
Pagi yang cerah, dengan sinar mentari yang bersinar terang. Membuat Shopia begitu bersemangat untuk mengajak putri kecilnya menikmati matahari pagi. Dia membiarkan Ganesha yang masih terlelap tidur. Tidak ingin menggangu suaminya yang terlihat kelelahan.
Namun, rencananya yang sudah dia susun rapi, buyar seketika saat mendapatkan badan putri kecilnya mendadak panas. Shopia pun segera mencari termometer untuk mengukur suhu badan El.
"Astaga! Panasnya tiga delapan. Mbak Mira, tolong panggilkan dokter anak ke mari. Badan El panas sekali," suruh Shopia pada perawat yang menjaga El Zatta.
"Apa Mbak? El panas? Sebentar saya telepon dulu!" tanya Mira kaget. Dia khawatir dikira tidak bisa menjaga anak kecil itu karena tidak menyadari kalau badan El ternyata panas.
Seraya menunggu kedatangan dokter, Shopia menempelkan koyo pereda panas di dahi putrinya. Gadis kecil itu menjadi rewel setelah melihat keberadaan mamanya.
"Shopia, Apa El sakit?" tanya Nyonya Prada saat masuk ke kamar anak.
"Iya, Mah. Mbak Mira sudah meminta dokter anak yang biasa merawat El datang ke mari."
"Syukurlah! Cucu Oma kenapa Sayang? Pasti mau pinter ya! Pengen cepat jalan," Nyonya Prada mengelus lembut rambut cucunya. "Tadinya Mama mau mengajak kamu menjenguk Sania. Tapi El malah sakit. Gak apa kalau Mama tinggal ya!"
"Iya, Mah. Gak apa. Ada Mas Anez kho, tapi masih tidur di kamar."
"Anez, gak kerja?" tanya Nyonya Prada dengan sedikit mengerutkan keningnya.
"Dia kesiangan. Mungkin kelelahan kemarin menemani Mas Piero di rumah sakit," jawab Shopia seraya menggendong El.
"Oh, ya sudah Mama ke rumah sakit dulu ya! Apa mau sekalian periksa El?"
"Dokternya sudah dijalan, Nyonya!" sela Mira.
"Oh, kalau begitu Mama berangkat sendiri saja. El Sayang, Oma pergi dulu ya Nak. Cepat sehat ya!" Nyonya Prada mencium pucuk kepala cucunya sebelum dia pergi.
"Iya, Mah. Hati-hati di jalan!"
Tidak berapa lama kemudian, dokter anak yang dihubungi Mira datang ke rumah megah itu. Dia memeriksa dengan teliti keadaan El. Setelah dia mengetahui penyebab sakitnya El, Dokter itu pun memberikan resep obat pada Shopia.
"Mbak, saya ke apotek dulu ya!" pamit Mira.
__ADS_1
"Iya, Mbak Mira tolong ya!"
Setelah kepergian Mira dan dokter yang memeriksa El, Shopia pun membawa El ke kamarnya untuk membangunkan Ganesha, Karena di rumah tidak ada siapa pun. Bahkan bibi yang biasa membersihkan rumah dan memasak sedang tidak ada di rumah besar itu.
"Mas, Mas Anez bangun! El sakit, badannya panas sekali," Shopia menggoyangkan badan Ganesha yang tertidur tengkurap.
Perlahan laki-laki tampan itu bangun dari tidurnya. Dia duduk menghadap ke arah Shopia yang sedang menggendong putrinya seperti kanguru. Tangannya terulur meminta El agar digendong olehnya.
"Sini putri Papa. Pasti kangen sama Papa ya, semalam Papanya diambil sama Mama," ucap Ganesha seraya mengambil alih putrinya, Dia menempelkan badan El dengan badannya yang tidak memakai sehelai benang pun agar suhu panas badan El berpindah kepadanya.
"Shopia, aku lapar. Biar El, Mas yang menjaga," ucap Ganesha seraya mendekap El dalam pelukannya.
"Ya sudah aku ke dapur dulu ya, Mas." Shopia pun beranjak pergi menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.
Namun, baru saja dia sampai di anak tangga terakhir, terdengar suara bel yang begitu nyaring di telinga. Dia pun akhirnya membukakan pintu untuk tamu yang datang. Terlihat Nike tersenyum manis dengan membawa paper bag di tangannya.
"Shopia, apa Kak Anez sudah berangkat ke kantor?" tanya Nike.
"Mas Anez sedang menjaga putriku. Ada perlu apa kamu mencarinya?" tanya Shopia heran.
"Makasih ya Nike! Tapi kamu tidak perlu repot-repot begini. Soal semalam jangan terlalu diangggap serius. Mas Anez mengantar kamu karena kamu adiknya Mas Piero. Jangan salah tafsir ya!"
"Maksud kamu apa Shopia bicara seperti itu?"
"Tidak bermaksud apa-apa, silakan duduk! Sebentar aku ambilkan minum dulu ya!" Shopia bergegas ke dapur setelah mempersilakan Nike duduk.
Namun, saat dia kembali ke ruang tamu, dia tidak mendapati Nike di sana. Shopia pun mencari ke pos satpam, barangkali gadis itu sudah pulang. Namun, ternyata satpam rumahnya tidak melihat Nike ke luar rumah. Sampai akhirnya dia harus melihat pemandangan yang sangat tidak ingin dilihatnya.
Betapa tidak, dengan mata kepalanya sendiri Shopia melihat tidur memeluk Ganesha dari belakang. Dia pun langsung menghampiri gadis itu dan menarik Nike agar turun dari tempat tidur.
"Apa yang kamu lakukan, Nike? Kenapa kamu masuk ke kamarku?" sentak Shopia yang sukses membangunkan Ganesha dan putrinya yang sedang tertidur.
"Shopia pelankan suara kamu. Lihat El kaget!" Ganesha balik memarahi Shopia. Dia menenangkan putrinya yang terganggu tidurnya.
__ADS_1
"Mas, apa Mas sengaja membiarkan Nike memeluk Mas seperti itu? Apa kalian sebenarnya ...?
"Shopia, jangan salah paham. Mas tidak tahu kalau dia masuk ke kamar dan memeluk Mas. Tadi Mas tidur lagi bersama dengan El."
"Maaf Kak Anez! Aku hanya kangen saat dulu kita masih kecil. Kita sering tidur bersama di sini dengan Kak Piero. Aku hanya ingin mengenang masa kecil kita," ucap Nike dengan menampilkan wajah melas.
"Ya ampun Nike! Kamu jangan samakan masa kecil kita dengan sekarang. Aku bukan Anez yang dulu kamu kenal. Sekarang aku sudah berkeluarga. Sebaiknya kamu menjaga jarak denganku untuk menghargai perasaan pasangan kita."
"Kak Anez, apa Kak Anez melupakan aku begitu saja? Bukankah waktu kecil dulu Kak Anez sudah berjanji untuk menikah denganku?" Nike terlihat sedih dengan apa yang dikatakannya. Membuat Shopia dan Ganesha saling berpandangan.
"Maaf Nike, aku tidak akan pernah mengijinkan suamiku menikah lagi dengan gadis manapun. Termasuk dengan kamu. Kalau Mas Anez ingin mengabulkan keinginan teman kecil Mas, maka aku memilih untuk mundur."
"Shopia, jaga bicaramu! Aku tidak akan pernah menikah dengan Nike."
"Mas, kenapa ingkar janji? Saat aku sudah mengingat semuanya dengan baik, kenapa Mas tega mengingkari janji Mas sendiri?" Nike menangis terisak di depan Shopia dan Ganesha.
"Nike kamu pulanglah! Sampai kapanpun aku tidak akan menikah denganmu," usir Ganesha
"Aku akan terus menagih janji Mas," ucap Nike sebelum dia pergi dari kamar Ganesha.
Kapan aku pernah berjanji? Apa dia mengada-ada ya! batin Ganesha.
"Sini Mas! Biar El sama aku. Mas sarapan saja dulu," ketus Shopia.
Ganesha pun memberikan putrinya pada Shopia. Namun, dia tidak langsung memakan sarapan yang dibawa istrinya. Papa muda itu memilih untuk membersihkan badannya di bawah guyuran shower yang menyejukkan badannya.
Aku harus berhati-hati dengan Nike. Meskipun dia adiknya Piero, tetapi tidak menutup kemungkinan dia akan seperti Dora yang pandai bersandiwara.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....
__ADS_1
Sambil nunggu Shopia dan Ganesha update, yuk kepoin karya keren yang satu ini!