
Suasana tegang menyelimuti kamar yang selalu memberikan kehangatan bagi Ganesha. Laki-laki itu menunggu kedatangan istrinya dengan jantung yang berirama dengan tidak beraturan. Antara siap dan tidak, dia harus memberikan penjelasan pada Shopia.
Tidak jauh dengan Ganesha, Shopia pun merasakan perasaan yang sama dengan suaminya. Meskipun dia terus berusaha menguatkan hatinya. Tetap saja hati kecilnya merasa tidak rela jika benar Ganesha memiliki hubungan kembali dengan mantan kekasihnya itu.
Kriet!
Terdengar pintu kamar ada yang membuka dari luar. Ganesha langsung melihat ke arah pintu. Terlihat Shopia baru masuk dengan nampan di tangannya. Sepertinya Shopia sudah menyiapkan dua cangkir kopi untuk menemani mereka berbincang.
"Diminum, Mas kopinya!" suruh Shopia.
"Terima kasih," ucap Ganesha dengan menatap lekat Shopia. Entah kenapa melihat wajah sendu istrinya, membuat hatinya terasa perih.
Shopia hanya tersenyum seraya mendudukkan bokongnya ke sofa. Untuk beberapa saat keduanya terdiam. Tidak ada yang memulai pembicaraan. Sampai akhirnya Shopia membuka suaranya dengan memperlihatkan sebuah foto pada Ganesha.
"Mas, aku hanya ingin tahu foto ini kapan dibuatnya?"
"Mungkin tadi siang. Shopia, aku tidak akan membela diri karena memang aku yang ada dalam foto itu. Tapi sungguh, aku pun tidak tahu dengan apa yang terjadi," jelas Ganesha. Dia mulai mulai menjelasakan semuanya mulai dari Dora sakit sampai dengan ide dari papanya.
Shopia hanya diam mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut suaminya. Dia tidak menyangka kalau Ganesha mau menjelaskannya dengan detail. Meskipun hatinya masih ragu, tetapi dia berusaha untuk percaya dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.
"Lalu apa yang akan Mas lakukan?" tanya Shopia dengan menatap lekat Ganesha.
"Aku akan mengikuti apa yang papa katakan. Shopia, beri aku kesempatan untuk membuktikan kalau aku memang tidak melakukan hal yang tidak terpuji."
"Baiklah, Mas. Aku akan memberi kesempatan sampai peneylidikan itu selesai. Tapi, jika nanti memang benar Mas melakukan hal itu, aku minta tolong lepaskan aku!" mohon Shopia.
"Tidak Shopia! Aku tidak akan pernah melepaskan kamu," ucap Ganesha dengan menggelengkan kepalanya.
"Bukankah Dora, gadis yang Mas cintai? Aku hanya ... Aku hanya ...." Shopia tidak melanjutkan ucapannya saat Ganesha langsung memeluk tubuhnya.
"Kamu istriku. Untuk hari ini dan esok, kamu tetap istriku." Ganesha mengeratkan pelukannya pada wanita yang sudah diam-diam memenuhi hatinya. Entah sejak kapan, hatinya dipenuhi oleh wanita yang sudah dia jadikan sebagai pemuas hasratnya. "Shopia, percaya padaku!" lanjutnya.
__ADS_1
Saat keduanya sudah merasa puas saling menyalurkan rasa yang tersimpan di hati. Ganesha dan Shopia pun memutuskan untuk pergi tidur. Hanya tidur, tanpa olah raga malam yang biasa mereka lakukan. Keduanya pun terlelap seraya saling berpelukan hingga pagi menjelang.
...***...
Keesokan harinya, mereka bekerja bersama seperti biasanya. Ganesha dan Shopia kembali larut dalam pekerjaannya. Mereka bersikap seolah-olah tidak terjadi apapun. Sampai akhirnya Dora datang menerobos masuk ke dalam ruangan Ganesha, barulah terjadi sedikit kegaduhan di sana.
"Mas, aku minta kita menikah secepatnya. Aku tidak mau jika nanti hamil dan orang-orang mengolokku karena aku hamil di luar nikah," pinta Dora.
"Iya, Dora. Bukankah kita harus mempersiapkan dulu pestanya? Kamu kan selalu ingin pesta yang meriah untuk pernikahan kita," ucap Ganesha mencoba menenangkan.
"Aku tidak butuh pesta. Aku hanya ingin kita secepatnya menikah," desak Dora.
"Iya, aku akan bilang pada orang tuaku dulu. Aku tidak mungkin menikah denganmu tanpa restu dari mereka," kilah Ganesha.
"Baiklah! Aku beri waktu satu minggu agar Kak Anez segera mempersiapkan segalanya."
"Iya akan aku siapkan," ucap Ganesha pasrah
Selepas kepergian Dora, Ganesha pun segera memanggil Piero. Dia merencanakan perjalanan dinas ke Eropa untuk melebarkan sayap perusahaannya. Daripada dia terus dipusingkan oleh masalah Dora, lebih baik bekerja untuk mengembangkan perusahaannya.
"Piero, kamu urus dulu perusahaan yang di sini. aku mau melihat peluang di Eropa untuk mengembangkan perusahaan," ucap Ganesha saat sudah berhadapan dengan sahabatnya.
"Bukan untuk melarikan diri, kan?" tebak Piero.
"Itu alasan sebenarnya. Aku pusing terus di desak oleh Dora, sementara papa menyuruhku untuk mengulur waktu. Lebih baik aku pergi dulu sampai detektif itu mendapatkan bukti barulah aku akan kembali," terang Ganesha.
"Baiklah kalau begitu. Aku akan menjaga perusahaan kamu. Apa Shopia juga akan ikut?" tanya Piero.
"Aku belum memikirkannya."
"Pergilah bersama dengan Shopia! Perbaiki hubungan kamu dengan dia kalau kamu ingin mempertahankannya. Kalau dia di sini, pasti Dora akan mengusiknya," saran Piero.
__ADS_1
"Baiklah!" sahut Ganesha.
Piero pun segera mengatur tiket dan hotel tempat menginap untuk Ganesha dan Shopia. Dia bekerja diam-diam agar kepergian Ganesha dan Shopia tidak diketahui oleh Dora. Begitupun dengan Ganesha yang tidak memberitahu pada Sophia saat mereka sedang berada di kantor. Dia baru memberitahu Shopia saat mereka sudah pulang ke rumah.
"Shopia, bereskan bajumu! Besok pagi kita akan ke Eropa. Aku mau mencari prospek bisnis di sana. Kebetulan ada teman kuliah yang bisnisnya sudah maju Belanda," ucap Ganesha.
"Apa aku harus ikut, Mas?"
"Iya, Piero tidak ikut. Jadi kamu yang gantikan menemani aku."
"Tapi berapa lama kita di sana? Tiga minggu lagi, Zara menikah. Tidak mungkin aku tidak datang ke acara pernikahannya."
"Kita pulang saat acara pernikahan Zara."
Semoga saja, papa sudah menemukan bukti kalau sebenarnya aku tidak melakukan apapun dengan Dora. Tapi kenapa aku sangat berharap bisa lepas dari Dora. Bukankah selama ini aku terus mencari keberadaannya, tapi saat dia datang meminta untuk kembali, aku justru tidak menginginkannya, batin Ganesha.
Meskipun ada hal yang mengganjal di hatinya, tak urung shopia mengikuti apa yang suaminya suruh. Dia membereskan baju-bajunya dan baju Ganesha ke dalam koper yang berbeda. Sementara Ganesha sudah terlelap lebih dulu. Setelah semuanya beres, barulah dia pergi tidur.
Namun, saat Shopia akan memejamkan matanya, terdengar suara ponselnya yang bergetar. Shopia pun melihat siapa yang sudah mengirim pesan dan membukanya. Jantungnya mendadak berdetak lebih kencang dari biasanya saat dia melihat foto-foto Dora bersama dengan Ganesha saat berada di luar negeri, ditambah lagi dengan hasil USG yang menyatakan kalau Dora sedang hamil delapan minggu.
08387777xxxx: [Shopia, pergilah dari kehidupan Anez! Anakku membutuhkan ayahnya. Seharusnya kamu sadar diri, kalau kebaikan Kak Anez itu hanya untuk menutupi perselingkuhannya denganku. Apa kamu tidak tahu, apa yang Kak Anez lakukan saat dia perjalanan dinas ke luar negeri? Dia selalu mencariku dan kami selalu menghabiskan malam bersama.]
08387777xxxx: [Shopia, menyerahlah dan terima nasibmu kalau Kak Anez tidak pernah mencintai kamu. Meskipun dia selalu menikmati tubuhmu karena gadis yang dia cintai hanya aku.]
Shopia hanya bisa menangis dalam hati dengan apa yang dibacanya. Dia melihat tanggal yang tertera dalam foto-foto yang dikirim oleh Dora menunjukkan saat Dia sudah menikah dengan Ganesha. Perlahan dia pun turun dari tempat tidurnya dan membereskan berkas-berkas penting miliknya yang ada di rumah Ganesha.
"Mungkin sudah saatnya aku pergi, Mas. Kalau aku tidak pergi sendiri, kamu pasti akan menahan kepergianku. Selamat tinggal cinta yang tak tergapai."
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
__ADS_1
...Terima kasih....