
Rahang Ganesha langsung mengeras. Tangannya terkepal kuat saat melihat foto-foto yang dikirimkan oleh nomor yang tidak dikenalnya. Dia langsung menghentikan meeting-nya dengan karyawan. Dengan langkah tergesa, dia berniat pergi ke rumahnya.
"Anez mau ke mana?" tanya Piero kaget dengan wajah sahabatnya yang sudah berwarna merah padam.
Tidak ada jawaban dari laki-laki itu. Dia tidak peduli dengan orang-orang yang menyapanya. Dia hanya ingin cepat-cepat sampai ke rumah. Setibanya di rumah, Ganesha tidak mendapatkan Jordan di rumahnya. Hanya ada Shopia yang sedang memetik bunga mawar di depan rumahnya.
"Mas, sudah pulang?" tanya Shopia kaget melihat kedatangan suaminya.
"Jordan mana?" tanya Ganesha.
"Dia sudah pulang dari tadi. Hanya mengantarkan makanan kesukaan adiknya," jawab Shopia apa adanya.
"Oh, aku pergi dulu!" Ganesha kembali naik ke mobilnya. Dia tidak ingin kelepasan hingga harus memarahi istrinya yang sedang hamil. Dia pun memilih untuk menemui Jordan dan memberikan peringatan pada laki-laki itu agar tidak coba-coba mendekati istrinya.
Mas Anez kenapa? Terlihat buru-buru sekali. Apa dia sedang ada masalah? batin Shopia.
Ibu hamil itu hanya melihat suaminya pergi begitu saja. Dia tidak berani bertanya banyak saat melihat wajah tegang Ganesha. Dia yakin kalau suaminya sedang marah pada seseorang.
Sementara itu, sesampainya di perusahaan JV internasional, Ganesha langsung diantar ke ruangan Jordan oleh resepsionis. Gadis cantik yang menjadi resepsionis itu dengan senang hati mengantarkan tamu CEO mereka. Karena dia ingin terus memandangi wajah tampan Ganesha.
"Mbak Key, ada tamu untuk Tuan Jordan," ucap Resepsionis itu.
"Silakan, Tuan!"
Ganesha hanya menganggukkan kepalanya sedikit untuk mengucapkan rasa terimakasih. Tidak sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya. Saat sudah sampai di ruangan Jordan dia disambut hangat oleh laki-laki itu. Tapi tidak dengan Ganesha. Dia membalas sambutan hangat itu dengan bogem mentah di perut Jordan.
Bugh! Bugh! Bugh!
"Apa maksud kamu, Sialan! Kenapa kamu mendekati istriku? Jadi ini tawaran kerjasama dari kalian? Kalian ingin kerjasama denganku karena kamu ingin mendekati istriku?" sentak Ganesha setelah dia puas menghajar Jordan.
__ADS_1
Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ...
Jordan terbatuk mendapatkan serangan yang bertubi-tubi dari Ganesha. Lalu dia berkata, "Aku memang ingin mendekati istrimu tapi bukan sebagai seorang lelaki pada perempuan, tapi sebagai seorang Kakak pada adiknya,"
"Alasan saja seorang Kakak, kamu pikir kamu siapa? Ternyata kamu sangat pintar mengelak." Ganesha bersiap untuk menyerang kembali. Namun pukulannya tertahan saat mendengar apa yang Jordan katakan.
"Shopia adikku yang hilang."
"Apa katamu? Adik? Jangan menjadikan kata adik kakak untuk memuluskan rencana kamu mendapatkan Shopia!" sentak Ganesha.
"Shopia memang adikku, wajahnya sangat mirip dengan mamaku, kalau kamu tidak percaya, aku bisa memperlihatkan semua buktinya."
"Baik! Sejauh mana kamu bisa jadi seorang pembual."
"Duduklah dulu! Aku akan mengambilnya," ucap Jordan. Dia langsung ke mejanya, membuka brangkass kecil yang ada di samping mejanya. Dia mengeluarkan sebuah foto keluarga saat Dia berfoto bersama dengan Shopia dan mamanya. Tidak ketinggalan, Jordan pun mengambil hasil test DNA yang sengaja disimpan di ruangannya. Agar ibu tirinya tidak mengetahui apa yang dia dan papanya lakukan.
"Lihatlah! Kamu bisa menilainya setelah nanti kamu membaca laporannya."
"Wanita cantik itu mamaku, kamu lihat kan? Beliau sangat mirip dengan istrimu. Anak laki-laki itu aku dan anak perempuan yang duduk dipangkuan mamaku, itu Shopia. Aku masih ingat, foto ini dibuat saat ulang tahunku yang ke tujuh. Mungkin Shopia masih berumur lima tahun waktu itu," beber Jordan.
"Tapi bagaimana bisa Shopia adik kamu Kak? Karena saat aku mengenal Keluargamu, tidak ada Shopia ataupun wanita yang ada di dalam foto ini," tanya Ganesha merasa tidak percaya.
"Kamu mengenal keluargaku saat adik dan mamaku sudah menghilang. Mamaku, istri pertama Papa yang tidak diakui oleh keluarganya. Mereka tidak mengusikku karena mereka berharap aku menjadi penerus perusahaan mereka. Apalagi saat Bu Lucy melahirkan anak perempuan, membuat posisiku aman di keluarga Vuttion."
"Aku tidak pernah menyangka, perusahaan yang selalu bersinar setiap tahun, memiliki masa lalu keluarga yang kelam," ucap Ganesha mulai melunakkan suaranya.
"Karena setiap orang pasti memiliki sisi buruknya. Anez, aku harap kamu tidak mengatakan pada siapa pun. Aku tidak ingin Shopia menjadi terancam. Makanya aku dan Papa belum bisa memberitahu kebenarannya pada Shopia. Karena aku dan Papa masih mencari kebenaran tentang hilangnya Mama dan bagaimana bisa Shopia bisa bersama dengan Om Boy, adiknya mama."
"Kenapa tidak bertanya pada ibunya saja. Dia pasti tahu tentang kebenarannya."
__ADS_1
"Itu masalahnya, Anez. Shopia pun tidak tahu ibunya ada di mana. Yang dia tahu, kalau ibunya menikah dengan seorang bule dan ikut pindah ke luar negeri."
"Iya, aku tahunya juga begitu. Aku harap penyelidikan kalian jangan melibatkan istriku, karena sekarang dia sedang hamil. Aku tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan pada Shopia."
"Kamu tenang saja. Selama kita tutup mulut, mereka tidak akan ada yang tahu."
"Apa Kak Jordan juga melakukan test DNA pada Eliza. Siapa tahu dia bayi yang tertukar karena sifatnya sangat berbeda dengan Kakak dan juga Om Jody."
"Dia lebih mirip ke ibunya. Tapi benar juga usul kamu, siapa tahu ada sandiwara dalam pernikahan papaku," ucap Jordan tersenyum tipis.
"Baiklah! Aku pulang dulu, Shopia pasti kaget karena tadi aku terburu-buru pergi dari rumah."
"Tapi darimana kamu tahu kalau aku mendekati Shopia?"
"Dari orang yang mengirimi foto-foto kalian yang sedang asyik mengobrol di teras rumahku."
"Itu kan tadi pagi, sebelum aku berangkat ke kantor. Karena memang aku sengaja berangkat siang karena ingin mampir ke rumah kamu. Coba aku lihat nomornya!" pinta Jordan.
Ganesha pun memberikan ponselnya pada Jordan. Dia melihat foto-foto yang dikirimkan oleh orang asing. Jordan hanya tersenyum tipis saat melihat foto-foto itu.
"Anez, apa kamu sangat cemburu melihat fotoku yang sedang duduk berdua seperti ini? Antara aku dan Shopia terhalang meja yang jauh. Tangan aku pun tidak menyentuh tangan istrimu. Apa kamu sangat mencintai adikku? Sampai-sampai kamu cemburu buta dan menghajar aku?" tanya Jordan dengan mata yang masih melihat foto-foto itu
Tidak satu pun dari foto-foto yang memperlihatkan sebuah kemesraan. Hanya saja Shopia terlihat tersenyum manis melihat ke arah Jordan.
"Aku tidak cemburu! Aku hanya tidak suka kalau milikku diganggu orang."
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
__ADS_1
...Terima kasih....