Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 81 Terjebak


__ADS_3

Belum juga Nyonya Lucy mendapatkan jawaban dari keterkejutannya, dia sudah dikagetkan lagi oleh suara orang yang berteriak di depan vila. Karena rasa penasarannya, akhirnya Nyonya Lucy dan Eliza memutuskan untuk melihat siapa yang telah berteriak memintanya untuk keluar.


"Nyonya keluarlah! Tidak usah bersembunyi, kemana pun Anda pergi kami pasti akan menemukanmu," teriak Komandan Arjuna


Dia sangat terkejut dengan apa yang didengarnya. Nyonya Lucy mengajak Eliza untuk segera bersembunyi ke ruang bawah tanah. Baru saja, dia akan melangkahkan kakinya, pasukan yang datang dari arah belakang vila itu langsung menghadangnya.


"Nyonya patuh-lah agar nyawamu selamat," ucap salah seorang yang berseragam khusus.


"Siapa kalian? Ada urusan apa kalian denganku?" tanya Nyonya Lucy ketar-ketir. Vila yang dia kira aman untuk bersembunyi, ternyata membuat dia jadi terkepung.


"Kami hanya pengawal yang disuruh untuk mengamankan Nyonya."


"Apa kalian suruhan ayahku?"


"Iya, bisa dikatakan seperti itu."


"Lalu di mana ayahku sekarang?"


"Tuan Jean sedang dalam perjalanan untuk bertemu dengan Tuan Andrea," jawab pengawal itu.


"Apa? Jadi kalian suruhan Keluarga Wiratama?' tanya Nyonya Lucy kaget.


Tidak boleh ikut dengan mereka. Aku tahu pasti ini jebakan untuk membawaku ke polisi. Karena yang aku tahu, Tuan Andrea selalu menolak untuk bergabung dengan sekutu kami. Tapi apa yang harus aku lakukan untuk mengecoh mereka? batin Lucy.


"Boleh kami berganti pakaian dulu? Rasanya kurang sopan memakai baju seperti ini," tanya Nyonya Lucy.


"Silakan Nyonya!"

__ADS_1


Nyonya Lucy segera menarik Eliza untuk masuk ke kamarnya. Mereka tidak berganti pakaian, melainkan menuju ke sebuah jalan rahasia yang menghubungkan kamar itu dengan dermaga yang ada di bawah Villa.


"Eliza, ayo cepat pergi! Tidak usah menunggu opa. Mungkin opa sudah tertangkap oleh pengawal keluarga Wiratama. Tapi apa hubungannya antara keluarga itu dengan keluarga Vuttion?" Nyonya Lucy berbicara sendiri tanpa ada yang menjawab pertanyaannya.


"Mama, kita pergi ke mana?" tanya Eliza terlihat cemas.


"Mama tidak tahu, yang penting kita bisa keluar dari sini dulu."


Tidak bisa dipungkiri, Nyonya Lusi begitu mahir menjalankan motor boat. Dia bahkan menerobos pengawal yang menjaga area pantai, sampai akhirnya terjadi aksi kejar-kejaran.


Namun, kemahirannya tidak diiringi dengan keberuntungan, sehingga dia harus merasakan timah panas bersarang di perutnya saat salah satu pasukan khusus melepaskan ke arahnya dari jarak jauh. Seketika Nyonya Lucy melepaskan kemudinya saat rasa sakit yang mendera di perutnya.


"Eliza, kamu kendalikan motor boat-nya, Mama tidak kuat," ucap Nyonya Lucy.


"Mamah bertahanlah! Aku akan membawamu ke rumah sakit," kata Eliza.


"Lexi, kenapa kamu menembaknya. Tuan Andrea tidak mengijinkan kita menembak sembarangan," tegur rekan kerja Lexi, pasukan khusus yang menembak perut Nyonya Lucy.


"Aku hanya mengikuti perintah Tuan Elgar, untuk menembak target jika dia tidak patuh pada kita." Lexi menjawab dengan entengnya.


"Tapi kita harus membawanya hidup-hidup. Bagaimana kalau dia mati?" tanya rekan kerja Lexi.


"Aku tidak menembak jantungnya. Paling juga ginjal dia yang bocor kalau dilihat dari lukanya. Sudah cepat! Kita berikan saja target kita kepada Komandan Arjuna. Pasti dia masih menunggu di depan Vila," ucap Lexi.


Benar saja dugaan mereka, Komandan Arjuna dana ank buahnya sedang menggeledah vila itu mencari barang bukti yang akan memberatkan Lucy. Saat mereka melihat motor boat merapat ke dermaga, Komandan Arjuna pun segera menyambut kedatangan mereka.


"Komandan, aku serahkan target kita. Dia terkena luka tembak. Sebaiknya segera di bawa ke rumah sakit. Apa putrinya juga terlibat?" tanya Lexi.

__ADS_1


"Tidak! Target kita hanya Nyonya Lucy. Papa senang hasil kerjamu, Nak." Komandan Arjuna tersenyum bangga karena Pasukan khusus asuhan sahabatnya selalu bisa diandalkan dalam membantunya menangkap penjahat.


Setelah cukup berbasa-basi, Lexi dan pasukan khusus lainnya langsung pergi dengan kapal yang mereka tumpangi tadi. Sementara Komandan Arjuna membawa Nyonya Lucy ke rumah sakit Bhayangkara. Dia pun segera menghubungi Tuan Jody dan memberitahu tentang keadaan Nyonya Lucy.


Benar saja dugaan Lexi, ginjal wanita cantik itu mengalami kebocoran akibat timah panas yang bersarang di sana, sehingga harus menjalani tindakan operasi untuk mengambil timah panas itu dan pengangkatan satu ginjal milik wanita cantik itu.


Sementara di ruang perawatan VVIP, Shopia terlihat sedang duduk menyender ditemani oleh Ganesha. Wanita cantik itu baru saja siuman setelah beberapa waktu lalu tidak sadarkan diri.


"Mas, bagaimana keadaan putri kita?" tanya Shopia."


"Dia baik, tapi masih berada di inkubator karena dia lahir prematur," jelas Ganesha.


"Mas antarkan aku untuk melihatnya!" pinta Shopia.


"Boleh saja, tapi nanti setelah keadaan kamu jauh lebih baik.


"Mas, tapi aku ingin melihat."


"Sabar ya! Nanti Mas minta perawat untuk membawanya ke sini,"


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, gift dan favorite....


...Terima kasih....


Sambil nunggu kelanjutan cerita Shopia-Anez, yuk kepoin juga cerita keren satu ini

__ADS_1



__ADS_2