kia begitu baik padanya. Ibunya mulai berubah setelah ayahnya meninggal karena kecelakaan.
Mungkin benar kalau aku bukan putri kandung ibu. Makanya aku merasa semakin jauh dengan Ibu. Padahal jarak aku dan ibu sekarang sangat dekat, batin Shopia.
Dia pun kembali ke bawah untuk menemui Nyonya Prada. Wanita cantik itu menyambut kedatangannya dengan senyum hangat yang menghiasi bibir tipisnya.
"Bagaimana Shopia, apa Ibumu ada waktu untuk bertemu dengan Mama?"
"Putra bungsu ibu sakit, Ma. Sekarang masih di rumah sakit. Katanya setelah Louis membaik baru akan menemui Mama."
__ADS_1
"Oh! Ya sudah, gak apa. Lain kali mungkin bisa. Tadinya biar sekalian karena malam ini, kita akan kedatangan tamu. Keluarga Vuttion dan Sinclair akan makan malam di sini," ucap Nyonya Prada.
"Oh! Kalau begitu, Shopia bantu Bibi di dapur dulu yan, Mah."
"Tidak usah, udah ada koki yang masak. Lebih baik kamu istirahat saja. Kasian cucu Mama kalau kamu kecapean banyak bergerak," ucap Nyonya Prada. "Lebih baik kita ke perpustakaan mini, di sana banyak buku koleksi Anez."
"Boleh, Mah. Apa dulu Mas Anez suka membaca di perpustakaan?" tanya Shopia seraya mengikuti langkah kaki mertuanya.
"Suka. Anez dan Piero sering belajar bersama di sana. Kadang-kadang Eliza suka ikut bergabung," jelas Prada dengan melirik ke arah Shopia. "Di sana juga banyak buku-buku tentang merawat dan mendidik anak. Mungkin bisa kamu baca untuk persiapan menyambut cucu Mama," lanjutnya.
"Oh, iya Mah. Boleh juga untuk mengisi waktu luang," ucap Shopia.
Saat sampai di sana, mereka langsung asyik memilih buku yang ingin dibaca. Sampai tanpa sengaja, Shopia melihat album kecil yang ada dia antara buku bacaan. Dia pun langsung mengambilnya dan melihat foto siapa yang ada di dalamnya.
"Mah, apa ini foto Mas Anez?" tanya Shopia."
"Coba Mama lihat!" Prada mengambil album foto itu dan membukanya. Wajahnya berubah sendu saat melihat siapa yang ada di dalamnya. "Ini Anez dan Piero waktu kecil, sedangkan anak perempuan itu, adiknya Piero yang hilang."
"Adik?"
Prada pun menceritakan semua tentang Vero pada Shopia. Sementara ibu hamil itu hanya menjadi pendengar setia. Dia bicara jika sesekali Prada bertanya pada Shopia atau meminta pendapat pada ibu hamil itu. Sampai tanpa mereka sadari, Ganesha masuk ke perpustakaan mini itu.
"Aku cariin, ternyata ada di sini," ucap Ganesha yang sukses mengagetkan keduanya.
"Anez, sudah pulang?" tanya Prada kaget.
"Sudah. Mama sedang ngobrol apa? Kayaknya seru sekali, sampai aku masuk ke sini tidak ada yang menyadari," ucap Ganesha seraya mendudukkan bokongnya di samping Shopia.
"Ini, Mama sedang cerita kamu dan Piero saat kalian masih kecil. Apa Piero pulang ke sini?" tanya Nyonya Prada.
"Iya, Mah. Mungkin sedang berbincang dengan Papa di taman belakang,"
"Papa juga sudah pulang? Ya sudah, Mama ke sana dulu ya Shopia. Sekarang bersama dengan Anez dulu."
"Iya Mah," ucap Shopia dengan tersenyum
__ADS_1
Selepas kepergian mamanya, Ganesha tidur di pangkuan Shopia. Dia mencium perut buncit itu berkali-kali. Sementara Shopia mengelus perlahan rambut Ganesha yang tebal.
"Shopia, rasanya aku sudah tidak sabar ingin melihat putri kita. Dia pasti cantik seperti kamu."
"Bisa aja Mas Anez gombalnya," ucap Shopia dengan pipinya yang bersemi merah.
"Mas tidak gombal Sophia! Kamu memang cantik, kho!"
"Mas, jangan memujiku! Nanti aku bisa terbang."
"Kamu tidak akan bisa terbang jauh, karena mas pasti akan menangkapmu dan mengurungmu untuk tetap selalu disisi Mas. Sophia ingin bertemu dengan Ceya, tidak?"
"Ceya siapa maksudnya?"
"Ayo Mas tunjukkan pasti sekarang dia sudah mandi."
Ganesha pun bangun dari tidurannya. Dia mengajak Sophia untuk keluar dari perpustakaan mini dan berjalan ke arah tepi pagar. Saat tiba di sana, Shopia sangat terkejut melihat singa peliharaan Ganesha ada di sana.
"Mas bukannya Ceya itu yang ada di hutan lindung, kan?"
"Iya. Papa sengaja membawanya ke sini."
"Buat apa dibawa ke sini Mas? Memang tidak takut nantinya lepas dan berkeliaran.
"Tidak! Memang sengaja kandangnya disimpan di pinggir pagar agar bisa menangkap penyusup yang mencoba masuk ke rumah ini."
"Iya juga ya Mas. Kalau ada yang coba-coba masuk ke sini lewat pagar pasti mereka akan menjadi santapan singa."
"Memang begitu tujuannya. Papa sengaja menyimpan binatang-binatang buas itu di pinggir pagar agar bisa menangkap penyusup yang mencoba masuk rumah ini."
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like komen, vote, rate dan masukkan ke dalam favorite....
...Terima kasih...
__ADS_1