
Tenaga medis sudah berjejer rapi di roof top. Mereka sudah diberi kabar tentang kondisi Shopia yang akan melahirkan. Mereka begitu sigap memberikan pertolongan pertama, saat Shopia diturunkan dari helikopter.
Bagaimana tidak mereka sangat sigap, saat yang memberikan perintah cucu pemilik rumah sakit yang terkenal playboy dan arogan itu. Mereka tidak ingin membuat kesalahan sekecil pun di depan Elgar karena laki-laki itu terkadang tidak berbelas kasihan pada orang yang lalai pada tugasnya merawat pasien.
Meskipun Elgar tidak terlibat langsung dengan rumah sakit itu, tetapi semua dokter dan pekerja di sana, tidak ada yang berani membantahnya. Kecuali saat ada direktur rumah sakit di sana.
"Cepat bawa ke ruang bersalin, posisi janinnya sudah di bawah!" suruh dokter yang memeriksa keadaan Shopia.
"Dokter, tolong selamatkan istri dan anakku!" pinta Ganesha dengan bercucuran keringat dingin. Laki-laki itu ikut merasakan sakit saat Shopia meringis menahan sakitnya saat kontraksi.
"Dokter, bekerjalah semaksimal mungkin untuk menolong putriku," ucap Tuan Jody.
"Baik, Tuan. Percayalah pada kami! Kami akan melakukan usaha sebaik-baiknya untuk menolong Nyonya Shopia," ucap Dokter seraya mengikuti brangkar yang membawa ibu hamil itu.
Saat tiba di ruang bersalin, Ganesha ikut masuk untuk menemani Shopia berjuang melahirkan putri pertama mereka. Wanita cantik hanya meneteskan air mata, setiap kali kontraksi itu terjadi.
"Sudah pembukaan lima. Sepertinya bayinya ingin cepat-cepat bersama mama papanya," ucap dokter setelah memeriksa kondisi Shopia.
"Dokter, apa bayiku baik-baik saja?" tanya Shopia cemas.
"Kondisinya stabil. Dia anak yang kuat, Nyonya juga harus menenangkan pikiran agar persalinannya berjalan dengan lancar. Tuan juga, tolong dibantu dengan do'a untuk kelancaran persalinan istri Anda."
"Iya, Dok!" sahut Ganesha.
__ADS_1
"Saat kontraksinya sudah semakin sering, secepatnya hubungi saya!" suruh Dokter sebelum dia pergi dari ruangan Shopia.
"Baik, Dok!" sahut Ganesha.
Dokter itu pun pergi ke ruangan sebelah untuk memeriksa kondisi pasien yang lain. Sementara perawat sedang menyiapkan segala sesuatunya untuk proses persalinan Shopia.
Hanya menunggu waktu kurang lebih tiga puluh menit, Shopia semakin sering mengalami kontraksi. Membuat Ganesha ikut meringis melihat istrinya yang meringis kesakitan. Sampai-sampai lelaki tampan itu ikut meneteskan air matanya.
"Mas, elus pinggang aku. Panas sekali," pinta Shopia.
"Shopia, bertahanlah demi Mas dan anak kita."
"Maafkan aku, Mas. Kalau aku sudah banyak salah sama Mas Anez. Mas, aku ingin bicara dengan papa dan Ibu," ucap Shopia.
"Sebentar Mas panggilkan!" Ganesha langsung pergi ke luar untuk memanggil mertuanya. Tidak berselang lama Tuan Jody dan Bu Kia datang menghampiri Shopia yang sedang menahan sakitnya
"Papa maafkan kamu, tapi Papa minta, beri Papa kesempatan untuk menebus masa kecil kamu yang jauh dari Papa. Bertahanlah, Nak! Do'a Papa selalu bersama kami," ucap Tuan Jody dengan meneteskan air matanya.
Tidak bisa dia pungkiri, ketakutan akan kehilangan putrinya kembali terus menggerogoti pikirannya. Meskipun dia terus menepisnya, tetapi ketakutan enggan pergi darinya.
"Shopia, Ibu yakin kamu wanita yang kuat. Berkali-kali wanita jahat itu ingin mencelakai kamu, kamu selalu selamat. Karena keberuntungan selalu berpihak padamu. Tenangkan pikiranmu, yakinkan semuanya akan baik-baik saja," timpal Bu Kia.
"Terima kasih, Ibu. Atas semua kebaikan Ibu padaku," ucap Shopia sendu.
__ADS_1
"Permisi, Tuan, Nyonya. Saya akan memeriksa pasien dulu. Silakan Tuan dan Nyonya tunggu di luar," ucap Dokter yang akan membantu persalinan Shopia.
"Baik, Dok! Shopia, Papa menyayangi kamu." Tuan Jody mencium kening putrinya sebelum dia kembali ke ruangan bersalin.
Begitupun dengan Bu Kia yang mencium pipi dan kening Shopia. Meskipun dia bukan wanita yang telah melahirkan Shopia, tetapi dia menyayangi keponakan almarhum suaminya itu. Apalagi, dia yang merawat Shopia saat masih kecil hingga remaja.
Selepas kepergian Tuan Jody dan Bu Kia, Dokter pun kembali memeriksa jalan lahir yang ternyata sudah masuk pada pembukaan sembilan. Dokter pun memberi pengarahan cara mengambil napas dan melepaskannya saat dia mengejan nanti.
"Nyonya, apa sudah terasa ingin pup?" tanya Dokter.
"Iya, Dok."
"Sekarang mulai tarik napas dalam-dalam, lalu lepaskan seraya mendorong bayinya," suruh Dokter.
Shopia pun mengikuti arahan Dokter yang membantu proses persalinannya. Dia mengambil napas sebanyak-banyaknya dan langsung melepaskannya sekaligus. Seperti yang terkena sihir, Ganesha pun ikut melakukan apa yang Shopia lakukan.
Dorongan pertama masih belum berhasil, sehingga Shopia mencoba untuk yang kedua kalinya. Barulah bayi mungil itu terlahir ke dunia. Dengan wajah yang sudah terlihat pucat, Shopia tersenyum mendengar bayinya menangis kencang.
Begitupun dengan Ganesha yang terus mengucapkan syukur atas kelahiran anak pertamanya. Dia menciumi wajah Shopia berkali-kali, tidak peduli dengan perawat dan Dokter yang terus melirik ke arahnya.
"Terima kasih, Dok!"
...~Bersambung~...
__ADS_1
...Jangan lupa dukungannya ya Kak! Klik like, comment, rate, gift dan favorite....
...Terima kasih....