Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 92 Mengantar Nike Pulang


__ADS_3

Wajah tampan itu terlihat serius melihat ke layar ponselnya. Dia seolah-olah tidak tahu kalau Nike sedari tadi memperhatikannya. Dia terus saja berkirim pesan dengan Shopia yang menanyakan kabarnya, sampai akhirnya ada panggilan masuk ke ponselnya. Ganesha pun segera mengangkat panggilan Video dari istrinya.


"Halo, Sayang. Papa lagi di jalan mau pulang," ucap Ganesha saat sudah tersambung. Terlihat Shopia dengan putrinya sedang duduk di tempat tidur dengan banyak mainan di sana.


"Hati-hati ya, Mas! El nunggu Papa di rumah."


"El apa Mamanya? Mas ngantar Nike dulu, tadi dia ikut pulang." Ganesha memperlihatkan Nike yang sedang duduk di belakang sendiri. Karena dia memilih duduk di samping supir.


"Halo, Aunty!" sapa Shopia saat dia melihat wajah Nike di layar ponselnya.


"Hai El!" Nike melambaikan tangannya pada kamera. Namun, secepatnya Ganesha menjauhkan dari Nike karena melihat gadis itu akan mendekat ke arahnya.


"Sayang, jangan tidur dulu, ya! Tunggu Mas pulang!" Ganesha menatap lekat ke arah ponselnya. Rasanya dia ingin cepat-cepat sampai di rumah dan memeluk erat istrinya yang terlihat memakai baju tidur.


"Iya, Mas. Aku pasti nunggu Mas. Salam saja buat ibu ya!"


Terus saja mereka berbincang lewat video call, sampai tanpa terasa sudah sampai di epan rumah Shopia. Nike pun segera turun karena dia merasa kesal melihat kemesraan Ganesha dan Shopia yang terus saja berbincang lewat video call.


"Kak Anez, terima kasih ya!" ucap Nike saat Ganesha ikut turun untuk menyapa Bu Kia.


"Iya sama-sama. Sepertinya ibu sudah tidur. Kalau begitu, aku langsung pulang ya!"


"Iya, Kak. Hati-hati di jalan ya!"


Ganesha hanya menganggukkan kepala untuk menanggapi ucapan NIke, dia pun segera masuk kembali ke mobilnya. "Ayo, Pak jalan!"


Meskipun merasa heran karena Ganesha memilih duduk di sampingnya, tak urung supir itu menjalankan mobilnya. Namun, rasa penasarannya terus saja menggelitik sudut hati Pak Supir. Sampai akhirnya, dia memberanikan diri bertanya pada majikannya.

__ADS_1


"Mas Anez, tidak duduk di belakang?" tanya Supir Pribadi keluarganya.


"Nggak Pak. Oh Iya, nanti mobilnya langsung saja cuci ya! Aku tidak mau ada bekas wanita lain di mobilku," ucap Ganesha dengan cueknya.


"Iya, Mas!" sahut supir itu.


Astaga Mas Anez! Hanya karena ada cewek lain yang menumpang, langsung suruh dicuci. Padahal baru tadi tadi pagi mobil ini dicuci, batin supir itu.


Pak Supir pun tidak bertanya lagi. Dia asyik dengan pikirannya sendiri. Begitupun dengan Ganesha yang sedang berbalas pesan dengan istrinya. Sampai akhirnya, mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki halaman rumah Keluarga Oenelon.


"Pak, jangan lupa, cuci yang bersih. Saya tidak mau tahu, besok pagi saat mau berangkat ke kantor, semuanya harus sudah dicuci. Apalagi jok belakang, harus benar-benar bersih," pesan Ganesha sebelum dia turun dari mobil


"Baik, Mas!" sahut Pak Supir.


Kedua sudut Ganesha terangkat sempurna saat melihat wanita yang dicintainya sudah berdiri di depan pintu menyambut kedatangannya. Meskipun wanita itu tidak menggendong putri semata wayangnya. Karena El sudah terlelap tidur.


"Mau makan kamu dulu, bisa?" tanya Ganesha dengan merangkul pinggang istrinya.


"Mas Anez ada-ada saja." Pipi Shopia langsung bersemu merah mendengar godaan dari suaminya.


"Piero sudah punya anak. Apa tidak sebaiknya kita membuat adik buat El?" Ganesha melirik wajah cantik Istrinya seraya berjalan menaiki tangga rumah megah itu.


"Mas yang benar saja. El saja baru tujuh bulan, masa udah punya adik lagi."


"Biar di rumah kita rame. Shopia, kayaknya seru kalau di rumah banyak anak kecil."


"Nanti saja Mas kalau sudah dua tahun. Kalau sekarang kasihan dia kan masih menyusui. Aku khawatir perkembangannya terganggu kalau dia punya adik di masa menyusui."

__ADS_1


"Begitu ya, kalau kita bikin adonannya saja, tapi tidak usah punya anak mungkin tidak jadi masalah, kan?"


"Ada-ada saja Mas. Bilang aja pengen, iya kan?"


Ganesha tersenyum nakal mendengar pertanyaan dari istrinya. Dia pun bergegas membawa Sofia ke kamarnya. Tanpa menunggu waktu lama, Ganesha langsung menyerang Sofia, memojokkannya ke pintu dengan mengunci kedua tangan Sophia di atas kepalanya.


"Mas apa yang akan kamu lakukan?" tanya Shopia


"Mas kangen sama kamu," ucap Ganesha dengan menatap lekat wajah istrinya.


Dia mendekatkan wajahnya semakin dekat semakin jantung mereka berdetak tidak karuan. Hawa panas pun mulai terasa di sekitarnya. Hingga akhirnya, kedua bibir itu saking bertautan saling melepas hasrat yang membuncah di dada.


Keduanya semakin terhanyut dengan suasana yang mereka ciptakan. Ganesha pun segera membopong Shopia dan membawanya ke tempat tidur. Dengan tidak sabaran, laki-laki tampan itu langsung melepaskan baju Shopia asal. Dia tidak peduli dengan sobekan yang terdapat di beberapa bagian baju Sophia. Yang terpenting baginya dia secepatnya melepaskan hasratnya.


Keesokan harinya, terlihat kamar yang luasnya tidak jauh beda dengan lapangan basket itu sangat berantakan. Dengan baju yang berserakan di bawah tempat tidur. Satu satu persatu Shopia pun memungutnya dan menyimpan ke keranjang baju kotor.


Dia pun pergi untuk membersihkan dirinya. Sementara Ganesha masih terlelap dalam tidurnya. Sepertinya Ganesha terlalu lelah menjalaninya harinya yang panjang.


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like,. comment, rate, vote dan favorite....


...Terima kasih....


Sambil nunggu Shopia dan Ganesha update, yuk Kepoin yang teman Author yang kerena ini.


__ADS_1


__ADS_2