Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 21 Perintah Mertua


__ADS_3

Selesai perawatan, Shopia dan Zara memutuskan untuk langsung pulang. Karena orang tua Zara menyuruh gadis itu untuk pulang ke rumahnya. Mau tidak mau Shopia pun pulang ke rumahnya. Namun, dia ada sangat terkejut karena ternyata ada mertuanya sedang berbincang dengan Ganesha di rumah.


"Shopia, dari mana jam segini baru pulang? Mama tadi mencoba menghubungi kamu tapi tidak diangkat juga." tanya Prada dengan nada kesal.


"Maaf, Mah. Tadi aku dari salon, ponselnya aku silent," sesal Shopia. Dia mencium punggung tangan mertuanya bergantian dengan Ganesha sebelum mendudukkan bokongnya di sofa.


Prada mendengus pelan, dia masih kesal karena harus menunggu menantunya lama. Padahal, dia mau mengajak Shopia ke dokter kandungan untuk memeriksakan menantunya. Sudah satu tahun lebih pernikahan anaknya tapi kenapa mereka belum ada tanda-tanda kehamilan juga.


"Mas Anez kapan datang? Katanya Minggu depan baru pulang?" tanya Shopia kemudian.


"Sengaja aku majukan. Dengan siapa kamu ke salon?" tanya Ganesha dengan tatapan matanya tidak lepas dari Shopia.


"Aku bersama dengan Zara."


"Shopia, besok ikut dengan Mama ke dokter. Keluarga Oenelon butuh seorang penerus. Tapi kalian belum juga memberikan kami cucu. Kita harus cari tahu apa penyebabnya. Apa selama ini kamu meminum pil penunda kehamilan?" tanya Prada dengan menatap lekat menantunya.


"I-iya Mah. Aku hanya ingin fokus berkarir dulu," jawab Shopia gagap.


"Pantas saja. Mulai sekarang, tidak usah kamu meminumnya lagi. Mama tidak mau tahu, kalian harus program kehamilan dari sekarang. Kamu juga Anez. Awas saja kalau menyuruh Shopia untuk menunda kehamilannya lagi. Apa kalian ingin dikira orang-orang tidak bisa memiliki anak?"


"Mama tenang saja. Kita masih muda, masih kuat membuat anak terus menerus," ucap Ganesha.


"Kamu tuh Anez yang dipikirkannya hanya membuat tapi tidak mau mengurus anak. Pokoknya Mama tidak mau tahu, kalian harus ikut program kehamilan."


"A-aku ikut Mas Anez saja, Mah." Shopia menautkan jari jemarinya. Karena dia pun bingung dengan permintaan mertuanya. Di satu sisi, Shopia juga menginginkan kehadiran anak di tengah-tengah pernikahannya dengan Ganesha. Tapi di sisi lain juga, dia takut Ganesha menolak kehadiran anaknya. Apalagi, sekarang Dora sudah kembali. Bisa saja Ganesha kembali pada gadis yang dicintainya dan melupakan dia.


"Baiklah! Aku akan mengikuti keinginan Mama. Besok kita dokter setelah jam makan siang. Mama jadwalkan saja dengan dokternya," ucap Ganesha dengan menatap lekat istrinya.


"Nah, begitu. Kalau kalian setuju untuk program kehamilan, Mama jadi senang. Ya sudah, Mama mau pulang. Ingat besok Mama tunggu di rumah sakit. Awas saja kalau kalian tidak datang, Mama jewer kuping kamu sampai lecet," ancam Prada.


"Iya, Mah. Kami pasti datang," ucap Shopia dengan tersenyum manis pada mertuanya.


Wajah Shopia berubah senang, apa dia menginginkan seorang anak dariku? Baiklah, kalau kamu menginginkannya, aku akan terus membuatkannya untukmu, batin Ganesha

__ADS_1


Pikiran Ganesha langsung melayang memikirkan malam panasnya dengan Shopia. Mengingat semua itu membuat sesuatu yang di bawah sana terasa sesak. Apalagi sudah satu Minggu dia tidak mendapatkan jatahnya.


"Anez, kamu kenapa melamun? Mama pulang dulu, jangan lupa besok ke rumah sakit," tanya Prada yang melihat putranya bengong seraya melihat ke arah Shopia.


"Tidak apa, Mah!" kelit Ganesha.


"Pengen Mama cepat pulang, kan? Kamu tuh, gak beda jauh dari Papa kamu. Gak bisa jauh dari istri. Sampai-sampai mempersingkat perjalanan bisnis. Harusnya dua minggu dipercepat satu Minggu."


Mas Anez memang seperti itu. Sebelum berangkat bilangnya mau satu bulan. Baru satu Minggu saja sudah pulang. Tapi dia tidak pernah mau mengajak aku untuk ikut perjalanan bisnis. Malah menyuruh aku menjaga perusahaannya, batin Shopia.


Selepas kepergian Prada, Ganesha langsung membopong istrinya. Dia sudah tidak bisa menahannya lagi ingin menuntaskan hasrat yang dia tahan selama ini. Apalagi, saat mencium wangi tubuh Shopia, membuat dia semakin tidak ingin menundanya lagi.


"Mas, apa Mas Anez tidak lelah?" tanya Shopia saat mereka sudah berada di atas tempat tidur.


"Kalau untuk memuaskan kamu, aku tidak pernah lelah."


Apa katanya memuaskan aku? Apa tidak kebalik, Mas?


Ingin rasanya Shopia mengatakan kata-kata seperti itu. Tapi sudah pasti akan merusak suasana hati Ganesha. Dia hanya membiarkan suaminya berbuat sesuka hati pada tubuhnya.


"Ah ... Shopiaaaa ...." Lenguhan panjang Ganesha untuk kedua kalinya, membuat laki-laki itu ambruk di atas tubuh istrinya. Dia tersenyum puas lalu mencium kening Shopia lama.


Meskipun Ganesha tidak mengatakan apapun, tapi sikapnya itu membuat hati Shopia jadi berbunga-bunga. Dia pun mengeratkan pelukannya pada laki-laki yang selalu membuat dia terhanyut dalam pesonanya.


Setelah Ganesha melepaskan diri dari tubuh istrinya, laki-laki itu pun membersihkan diri dulu sebelum dia tidur. Tidak jauh beda dengan Shopia yang memilih membersihkan diri sebelum mereka sama-sama mengarungi dunia mimpi. Namun, saat Ganesha sedang berada di dalam kamar mandi, terlihat ponsel laki-laki itu menyala karena ada panggilan telepon dari seseorang.


"Dora ...," lirih Shopia saat melihat nama 'My Sweety Dora' tertera di layar ponsel. Dia langsung menekan tombol merah untuk menolak panggilan itu. Di saat yang bersamaan, Ganesha keluar dari kamar mandi.


"Siapa yang menghubungi aku?" tanyanya.


Degh!


Jantung Shopia langsung berpacu lebih cepat dari biasanya. Dia takut Ganesha marah karena sudah menolak panggilan telepon dari Dora. Shopia pun langsung bergegas menuju ke kamar mandi

__ADS_1


"Oh anu itu. Aku tidak tahu. Mungkin salah sambung," kelit Shopia.


Alis Ganesha saling bertautan. Dia merasa heran dengan sikap Shopia. Ganesha pun langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang tadi menghubunginya. Bertepatan dengan Dora yang kembali menghubunginya. Dia pun segera menerima panggilan telepon dari gadis yang pernah memenuhi hatinya.


"Hallo!" sapa Ganesha saat sudah tersambung.


"Hallo Kak Anez! Masih ingat aku?"


"Hm ... Ada apa menghubungi aku?"


"Apa Kakak tidak merindukan aku? Padahal aku sangat merindukan Kakak."


"Apa kamu sudah pulang?"


"Iya, aku pulang karena ingin bertemu dengan Kakak. Bisa ke apartemen aku sekarang. Aku kangen."


Ganesha menghela napas dalam sebelum dia menjawab telepon dari gadis itu. Hatinya gamang antara mengiyakan atau menolaknya. Dia memang masih mencintai Dora. Tapi dia juga tidak bisa jika harus kehilangan Shopia.


"Maaf, Dora. Aku baru pulang dari perjalananan bisnis. Badanku lelah sekali. Aku ingin istirahat."


"Oh, ya sudah besok aku ke kantor ya! Kita makan siang bersama."


"Baiklah!"


"See you Kak Anez. Miss you ...."


Dora langsung menutup panggilan teleponnya. Meninggalkan Ganesha dalam kebimbangan. Laki-laki itu pun melihat ke arah kamar mandi, yang ternyata sudah ada Shopia berdiri di depan pintu.


"Kamu mendengarkannya?" tanya Ganesha


"Sedikit. Aku baru keluar, kho."


"Apa kamu sudah tahu, kalau Dora sudah kembali?

__ADS_1


"Sudah. Tadi aku bertemu di mall."


...~Bersambung~...


__ADS_2