Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 41 Tolong Maafkan Anez!


__ADS_3

Siang ini, matahari bersinar dengan terang. Hawa dingin pegunungan dengan hangatnya sinar mentari, membuat Shopia enggan beranjak dari tempatnya. Dia sangat suka membantu Nek Azmi bercocok tanam di halaman belakang rumahnya. Berbagai macam sayuran ditanam di sana dengan polibag sebagai medianya.


Saat keduanya sedang asyik memindahkan bibit cabe yang sudah disemai, terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah. Tidak lama kemudian, Bi Inem datang tergopoh-gopoh untuk memberitahu mereka kalau ada tamu yang datang. Seketika Nek Azmi dan Shopia pun menghentikan pekerjaannya.


"Bu, ada yang mencari Mbak Shopia," ucap Inem.


"Siapa, Nem?" tanya Nek Azmi.


"Tidak tahu, saya lupa menanyakannya." Bi Inem cengengesan karena memang benar dia langsung pergi begitu saja saat tahu orang itu mencari Shopia.


"Ayo, Nak kita ke depan!" ajak Nek Azmi.


"Iya, Nek. Aku mencuci tangan dulu," ucap Shopia dengan pertanyaan yang berkecamuk di kepalanya.


Siapa yang mencari aku? Bukankah Zara sudah berjanji untuk tidak memberitahu keberadaan aku di sini, batin Shopia.


Dia pun bergegas ke depan, setelah membersihkan tangan dan kakinya yang kotor oleh tanah. Namun, jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat kedua mertuanya sedang duduk di kursi teras.


Setelah Shopia mampu menetralkan perasaannya, perlahan dia pun menghampiri Prada dan Galen yang sedang mengobrol dengan Nek Azmi. Dia tersenyum ramah sebelum dia berbicara.


"Mama, Papa apa kabar?" ucap Shopia hendak mencium punggung tangan orang tua itu secara bergantian.


"Shopia, kamu baik-baik saja, Nak?" Prada langsung menarik tangan menantunya dan memeluk ibu hamil itu dengan mata yang berkaca-kaca. Dia sangat senang melihat keadaan menantunya baik-baik saja.


"Shopia baik, Mah." Keduanya saling berpelukan dengan air mata yang tidak bisa dibendung lagi.


Rasa haru dan rasa bersalah kini menyelimuti hati Shopia. Meskipun sebenarnya dia tidak seluruhnya bersalah karena pergi dari rumah. Tapi keputusannya untuk tidak kembali, membuat sudut hatinya terasa dicubit dengan kedatangan mertuanya.


"Shopia, Mama senang kamu baik-baik saja. Kami terus mencari kamu karena khawatir Dora melakukan hal yang kejam padamu. Pada cucu Mama." Prada mengurai pelukannya dan mengelus lembut perut Shopia.

__ADS_1


"Mama tahu dari siapa kalau aku hamil?" tanya Shopia.


"Anez. Setiap hari dia menunggu kamu di rumah yang kamu beli itu." Prada pun langsung menceritakan keadaan putranya pada Shopia. Tidak ketinggalan pula tentang Dora yang ternyata menjebak dan menjadi dalang penculikan Shopia. Sementara Galen hanya memperhatikan saja apa yang istrinya lakukan.


"Mama, bagaimana keadaan Mas Anez?" tanya Shopia saat Prada sudah selesai bercerita.


"Tadi pagi saat Mama melihatnya, dia sudah mendingan. Mualnya sudah mulai berkurang. Keadaan langsung membaik saat dia tahu kalau kamu baik-baik saja." Prada menghela napasnya sejenak sebelum dia melanjutkan bicaranya.


"Shopia, Mama dan Papa sebagai orang tua Anez, meminta maaf atas semua kesalahan putra kami. Kami minta maaf, karena kami tidak bisa mendidiknya dengan baik," mohon Prada dengan suara yang bergetar.


"Mama dan Papa tidak salah apapun. Maafkan aku karena telah membuat Mama dan Papa khawatir," ucap Shopia sendu.


"Shopia, ikut pulang sama Mama dan Papa ya! Tolong maafkan Anez dan kembalilah padanya!" Prada menggenggam tangan Shopia erat.


"Aku sudah memaafkan Mas Anez, tapi aku minta maaf, aku tidak bisa kembali sekarang. Antara aku dan Mas Anez, biar kami yang menyelesaikannya," ucap Shopia sendu.


"Kami bisa mengerti dengan keputusan kamu. Tapi tolong pikirkan lagi baik buruknya untuk kamu dan anak kalian. Bukan Papa mau membela putra Papa, tapi Anez sangat menyesali dengan apa yang sudah terjadi." Galen menatap lekat menantunya


"Nak, Mama mengerti dengan kekhawatiran kamu. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, Anez sebenarnya sudah mencintai kamu. Hanya saja, ego dia terlalu tinggi, sehingga tidak mau mengungkapkan perasaannya sama kamu."


Shopia hanya tersenyum menanggapi ucapan mertuanya. Karena merasa tidak percaya seorang Ganesha yang selalu memandangnya hanya sebelah mata bisa mencintai dia. Meskipun benar belakang ini sikap laki-laki itu mulai membaik, tapi itu tidak cukup untuk membangun kepercayaan diri Shopia kalau Ganesha bisa mencintainya dengan tulus bukan karena mencintai tubuhnya saja.


"Shopia, pikirkan lagi bagaimana baiknya untuk kamu dan anak kamu. Papa tidak bisa memaksa untuk kamu kembali pada putra kami. Papa hanya meminta sebuah kesempatan untuk Anez. Jika nanti dia mengecewakan kamu lagi, kamu boleh mengambil sikap tegas."


"Terima kasih, Pah. Papa dan Mama bisa mengerti dengan apa yang aku rasakan," ucap Shopia.


"Kalau begitu, kami pulang dulu. Pikirkan baik-baik ya Nak. Ingat, anak kalian membutuhkan kasih sayang ayah dan ibunya. Kasian jika nanti dia lahir, harus menerima kenyataan kalau orang tuanya sudah berpisah," ucap Galen seraya bangun dari duduknya


"Iya, Pah. Shopia hanya perlu sedikit waktu unuk memikirkannya kembali."

__ADS_1


"Jaga diri baik-baik ya, Nak. Mama akan selalu menunggu kalian pulang ke rumah. Shopia, kalau terjadi apa-apa, jangan sungkan untuk menghubungi Mama. Sampai kapan pun Mama akan tetap menganggap kamu sebagai anak Mama. Entah itu kamu masih bersama dengan Anez atau kalian malah ...." Prada tidak melanjutkan ucapannya.


Dia langsung memeluk Shopia kembali dan berkata, "Mama sangat berharap, kalian bisa bersama lagi."


Setelah cukup berbasa-basi dan berpamitan dengan Nek Azmi, Prada dan Galen pun pulang kembali ke ibu kota dengan tangan kosong. Meskipun keduanya merasa kecewa, tetapi mereka pun berusaha untuk mengerti keputusan Shopia.


Sementara Shopia langsung menuju ke kamarnya. Entahlah, kini dia berada dalam kebingungan. Antara kembali atau tetap pada pilihan pertamanya untuk mengakhiri semuanya dengan Ganesha.


Mungkin aku terlalu egios, karena tidak memikirkan nasib anakku nanti. Tapi ... Apa aku salah, jika mengharapkan sebuah cinta untukku. Aku juga ingin seperti istri-istri yang lain. Mendapatkan cinta dari suaminya. Bisa hidup bahagia bersama orang yang aku cintai dan mencintaku. Aku terlalu lelah, terus mencintai sendiri, batin Shopia.


Saat dia sedang hanyut dalam lamunannya, terdengar suara pintu kamar ada yang mengetuknya. Shopia pun langsung membukakan kamar. Terlihat di sana Nek Azmi berdiri di depan pintu.


"Boleh, Nenek bicara sebentar?"


"Boleh, Nek. Ayo masuk!" ajak Shopia.


Mereka pun duduk bersisian di tepi tempat tidur. Nek Azmi memegang tangan Shopia untuk menguatkan hati wanita muda itu. Setelah tadi dia ikut mendengarkan, Nenek Shopia ikut merasakan kebimbangan hati Shopia.


"Nak, Maafkan Nenek jika nanti ada ucapan Nenek yang kurang berkenan. Nenek ikut prihatin dengan apa yang terjadi padamu. Tapi Nenek lihat dari sorot mata mertua kamu, mereka benar-benar tulus menyayangi kamu. Mungkin benar anaknya telah bersalah padamu, tapi tidak ada salahnya jika kita memberikan kesempatan kedua pada orang yang mau berubah."


"Iya, Nek."


"Kembalilah pada suami kamu. Bagaimana pun Ridho Allah ada pada ridho suami kamu. Jika kamu memang ingin berpisah, bicarakan baik-baik. Jangan lari dari masalah seperti ini."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....

__ADS_1


Sambil nunggu Shopia update, yuk kepoin juga karya teman Author yang satu ini!



__ADS_2