
"Apaan sih, Kak? Lakukan saja kalau bisa! Kak Jordan tidak akan bisa merubah keadaan kalau aku juga putrinya Papa."
"Benarkah? Aku akan menunggu hari itu tiba saat kamu dihapus dari KK Keluarga Vuttion." Jordan langsung menarik tangan Eliza agar segera masuk ke dalam ruang perawatan Shopia.
Terlihat Shopia sedang berbincang bersama dengan Tuan Jody dan orang tua Ganesha. Sementara Ganesha hanya mendengarkan percakapan mereka. Papa muda itu melihat ke arah Eliza dengan dahi yang berkerut. Dia merasa heran kalau Eliza mau menjenguk istrinya di rumah sakit.
"Shopia, ini Eliza. Kalian pasti sudah saling kenal, kan? Dia juga sama putri papa. Papa hanya berharap, anak-anak Papa akan hidup dengan rukun. Eliza, kamu juga harus bersikap baik pada putri kandung Papa Shopia," ucap Tuan Jordan.
Kalau tidak takut dikeluarkan dari keluarga Vuttion, aku malas sekali harus berbaikan dengan dia. Cewek udik yang sudah merampas semua milikku. Pertama Anez, sekarang Papa dan Kak Jordan. Shopia, aku semakin membencimu. Karena kamu juga, aku harus kehilangan orang yang selalu memanjakan aku, batin Eliza.
Meskipun hatinya sangat kesal pada Shopia, tak urung gadis itu tersenyum manis di depan semua orang. Apalagi di sana dan Tuan Galen dan Nyonya Prada.
"Hai Shopia, selamat atas kelahiran bayi kalian. Semoga cepat pulih ya!" ujar Eliza
"Terima kasih Mbak Eliza."
"Shopia, selalu jaga diri kamu dan putrimu ya! Jangan mudah percaya pada orang yang bermuka dua apalagi memiliki wajah yang bisa berubah-ubah disesuaikan dengan keadaan," celetuk Jordan yang sedari tadi diam. "Tapi kamu jangan khawatir! Kakak pasti akan menjauhkan kamu dari orang-orang yang seperti itu."
"Terima kasih, Kak!"
"Tenang saja, Jordan! Tante pun tidak akan tinggal diam menjaga menantu Tante. Hama-hama seperti itu memang tidak boleh dipelihara, sebaiknya dibasmi saja," timpal Nyonya Prada yang asal nyambung dengan Jordan.
"Sudah, sudah! Jangan membicarakan hal itu di di sini. Lebih baik kita merencanakan pesta penyambutan untuk keluarga baru kita. Princess-nya Keluarga Oenelon. Anez, apa kamu sudah punya nama untuk putrimu?"
__ADS_1
"Sudah ada, Pah. El Zatta Oenelon," ucap Ganesha.
"Mama suka namanya. Tadinya mau Mama kasih nama Dior Fortuna Oenelon, biar cucu Mama selalu beruntung," ucap Prada.
"Simpan saja dulu, Mah. Buat nanti anak aku yang kedua," ucap Ganesha enteng.
"Mas, belum juga ada satu minggu aku melahirkan, Sudah berencana ingin punya anak lagi," gerutu Shopia.
"Tenang saja, Mama. Papa perlahan kho bikinnya," ucap Ganesha dengan tersenyum nakal pada istrinya.
Plak!
Nyonya Prada langsung menggeplak kepala putranya. Dia merasa gemas karena bisa-bisanya Ganesha berbicara seperti itu di depan para orang tua. Apalagi di sana ada Tuan Jody yang menjadi mertuanya.
"Haish ... Mama selalu saja menganggap aku anak kecil. Pake pukul-pukul kepala segala," gerutu Ganesha. "Untuk apa juga aku harus berpuasa kalau Shopia saja pasti tidak akan keberatan. Iya, kan Shopia?"
"Aku nifas dulu, Mas. Maaf tidak bisa menjalankan kewajiban aku sebagai seorang istri," ucap Shopia lembut.
"Apa? Jadi beneran aku harus puasa dulu. Shopia, bagaimana bisa?" tanya Ganesha lemas. Seminggu Shopia datang bulan saja, di merasa sangat tersiksa. Apalagi ini harus lebih dari satu bulan.
"Papa, kenapa hari ini Mama merasa malu memliki anak seperti dia. Apa anez tidak tahu kalau sehabis melahirkan itu, wanita akan mengalami masa nifas. Yang artinya tidak boleh main gulat selama masa itu," adu Nyonya Prada pada Tuan Galen.
"Maklumi saja, Mah. Anez masih muda," ucap Tuna Galen menenangkan istrinya. Tapi bukannya tenang, Nyonya Prada jadi kesal pada suaminya.
__ADS_1
"Papa sebelas dua belas dengan anaknya," gerutu Nyonya Prada.
"Anez, kamu tenang saja, kesibukan akan membuat kamu lupa dengan hal itu. Apalagi, nanti kalian harus merawat putri kalian. Pasti waktunya tidak akan terasa," ucap Tuan Jody tersenyum simpul dengan tingkah menantunya, Karena dia pun tidak jauh beda dengan Ganesha saat dulu Clara sehabis melahirkan Jordan.
Kesempatan nih untuk mendekati Anez. Selama di tidak bisa menyentuh istrinya, pasti dia membutuhkan seorang wanita untuk memuaskan hasratnya. Anez, aku siap menjadi pelampiasan hasrat kamu. Asalkan aku bisa bersamanya, aku rela memberikan apapun untuk dia. Persetan dengan ikatan saudara yang ada antara aku dan Shopia. Karena aku tidak akan pernah menganggap dia sebagai saudariku, batin Eliza.
"Jangan berpikir yang tidak-tidak, kalau tidak ingin aku tendang dari keluarga Vuttion. Ingat, sekarang aku yang memegang kekuasaan Keluarga Vuttion, karena Papa sebentar lagi akan pensiun," bisik Jordan yang melihat Eliza seperti sedang melamun dengan tersenyum miring.
"Apaan sih, Kak? Aku heran sama Kak Jordan, selalu saja berpikiran jelek tentang aku," ucap Eliza pelan.
"Karena aku tahu sifat buruk kamu, jadi aku sudah bisa menduga apa yang akan kamu lakukan saat keinginan kamu tidak bisa digapai."
Cih! Cowok nyebelin! Selalu saja mengganggu kesenangan aku. Sedari aku kecil, dia selalu membantu orang yang ingin aku tindas karena mereka tidak mau menuruti keinginanku, batin Eliza.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima Kasih....
Sambil nunggu Shopia dan Anez update, yuk kepoin karya keren yang satu ini.
__ADS_1