
Ganesha menatap lekat Shopia. Dia ingin menyelami isi hati wanita yang selalu menghangatkan ranjangnya, hampir setiap malam. Namun, dia tidak dapat membaca apapun dari wajah datar Shopia.
Sedikit pun dia tidak terpengaruh dengan kedatangan Dora. Apa Shopia tidak takut jika nanti aku kembali pada sahabatnya? batin Ganesha.
Sementara Shopia terus saja menampilkan wajah datar di depan suaminya. Dia tidak ingin Ganesha tahu kalau sebenarnya dia sangat takut kehilangan suaminya. Meskipun Ganesha tidak pernah bersikap manis kepadanya. Setidaknya, tidak ada lagi yang berani menindas-nya terang-terangan.
"Shopia, ayo kita tidur! Kenapa kamu berdiri di situ terus?" ajak Ganesha yang melihat istrinya tidak bergeming dari depan pintu kamar mandi.
"Aku pikir, Mas mau nelpon lagi."
"Tidak, kemarilah! Bukankah kamu sangat merindukan aku?"
Perlahan Shopia pun berjalan mendekat ke arah suaminya. Merasa tidak sabar, Ganesha langsung menarik tangan istrinya, hingga wanita cantik itu terjerembab menabrak dada bidang suaminya.
"Apa kamu masih menginginkannya? Kita bisa melakukannya lagi," goda Ganesha.
"Ti-tidak, Mas. Aku sudah lelah. Apa boleh aku beristirahat?" tanya Shopia gugup.
"Tentu saja, pulihkan energi kamu. Biar besok pagi kita bisa ...." Ganesha tidak melanjutkan ucapannya, saat tangan kecil Shopia menutup mulutnya.
"Mas, jangan diperjelas! Ayo kita tidur, Mas pasti lelah setelah perjalanan jauh."
"Hm ... Aku memang lelah, tapi saat melihat kamu, aku menginginkan vitaminku." Ganesha menatap lekat istrinya yang sedang menatapnya.
Ingin rasanya, dia kembali menggempur lagi wanita yang ada di depannya. Akan tetapi, Ganesha sudah tidak bisa menahan rasa kantuknya. Akhirnya dia pun mengajak Shopia untuk tidur bersamanya. Ganesha langsung memejamkan matanya saat dia menelusup ke dada Shopia.
...***...
Keesokan harinya, saat sang Fajar mulai menyingsing. Shopia terbangun dari tidurnya. Dia mencari ponselnya untuk melihat jam. Namun, Shopia mengerutkan keningnya saat melihat ada pesan baru yang masuk ke ponselnya secara beruntun. Dia pun langsung membukanya satu persatu.
08387777xxxx [Waktumu sudah habis, Shopia. Sudah waktunya kamu pergi dari kehidupan Anez]
08387777xxxx [Aku tidak akan membiarkan kamu larut dalam kemewahan yang Anez berikan. Karena semua itu bukan milikmu]
08387777xxxx [Ingat Shopia, kamu bukan pemilik hati Anez, tapi aku yang selalu Anez cintai.]
"Dora ...," lirih Shopia. Dia langsung menutup kembali ponselnya dan bergegas menuju ke kamar mandi.
Selesai membersihkan dirinya, Shopia langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Dia tidak mau pusing dengan pesan yang masuk ke ponselnya. Akhirnya, dia menyiapkan banyak makanan untuk sarapan paginya.
"Kamu masak sebanyak ini?" tanya Ganesha dengan melihat satu persatu makanan yang sudah tersaji di meja makan.
__ADS_1
"Iya, Mas. Buat dibekal juga," jawab Shopia. "Makan sama apa, Mas?" tanyanya.
"Susu saja sama Roti."
Sudah masak sebanyak ini, dia hanya mau susu.
Biarlah, nanti aku bungkus saja buat aku kasih ke OB, batin Shopia.
Ganesha hanya diam melihat apa yang Shopia lakukan. Sedikit pun dia tidak mau meralat ucapannya. Karena memang Ganesha sedang malas makan makanan berat.
Selesai keduanya sarapan. Shopia memasukkan sebagian makanannya ke kotak makan karena sebagian lagi untuk pekerja di rumahnya. Lalu dia bergegas untuk berganti baju. Dia merasa heran, saat kembali ke meja makan. Ternyata Ganesha masih duduk di tempatnya sedang memainkan ponsel.
"Mas, Anez belum berangkat?"
"Belum. Lama sekali kamu dandan, sengaja membuat aku menunggu?"
"Tidak, Mas. Aku pikir Mas Anez sudah berangkat duluan."
"Bagaimana bisa berangkat kalau kamu masih belum siap?"
"Iya, maaf."
Bilang saja, kalau mau berangkat bareng. Tapi tumben Mas Anez mau menunggu aku. Padahal tadi aku sengaja lama di kamar agar dia berangkat lebih dulu, batin Shopia.
"Kenapa? Apa kamu terpikat dengan ketampanan aku?" tanya Ganesha tanpa mengalihkan pandangannya.
"Iya, eh bukan begitu maksud aku." Shopia langsung menggigit bibirnya sendiri. Merasa malu karena ketahuan oleh Ganesha.
"Aku tahu kamu selalu mengagumi aku. Seberapa besar cinta kamu padaku?"
"Aku tidak tahu. Bukankah seorang istri harus mencintai suaminya. Begitupun seorang suami yang harus mencintai istrinya bukan wanita lain di luaran sana."
"Apa kamu tidak suka dengan kedatangan Dora?"
"Aku ...."
"Tidak usah dijelaskan. Aku sudah tahu jawabannya."
Ganesha membuka pintu mobilnya. Dia menyuruh Shopia untuk masuk terlebih dahulu. Barulah dia masuk dan duduk di samping wanita cantik itu.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. Selama perjalanan, keduanya hanya terdiam. Ganesha sesekali melirik ke arah istrinya. Dia tersenyum samar melihat Shopia yang terus melihat ke luar jendela.
__ADS_1
Sesampainya di kantor, kedatangan mereka disambut oleh senyum cerah Zara. Gadis itu sengaja menunggu Shopia di lobby perusahaan. Sepertinya Zara membawa kabar baik sehingga dia terus saja tersenyum sendiri. Zara pun tidak sabar untuk mengungkapkan kebahagiaannya pada Shopia.
"Pagi, Tuan Anez, Pagi Nyonya Anez. Bolehkah saya bicara dengan Shopia sebentar?" sapa Zara.
"Bicara soal apa?" tanya Ganesha datar.
"Saya hanya mau bilang, kalau bulan depan mau menikah, hehehe ...." Zara langsung cengengesan di depan bos-nya.
Tadinya dia hanya ingin mengatakan hal itu hanya pada Shopia. Akan tetapi, saat melihat wajah Ganesha yang sepertinya tidak suka dia berbicara berdua dengan istrinya. Membuat Zara mengatakannya langsung di depan Ganesha.
"Apa? Menikah?" Shopia sangat terkejut mendengar apa yang sahabatnya katakan. "Syukurlah! Apa akan menikah dengan dia?"
"Iya, kamu jadi bridesmaid ya sama Tuan Anez," pinta Zara.
Shopia tidak langsung menjawabnya. Dia melihat ke arah suaminya dan mendapatkan anggukan kepala dari Ganesha. Barulah dia bicara pada Zara. "Baiklah, buat kamu apapun akan aku lakukan."
"Makasih Shopia. Makasih Tuan," ucap Zara seraya membungkukkan sedikit badannya pada Ganesha.
"Iya. Zara, kami ke dalam dulu." Ganesha langsung memutuskan obrolan Shopia dan sahabatnya. Dia langsung membawa Shopia untuk masuk ke dalam ruangannya.
Sementara Zara hanya tersenyum melihat kepergian Shopia. Dia ikut bahagia saat melihat sikap Ganesha uang ingin mendominasi Shopia, karena dia berpikir mungkin bos-nya itu sudah mulai mencintai sahabat.
"Zara, kenapa senyum sendiri?" tegur Jimmy yang baru datang.
"Eh Mas Jimmy sudah datang. Tidak apa, Mas. Aku sedang melihat Tuan Anez yang dari tadi merangkul pinggang Shopia," jawab Zara.
"Apa? Anez sudah pulang? Kenapa dia pulang cepat?" tanya Jimmy heran.
"Tidak usah heran, Mas. Dia pulang cepat karena tahu aku sudah pulang," celetuk Dora yang baru datang.
"Dora, kapan kamu datang?" tanya Jimmy kaget.
"Kemarin lusa. Mulai hari ini, aku akan kembali bekerja di sini. Apa ruanganku sudah disiapkan?" tanya Dora dengan percaya diri.
"Apa kamu sudah bilang pada Anez mau kerja di sini lagi setelah pergi tanpa pamit?" tanya Jimmy.
"Aku baru mau bilang sekarang. Aku yakin kalau Mas Anez akan mengijinkan aku kerja di sini."
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
__ADS_1
...Terima kasih....