
Seharian ini Shopia dibuat sibuk oleh suaminya. Laki-laki itu selalu saja ingin dilayani oleh istrinya. Dia tidak membiarkan Shopia jauh dari penglihatannya. Sampai saat sudah pulang ke rumah pun, Ganesha masih saja tidak mengijinkan Shopia jauh darinya.
"Shopia, mau ke mana?" tanya Ganesha saat melihat istrinya akan keluar dari kamar.
"Aku mau ke dapur dulu, Mas. Ingin minum yang segar-segar," ucap Shopia.
"Jangan lama!"
"Iya!" sahut Shopia seraya berlalu pergi. Entahlah, Shopia merasa bingung dengan sikap Ganesha. Dia hanya menjalani apa yang seharusnya seorang istri lakukan.
Setibanya di dapur, Shopia langsung mencari buah-buahan di lemari es. Dia ingin membuat jus strawberry. Setelah Jus yang diinginkannya jadi, dia pun akan kembali ke kamar.
"Non, besok Bibi diminta Nyonya untuk membantu di rumah besar," ucap Bi Sari saat berpapasan dengan Shopia.
"Mamah, mau bikin acara apa?" tanya Shopia.
"Besok kan ulang tahun Tuan Galen. Apa Non Shopia belum dikasih tahu?"
"Belum, Bi. Mungkin Mas Anez sudah dikasih tahu."
"Iya, mungkin Non. Kalau begitu, Bibi mau ke kamar dulu ya Non."
"Iya, Bi. Istirahat saja," ucap Shopia dengan melanjutkan langkahnya.
Setibanya di kamar, terlihat Ganesha sudah memejamkan matanya. Dia tidak mengeluh sakit tapi sikapnya sangat manja. Entah apa yang sedang Ganesha rasakan. Dia hanya ingin tidur-tiduran terus.
"Biarkan Mas Anez istirahat. Mungkin dia lelah. Lebih baik aku ke balkon menikmati angin malam," gumam Shopia.
Lama Shopia duduk sendiri di balkon. Dia asyik memainkan ponselnya seraya menikmati langit malam. Sampai akhirnya, terdengar suara Ganesha yang memanggil namanya.
"Shopia, kamu di mana?"
__ADS_1
"Aku di balkon, Mas!" teriak Shopia.
Ganesha menghampiri istrinya di balkon. Dia mengerutkan keningnya saat melihat Shopia sedang asyik dengan ponselnya. Tanpa bicara lagi, Laki-laki itu langsung merebut ponsel istrinya.
"Bagus ya! Suami sakit, kamu asyik-asyikan chatting dengan laki-laki lain. Apa seperti ini yang namanya istri yang baik?" sarkas Ganesha seraya memblokir nomor yang menghubungi Shopia lewat aplikasi hijau.
"Dia hanya tanya kabar aku, Mas."
"Apa katamu hanya tanya kabar tapi menawari kamu pekerjaan. Apa dia tidak tahu kalau kamu memiliki suami pemilik perusahaan?"
"Dia tidak tahu kalau aku sudah menikah.
Bagaimana caranya agar Mas Anez tidak curiga kalau aku sedang mencari pekerjaan di kota lain, batin Shopia.
"Begitu rupanya. Kamu selalu bilang pada laki-laki di luaran sana kalau kamu masih single? Padahal di rumah kamu sudah bersuami. Apa kamu merasa tidak cukup memiliki suami satu saja sehingga kamu mencari selingkuhan di luaran sana? Di mana hati nurani kamu, Shopia?"
"Aku tidak pernah mencari laki-laki lain. Aku hanya mencari pekerjaan." Shopia memejamkan matanya seraya menahan napas karena dia merasa sudah keceplosan berbicara.
Bagaimana aku bisa menjawab kalau dia terus saja berbicara.
"Aku ... Aku ... Aku hanya ingin bekerja sesuai dengan latar pendidikan aku."
Semoga saja dia percaya.
"Apa kamu tidak suka menjadi assisten pribadi aku? Padahal aku memberikan gaji yang lebih besar dari saat kamu menjadi staff biasa." Ganesha menghentikan bicaranya. Dia menelisik raut wajah Shopia dengan teliti. Dia ingin memastikan kebenaran dari ucapan istrinya.
Kamu sedang membohongi aku Shopia. Tapi baiklah, aku ingin tahu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya.
"Aku hanya tidak enak hati dengan omongan karyawan lain. Mereka terus saja menggunjing aku. Mas pikir, selama ini aku diam karena aku tidak peduli dengan ucapan mereka. Aku peduli Mas. Tapi aku tidak bisa mengeluh ataupun protes dengan apa yang mereka lakukan padaku. Lepaskan aku, Mas. Biarkan aku menjalani hidup seperti yang aku inginkan."
Mendengar apa yang Shopia katakan, Ganesha pun langsung tersulut. Dia sangat tidak suka saat mendengar Shopia meminta untuk berpisah. Tangannya langsung mencengkeram dagu wanita cantik itu.
__ADS_1
"Dengar Shopia, sekali lagi kamu meminta hal itu. Aku tidak akan sungkan untuk menghancurkan kehidupan kamu dan sahabat kamu itu. Aku sudah bersikap baik padamu, tapi tetap saja itu yang kamu minta. Jangan pernah bermimpi kamu bisa lepas dari aku," geram Ganesha dengan menghempaskan Shopia.
Dia langsung pergi ke dalam kamarnya. Kepalanya terasa mau pecah. Sedari pagi dia merasa tidak enak badan. Tapi dia tidak mau bilang pada Shopia. Apalagi pada Piero karena sudah pasti akan disuruh minum obat, sedangkan dia sangat tidak suka melihat obat-obatan. Apalagi jika harus meminumnya. Makanya Ganesha lebih memilih mengistirahatkan badannya dengan mengoleskan balsem ke badan dan kepalanya.
Ganesha pun kembali merebahkan badannya. Berharap rasa pusing di kepalanya akan menghilang. Sampai akhirnya, dia kembali terlelap tidur.
Sementara Shopia berjalan lunglai saat memasuki kamarnya. Dia melihat Ganesha sudah menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Dia ingin sekali memaki laki-laki itu karena terus saja mengikatnya dengan pernikahan tanpa hati.
Shopia hanya bisa menghela napas dalam sebelum akhirnya dia pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, tangan dan kakinya sebelum dia tidur. Setelah semuanya selesai, Shopia pun menghampiri Ganesha dan merebahkan badannya di samping laki-laki itu.
Apa benar dia sakit? Pantas saja dia bersikap manja. Aku semakin tidak mengerti dengan kamu, Mas. Kamu tidak ingin melepaskan aku tapi kamu juga tidak bisa menerima aku seutuhnya sebagai seorang istri. Apa aku memang tidak pantas mendapatkan cinta dari suamiku sendiri?
Baru saja Shopia akan memejamkan matanya, Ganesha berbalik ke arahnya dan memeluk dia erat. Shopia bisa merasakan badan Ganesha lebih hangat dari biasanya. Bukan hangat suhu badan seperti biasanya. Tapi hangat lebih ke panas karena demam.
"Mas, badanmu panas. Aku ambilkan obat dulu."
"Diamlah Shopia! Temani saja aku tidur! Ingat jangan pernah berpikir untuk pergi. Karena aku akan mencari kamu."
"I-iya Mas. Tapi minum obat dulu, biar baikan."
"Sudah aku bilang. Aku tidak mau minum obat. Lebih baik kamu pijat saja kepalaku. Gara-gara kamu, kepalaku rasanya mau pecah."
"Iya aku pijat." Shopia pun hanya menuruti apa yang Ganesha minta.
Sekesal apapun dia pada laki-laki itu tapi Shopia tidak bisa untuk membencinya ataupun mengabaikan permintaannya. Meskipun dia selalu ingin mengumpat kasar dengan apa yang Ganesha lakukan padanya.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite. ...
...Terima kasih....
__ADS_1
...***...