Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 23 Bukan Shopia Yang Dulu


__ADS_3

Dengan penuh percaya diri, Dora berjalan menuju ke ruangan Ganesha. Dia langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Tidak seperti yang diharapkannya, Dora harus menyaksikan pertautan bibir Ganesha dan Shopia yang begitu bergairah. Dia langsung berdehem kencang agar dua sejoli itu sadar dengan kehadirannya.


Ehm ... Ehm ....


Seketika Ganesha melepaskan pagutannya saat mendengar suara orang lain di ruangannya. Shopia pun segera merapikan bajunya yang sudah berantakan akibat ulah suaminya. Mereka sangat terkejut saat melihat Dora sudah berdiri tidak jauh dari sofa yang mereka tempati.


"Kak Anez memang pintar. Selalu bisa menggunakan kesempatan yang ada. Aku tidak marah melihat Kak Anez menikmati tubuh jallang itu. Karena aku yakin, hati Kakak masih untuk aku." Dora mendudukkan bokongnya di sofa tunggal.


"Ada apa ke sini?" tanya Anez datar.


"Aku butuh pekerjaan. Apa aku bisa bekerja kembali di sini?"


"Tidak ada posisi yang kosong," ucap Anez.


"Ayolah, Kak. Jadi sekretaris Kakak juga boleh," bujuk Dora.


"Kenapa baru kembali? Apa uangmu habis?"


"Maksud Kakak apa? Aku tidak mengerti."


"Tidak apa. Nanti biar Piero yang mengatur posisi kamu."


"Baiklah, Kak. Kakak memang selalu jadi yang terbaik," ucap Dora dengan tersenyum manis.


Seperti yang diperkirakan oleh Dora, Ganesha memberikan pekerjaan pada gadis itu. Namun, sekarang dia bekerja sebagai staff administrasi. Tidak lagi memegang jabatan manager seperti sebelumnya. Sementara Shopia masih bertahan pada posisinya sebagai asisten pribadi Ganesha.


Mereka pun bekerja seperti hari-hari sebelum kedatangan Dora. Hanya saja, Ganesha jadi lebih banyak diam. Sampai saat jam makan siang tiba, barulah dia bicara pada istrinya.


"Shopia, bereskan berkasnya! Ayo kita ke rumah sakit. Mama sudah menunggu," ajak Ganesha.


"Iya, Mas. Sebentar!" sahut Shopia dengan membereskan berkas-berkas di mejanya.


Saat semuanya sudah terlihat rapi, dia pun langsung bangun dari duduknya. Shopia menghampiri Ganesha yang sedang berdiri menunggunya. "Ayo, Mas!" ajaknya.


Keduanya berjalan beriringan. Namun, tidak seperti saat tadi pagi. Ganesha memilih berjalan lebih dulu dari istrinya, sehingga Shopia setengah berlari untuk mengimbangi jalan suaminya.


"Tuan Anez, berangkat ke rumah sakit sekarang?" tanya Piero saat mereka bertemu di depan lift.


"Iya, kamu handle meeting dengan karyawan. Mama pasti mengoceh kalau sampai aku tidak datang," jawab Ganesha.

__ADS_1


"Siap! Semoga test kesuburannya berjalan lancar dan kalian segera memiliki momongan," ucap Piero.


"Aamiin," ucap Shopia.


"Aku pergi dulu," ucap Ganesha saat terlihat pintu liftnya terbuka.


Ganesha pun langsung masuk dalam lift dengan Shopia yang terus mengekornya. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang menguping pembicaraannya.


...***...


Setibanya di rumah sakit, Ganesha dan Shopia pun langsung menuju ke ruangan dokter kandungan. Setelah menjalani serangkaian test, dokter menyimpulkan kalau Ganesha dalam keadaan subur. Namun, ada sedikit masalah pada rahim Shopia.


"Tuan Ganesha dalam keadaan subur, hanya ada infeksi pada rahim Nyonya Shopia. Tapi pasti sembuh setelah diobati dengan tepat. Nanti saya kasih resep untuk mengobati infeksinya. Setelah empat bulan dari sekarang, jika tidak kunjung hamil. Kembali lagi ke sini untuk pemeriksaan ulang," ucap Dokter Louise.


"Baik, Dok! Terima kasih," ucap Shopia.


Setelah cukup mendengarkan penjelasan dokter, Ganesha dan Shopia berpamitan. Mereka tidak kembali ke perusahaan tapi memilih untuk pergi ke supermarket karena ada barang yang ingin Shopia beli. Tidak biasanya laki-laki itu dengan sabar mengikuti istrinya.


"Shopia untuk apa kamu membeli barang sebanyak ini?" tanya Ganesha.


"Minggu depan kan aku ulang tahun. Mumpung kita keluar, sekalian beli bahan untuk barbeque. Aku ingin mengundang teman-teman untuk makan bersama di rumah. Apa boleh, Mas?"


"Hehehe ... Hanya Zara dan calon suaminya," jawab Shopia cengengesan.


"Kita undang juga Jimmy dan Piero. Biar ramai," ucap Ganesha.


"Boleh ya?"


"Boleh, asal nanti malam kamu di atas," bisik Ganesha tepat di telinga Shopia.


Wajah Shopia langsung bersemu merah mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya. Bisa-bisanya Ganesha bicara seperti itu saat mereka sedang berada di supermarket. Namun, laki-laki itu seperti tanpa dosa, dia hanya tersenyum tipis melihat wajah Shopia yang bersemu merah.


"Mas, jangan bahas itu di sini. Gimana kalau ada yang dengar?"


"Tidak apa. Biar mereka iri sama kamu karena memiliki suami seperti aku," jawab Ganesha dengan penuh percaya diri.


Memang banyak orang yang iri padaku dan bilang aku tidak pantas menjadi istrimu. Meskipun mereka hanya bilang di belakangku, batin Shopia.


Setelah mereka membayar semua belanjaannya. Shopia mengajak suaminya untuk mengisi perut terlebih dahulu. Mumpung Ganesha sedang baik, Shopia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

__ADS_1


"Shopia, kenapa kita makan di sini? Memangnya tidak ada makanan yang lebih sehat dari ini?" tanya Ganesha saat mereka masuk ke dalam restoran cepat saji.


"Aku sedang ingin makan fried chicken sama french freis dan sebotol cola. Mas mau makan apa?"


"Samakan saja." sahut Ganesha.


Shopia pun memesan makanan yang mereka inginkan. Sementara Ganesha memilih untuk menunggu di kursi. Laki-laki tampan itu terlihat cuek dengan tatapan memuja dari para gadis yang sedang menikmati makan siangnya. Dia memilih untuk mengecek pergerakan saham perusahaannya daripada memperdulikan mereka yang terus menerus mencuri pandang padanya.


"Ini Mas, pesanannya." Shopia menyimpan nampan di meja.


Lalu dia pun pergi mengambil saos sambal dan mencuci tangannya. Saat dia kembali, Shopia terkejut melihat Piero dan Dora sudah ada di sana bersama dengan Ganesha. Padahal dia pergi belum ada lima belas menit, tetapi kedua orang itu sudah duduk manis di sana.


"Shopia, cepat duduk! Kenapa bengong di situ?" ajak Piero yang menyadari keterkejutan istri temannya.


"Mas Piero kapan datang?" tanya Shopia kikuk.


"Baru saja. Tadi Anez bilang sedang di mall. Jadi aku menyusul ke sini karena lagi jenuh dengan pekerjaan. Dora juga maksa ingin ikut," beber Piero.


"Kenapa? Kamu keberatan aku ikut makan di sini? Mas Anez saja tidak keberatan. Benar, kan Mas?" tanya Dora dengan memegang tangan Ganesha.


"Hm ...." Ganesha hanya berdehem untuk mengiyakan ucapan Dora.


Dora tersenyum miring dengan melihat ke arah Shopia. Namun, Shopia sekarang bukanlah Shopia yang dulu selalu mengalah pada Dora. Wanita itu langsung berjalan mendekat ke arah Ganesha.


"Mas Anez, mau makan sendiri apa aku suapi?" tanya Shopia.


"Makan sendiri saja," ucap Ganesha dengan mulai memakan kentang gorengnya.


"Oh, ya sudah. Mas Piero mau nyicip kentang gorengnya tidak?" tawar Shopia dengan mengarahkan satu stik kentang goreng ke arah mulut Piero.


"Boleh," ucap Piero.


Baru saja Piero membuka mulutnya, Ganesha langsung mengambil tangan Shopia dan memakan kentang goreng yang ada di tangan wanita itu. Tentu saja hal itu membuat Dora semakin kesal. Dia tidak menyangka Ganesha akan bersikap seperti itu pada Shopia. Padahal setahu dia, Ganesha tidak menyukai mantan sahabatnya itu.


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, gift, vote dan favorite....


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2