
Selama baby El mendapatkan perawatan di ruangan khusus di rumah sakit. Selama itu pula Shopia tinggal di rumah sakit. Dia tidak tega meninggalkan bayinya sendiri di sana, sehingga mau tidak mau Ganesha pun ikut menginap di rumah sakit untuk menemani istrinya.
Mana mau hot daddy itu tidur sendiri di rumahnya. Dia lebih memilih ikut tidur bersama dengan Shopia di bed rumah sakit, dari pada tidur sendiri di kasurnya yang empuk. Jadinya, dia selalu berangkat dan pulang kerja ke rumah sakit.
"Shopia, berapa lama lagi El bisa pulang?" tanya Ganesha saat mereka sedang melihat bayinya yang masih di dalam inkubator.
"Kata dokter kalau El sudah sudah bisa minum ASI atau susu formula secara langsung, berat badannya naik, serta suhu tubuhnya tetap stabil di suhu ruang," jelas Shopia.
"Apa El sudah bisa minum ASI langsung," tanya Ganesha dengan menatap lekat bayinya yang dipasang beberapa alat medis di tubuhnya.
"Belum, Mas. Kalau berat badannya sudah naik."
"Ayolah El! Cepat membaik ya kondisinya! Kita akan adakan pesta meriah di rumah Opa untuk kamu," ucap Ganesha.
Setelah cukup lama pasangan suami istri itu melihat bayinya, mereka pun kembali ke ruang perawatan Shopia. Tanpa sengaja keduanya bertemu dengan Daniel dan Eliza yang sedang berjalan beriringan.
"Anez, sudah lama kita tidak bertemu. Apa kabarmu?" sapa Daniel.
"Aku baik. Sudah berapa lama kamu berada di tanah air?" Ganesha balik bertanya.
"Lumayanlah, memangnya Piero tidak pernah bilang kalau pernah bertemu denganku?"
"Dia tidak mengatakan apa-apa."
"Apa ini istrimu? Sepertinya, istrimu wanita yang sederhana. Sangat berbeda dengan Dora," ucap Daniel dengan menelisik wajah dan penampilan Shopia.
"Tentu saja, istriku tidak sebanding dengan Dora. Karena Shopia, jauh lebih baik dari Dora," ucap Ganesha dengan bangganya. "Kalian dari mana? Apa ada saudara yang sakit?"
__ADS_1
"Bukan saudara tapi Eliza sedang tidak enak badan," ucap Daniel.
"Kamu sakit apa, Eliza?" tanya Ganesha dengan melihat ke arah sahabat kecilnya.
"Maag aku lagi kambuh. Sudahlah! Ayo Daniel kita pulang," ajak Eliza.
Ganesha hanya mengangkat bahunya tidak peduli melihat kepergian mereka. Dia pun melanjutkan kembali langkah kakinya menuju ke ruang perawatan.
"Mas, Mbak Eliza kenapa pucat sekali ya?" tanya Shopia saat mereka sedang berjalan.
"Entahlah, Mas tidak begitu memperhatikan wajahnya. Mungkin karena dia sakit, makanya pucat. Mau makan apa? Kita ke kafetaria saja dulu, sebentar lagi sudah waktunya jam makan siang."
"Makan di kamar saja, Mas. Aku harus pumping, lihat ASI-nya sudah merembes!" ujar Shopia dengan memperlihatkan baju bagian dadanya yang terlihat basah."
"Oh, ya sudah. Nanti Mas pesan saja," ucap Ganesha.
"Shopia, nanti kita pulang ke rumah Mama saja ya, biar ada yang membantu kamu menjaga El saat aku sedang kerja. Aku tidak tega jika nanti kerepotan sendiri."
"Iya, Mas. Kemarin juga Mama sudah bilang agar pulang ke rumahnya," ucap Shopia seraya membereskan alat pumping. Dia menempelkan kertas yang sudah diberi tanggal agar memudahkannya memilih botol mana yang lebih dulu harus diberikan kepada baby El.
Tidak berselang lama, Piero datang bersama dengan Bu Kia dan Nike yang akan mengunjungi Shopia. Tadi mereka tidak sengaja bertemu di lobi, sehingga memutuskan untuk pergi bersama ke ruang perawatan Shopia.
Nike tersenyum manis saat dia melihat Ganesha. Dia memang sengaja ikut dengan ibunya agar dia bisa bertemu dengan Ganesha. Namun, laki-laki itu bersikap cuek dan masa bodoh dengan kehadirannya
"Shopia, bagaimana keadaanmu, Nak?" tanya bu Kia.
"Aku sudah membaik, Bu. Tinggal menunggu El diizinkan pulang.
__ADS_1
"Syukurlah! Ibu senang mendengarnya," ucap Bu Kia seraya tersenyum manis.
Sementara Nike terus saja memperhatikan Ganesha. Dia tidak pernah merasa bosan untuk menatap wajah tampan laki-laki itu. Sampai akhirnya, Bu Kia menegurnya dan mengajak Nike untuk mengobrol bersama. Meskipun enggan, akhirnya Nike menjadi pendengar setia Shopia dan Bu Kia
Sikap cueknya laki-laki itu, membuat aku semakin penasaran untuk mendapatkan hatinya, batin Nike.
...***...
Setelah hampir sebulan berada di rumah sakit, bayi mungil yang terlahir prematur itu, kini kondisinya sudah semakin membaik. Dokter pun sudah mengijinkan baby El dibawa pulang.
Semua keluarga begitu antusias menyambut kedatangan bayi perempuan yang sangat menggemaskan itu, sehingga Nyonya Prada langsung mengadakan pesta penyambutan yang meriah saat Baby El pulang ke rumah Keluarga Oenelon. Shopia begitu terharu melihat pesta penyambutan itu. Dia tidak menyangka, kehadiran putrinya disambut dengan meriah.
"Terima kasih Mama untuk pestanya," ucap Sophia.
"Tidak usah berterima kasih Sofia, Mama sangat senang memiliki cucu seperti El."
"Selamat datang di rumah keluarga Oenelon cucuku sayang," ucap Tuan Galen.
"Terima kasih Papa"
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote dan favorite....
...Terima kasih....
Sambil nunggu Shopia dan Ganesha update, yuk kepoin juga karya keren yang satu ini
__ADS_1