Pernikahan Tanpa Hati

Pernikahan Tanpa Hati
Bab 98 Sayang Sewajarnya


__ADS_3

Setelah kepergian Nike dari kantornya, lagi-lagi Piero merenungkan keinginan Nike. Dia ingin melihat Nike bahagia dengan seorang lelaki yang mencintai adiknya. Tapi dia jadi berpikir dua kali untuk membantu Nike mendapatkan Ganesha.


Apalagi, kata-kata Sania terus saja terngiang-ngiang di kepalanya. Dia tidak ingin mendapatkan karma karena telah merusak rumah tangga orang lain. Sampai akhirnya Jimmy datang mengagetkan dia yang sedang melamun di ruangannya.


"Ck! Jam kerja melamun, kenapa sih Piero? Tumben sekali kamu melamun," tanya Jimmy.


"Jimmy, apa benar kalau kita merusak kebahagiaan orang lain, maka kebahagiaan kita juga akan hancur?" tanya Piero dengan melihat ke arah sahabatnya yang baru datang.


"Pastilah, karena karma itu ada. Meskipun kamu memungkirinya," jawab Jimmy seraya mendudukkan bokongnya di sofa yang ada di ruangan itu. "Memangnya kenapa kamu bertanya seperti itu?"


"Nike, dia ingin menikah dengan Anez, karena dulu Anis pernah berjanji untuk menikahinya. Tapi sekarang dia terus saja menolaknya," jawab Piero.


"Jelaslah Anez menolaknya. Apa kamu lupa, bagaimana perjuangan Anez untuk mendapatkan Shopia kembali? Sampai-sampai, trauma dia kambuh. Dari situ harusnya kamu berpikir kalau cinta Anis sangat besar untuk Sophia," ungkap Jimmy.


"Iya aku tahu, tapi masalahnya Nike susah sekali dibilangin. Aku sudah memintanya untuk melupakan Anez. Akan tetap, dia tidak mau."


"Kamu carikan saja lelaki yang cocok untuk Nike," saran Jimmy.


"Entahlah! Nike memang sedikit kertas kepala. Kalau dia sudah menginginkan sesuatu, maka dia selalu berusaha untuk mendapatkannya," ucap Piero.


"Kamu jangan selalu menuruti keinginannya Piero, karena bukan kewajiban kamu untuk menuruti semua keinginan Nike," ucap Jimmy.


"Aku hanya kasihan padanya karena dari dia kecil, dia harus kehilangan kedua orang tuanya."

__ADS_1


"Kasihan boleh, sayang juga boleh. Tapi satu hal yang harus kamu ingat, semua itu harus dalam batas kewajaran. Jangan sampai karena kamu sayang pada Nike, sehingga kamu menjadi orang yang jahat. Lagipula, nggak wajib bagi kamu untuk menuruti semua keinginan Nike."


"Kamu sama saja dengan Sania. Baiklah kali ini aku akan menuruti kalian. Karena aku tidak ingin menjadi orang yang jahat. Apalagi kalau harus terkena karma. Aku tidak mau menghancurkan diriku sendiri," ucap Piero.


"Bagus, itu baru pemikiran yang cerdas."


Piero hanya tersenyum samar mendengar apa yang sahabatnya itu katakan. Mereka pun akhirnya membicarakan soal pekerjaan seperti niat awal Jimmy datang ke ruangan Piero. Setelah dirasa tidak ada lagi urusan, Jimmy pun akhirnya pamit kembali ke ruangannya.


...***...


Setelah hari itu, saat terakhir kali Shopia dan Nike bertemu di kantor Ganesha, mereka tidak pernah bertemu lagi. Karena Nike sedang syuting di luar kota untuk film layar lebarnya. Mama muda itu pun sedikit lega karena kini tidak ada pengganggu dalam pernikahannya.


"Mas, kata Papa akhir pekan ini ulang tahun perusahaannya. Kita diminta untuk datang. Papa menyuruh aku untuk memilih baju yang aku suka di ER's Boutique. Nanti Mas antar ke sana ya! Aku tidak tahu tempatnya," ucap Shopia saat mereka akan pergi tidur.


"Bayaran apaan sih, Mas? Mau aku pijat?" tawar Shopia.


"Boleh. Coba kamu pijat punggung Mas! Rasanya pegal-pegal." Ganesha langsung menelungkupkan badannya. Menunggu Shopia memijatnya. "Shopia, kamu pijatnya sambil duduk di bokong Mas. Biar enak pijatannya."


"Iya, Mas." Shopia hanya mengikuti apa yang suaminya minta. Karena percuma dia menolaknya, karena Ganesha selalu punya cara agar dia menurut padanya.


"Pijatannya enak sekali. Kamu makin pintar saja bikin Mas senang," puji Ganesha mendadak membalikkan badannya, sehingga posisi Shopia kini ada di atas tubuhnya. Dia langsung menarik Shopia saat istrinya itu akan turun dari tubuhnya, sehingga mau tidak mau Shopia menelungkup di atas badan Ganesha.


"Mas, apaan sih?" Shopia berusaha melepaskan diri dari dekapan suaminya. Namun, tenaga Ganesha yang jauh lebih besar darinya, membuat Shopia tidak berdaya.

__ADS_1


"Diam Shopia! Jangan bergerak terus. Lihat Junior mulai mengeras karena kamu gak bisa diam," ucap Ganesha dengan menatap lekat istrinya.


Ganesha terus memindai wajah Shopia yang tidak membosankan meskipun dia terus memandangnya. Meskipun hidung Shopia tidak setinggi hidungnya yang seperti perosotan sekolah taman kanak-kanak, tetapi sangat pas dengan ukuran bibir maupun bentuk mata Shopia, sehingga semakin lama Ganesha memandangnya, semakin dia terbuai dengan pesona istrinya.


Tidak berbeda dengan Ganesha, Shopia pun semakin bertambah cintanya pada Ganesha. Laki-laki yang dulu dia kagumi dalam diam kini telah menyerahkan seluruh hatinya pada dia. Shopia pun sudah bertekad untuk mempertahankan apa yang telah dimilikinya. Dia tidak akan pernah menyerahkan Ganesha pada wanita pun dan dengan alasan pun.


"Shopia, saat nanti semua orang tahu siapa kamu sebenarnya, pasti akan banyak orang yang berusaha mencari muka padamu. Apalagi perusahaan papamu termasuk dalam sepuluh besar perusahaan sukses yang ada di tanah air. Mas, hanya minta agar kamu lebih berhati-hati dengan orang yang baru dikenal," pesan Ganesha.


Dia sebenarnya kurang setuju dengan usulan dari mertuanya. Akan tetapi, dia juga mengerti maksud dan tujuan dari Tuan Jody. Namun, Ganesha tetap saja khawatir jika nanti Shopia menjadi sasaran dari lawan bisnis Tuan Jody.


"Iya, Mas. Aku pasti akan lebih berhati-hati lagi," ucap Shopia.


Ganesha tersenyum manis pada istri. Dia segera membalikkan keadaan dengan mengungkung Shopia di bawahnya. Dia pun tidak menghilangkan kesempatan untuk segera mereguk kenikmatan bersama dengan wanita yang dicintainya.


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya kawan! klik like komen, rate, gift dan favorite....


...terima kasih...


Jangan lupa mampir dulu ya ke karya yang satu ini, Seraya kalian menunggu Sophia dan Anez update.


__ADS_1


__ADS_2