Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 119 Temani Mas tidur!


__ADS_3

Kondisi kesehatan Nike sudah membaik. Dia sudah pulang dari rumah sakit. Penembak pun sudah berhasil ditangkap. Rupanya dugaan Piero benar, kalau itu orang suruhan dari orang yang sudah Tuan Yongki jebloskan ke dalam jeruji besi.


Sementara persidangan Eliza pun sudah selesai. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya selama tujuh tahun berada di lembaga pemasyarakatan. Kini dia menjadi pribadi yang pendiam. Tidak seperti sebelum kejadian kebakaran itu. Sungguh, kepercayaan diri Eliza benar-benar hilang karena sekarang tubuh dan wajahnya memiliki bekas luka bakar. Bahkan Eliza selalu menolak saat Tuan Jody ingin menjenguknya di lapas.


Berbeda dengan Shopia, wanita cantik itu terlihat semakin cantik karena dia mulai melakukan perawatan seluruh badan dan wajahnya. Apalagi, setelah dia berteman dengan Devanya, Shopia selalu ikut saat diajak ke salon bersama istri rekan bisnis suaminya. Tidak ketinggalan Sania pun selalu diajak ikut serta.


Seperti hari ini, ibu-ibu muda itu sudah saling berjanji untuk membawa anak-anak mereka ke pusat permainan bersama-sama. Shopia mengajak Sania, sedangkan Devanya mengajak sahabatnya Diandra. Mereka terlihat bahagia bersama dengan anak-anaknya.


Anak-anak balita itu terlihat senang bermain bersama dengan teman sebaya. Namun, putrinya Sania belum bisa ikut bermain karena usianya baru satu tahun dan belum genap berjalan, sehingga hanya memperhatikan saja sambil tertawa kegirangan.


"Mbak Shopia, nanti kita sekolahkan mereka barengan saja. Biar kita bisa terus bersama menjaga anak-anak kita. Lihat Shaka lucu banget, dia ingin deket-deket dengan El terus. Wah sepertinya kita akan besanan deh," kelakar Devanya."


"Bisa saja, Mbak Deva ini. Mereka masih kecil, Mbak!" tegur Shopia seraya menggelengkan kepalanya.


"Jangan dengerin Deva, Mbak. Dia sudah ketularan Opa. Masa anakku saja mau dijodohkan dengan dengan anaknya Ion. Bisa ikutan bocor kaya mertuanya," gerutu Diandra yang sedari tadi diam.


"Bagus itu Dian! Kamu dan Ion besanan. Geli aku bayangkan mereka kalau nanti sudah pada gede. Alka yang cuek dan diam nikah sama Starla yang cerewet." Devanya tertawa sendiri dengan apa yang dikatakannya.


"Kayak anak kamu gak kaya kulkas saja. Lihat tuh Shaka! Dia hanya diam saja, padahal El ngajak dia bicara terus," balas Diandra.


Kenapa mereka malah berdebat? Bukankah bisa kalau anak-anak seperti itu. Apalagi mereka masih kecil-kecil, dua tahun saja belum, batin Shopia.


"Mbak Shopia, sepertinya aku pulang duluan. Mama menelpon agar membantunya mempersiapkan pernikahan Nike," pamit Sania tiba-tiba.


"Kapan Nike menikah?" tanya Shopia.


"Lusa, Mbak. Hanya menikah saja, resepsinya nanti setelah Syuting film Nike selesai."


"Oh, begitu. Apa di rumah Tuan Yongki?" tanya Shopia.

__ADS_1


"Iya, Mbak. Kalau begitu saya permisi. Mari Nyonya!" pamit Sania.


"Eh, tunggu sebentar! Aku gak terima ya kamu panggil aku nyonya. Sekarang kita berteman jadi panggil saja seperti kamu memangil Mbak Shopia," protes Devanya.


"Tapi ...."


"Tidak ada tapi-tapian. Selama bukan di forum resmi, jangan panggil aku nyonya."


"Baik, Mbak Devanya. Terima kasih sudah menganggap saya teman."


"Iya, sama-sama."


...***...


Kediaman Keluarga Sinclair kini tampak ramai. Semua kerabat dan orang-orang terdekat Tuan Yongki dan Nyonya Mary berdatangan memenuhi undangan untuk menghadiri pernikahan Nike dan Dokter Lionel.


Tidak ketinggalan juga Shopia dan Ganesha yang sudah datang sedari tadi. Semua orang nampak Berbahagia menyaksikan dia insan yang saling mencintai mengucapkan ikrar suci pernikahan. Satu persatu tamu undangan pun memberikan ucapan selamat pada Nike dan Dokter Lionel.


"Terima kasih, Tuan Anez."


"Terima kasih Kak Anez," ucap Nike dengan mata yang berkaca-kaca. Antara sedih dan bahagia bercampur jad satu saat mendapatkan ucapan selamat dari pangeran masa kecilnya. Namun, Nike sudah meyakinkan diri untuk menerima Dokter Lionel sepenuh hatinya.


Shopia pun tidak ketinggalan memberikan ucapan selamat kepada pengantin baru. Dia tersenyum manis pada Nike dan dokter itu. Berharap pernikahan gadis yang pernah menginginkan suaminya itu akan bahagia agar tidak mejadi duri dalam pernikahannya.


Selesai mengucapkan selamat pada kedua mempelai itu, Ganesha mengajak anak dan istrinya untuk segera pulang. Mereka hanya mencicipi sedikit hidangan yang ada di sana.


"Piero, aku pulang dulu ya! Kasihan El sepertinya kecapean," pamit Ganesha.


"Iya, gak apa. Makasih ya sudah datang," ucap Piero.

__ADS_1


"Mas Piero, kita pulang dulu. Sania, Neva, Aunty pulang dulu ya, Sayang!"


"Iya, Mbak. Makasih sudah datang," ucap Sania dengan tersenyum manis.


Setelah merasa cukup berbasa-basi, Ganesha dan Shopia pun langsung pulang ke rumahnya. Laki-laki tampan itu hanya melirik dengan sudut matanya, melihat Shopia yang terlihat bahagia.


"Seperti Mama sedang bahagia, El."


"Bisa saja, Mas. Aku merasa lega saja, akhirnya Nike memutuskan untuk menikah dengan dokter Lionel. Berarti dia tidak akan meminta Mas untuk menikahinya lagi." Shopia melihat ke arah Ganesha yang sedang fokus menyetir.


"Iya, kamu benar. Mas juga merasa lega, semua pengganggu itu sudah mendapatkan balasan dari buah perbuatannya."


"Iya, Mas. Semoga saja mereka benar-benar menyadari kesalahannya, sehingga tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi."


Terus saja pasangan suami istri itu berbincang selama perjalanan menuju ke rumah mereka. Saat sudah sampai di rumah, Shopia pun menidurkan putrinya di kamar anak dengan di temani oleh pengasuhnya.


"Apa El ditemani Mbak tidurnya?" tanya Ganesha saat Shopia masuk ke kamarnya.


"Iya, Mas."


"Tinggal kamu yang temani Mas tidur." Ganesha langsung memeluk istrinya dari belakang. Dia menciumi tengkuk Shopia, yang sukses membuat wanita cantik itu merinding.


"Mas, tapi ini masih siang."


"Tidak apa Shopia. Mas sengaja mengajak kamu cepat-cepat pulang karena mereka selalu saja melihat ke arah kamu. Melihat bahu kamu yang mulus ini." Ganesha pun melanjutkan aksinya. Dia menciumi bahu dan tengkuk Shopia dengan kedua tangannya memainkan buah kembar yang menggemaskan.


Tentu saja hal itu membuat Shopia seperti cacing kepanasan mendapatkan rangsangan dari suaminya. Sampai akhirnya, siang yang terik mereka lewati dengan berbagi peluh yang membuat urat saraf menegang. Penyatuan yang memabukkan dan menjadi pahala untuk pasangan suami istri.


...~TAMAT~...

__ADS_1


...Alhamdulillah Pernikahan Tanpa Hati dapat author selesaikan ceritanya sampai di sini. Mohon maaf atas semua kekurangan dan kesalahan yang tanpa sengaja author tuangkan dalam cerita ini. Semoga dapat menghibur kakak reader semua....


...Terima kasih...


__ADS_2